HEC-RAS: Sediment Transport Analysis

Belum lama ini, saya mendapatkan pertanyaan melalui email dari salah satu pembaca website saya, berkenaan dengan sediment transport analysis dalam HEC-RAS. Saya quote email dia di bawah ini.

Message Body:
Pak Is, tolong informasikan cara penggunaan modul Sedimentation sebagaimana contoh dalam paket HEC RAS yakni Euclid Sediment Transportation Example.
Khususnya saat memasukkan parameter butiran:
Flow m3/sec
Total Load ton/day
Number of flow-load ponts
dan korelasi jenis material misal dalam contoh itu:
Flow = 10
Total Load= 1.2
FS= 0.08
MS=0.07
CS=0.06
VFG=0.03
End of Message Body

Modul Sediment Transport Analysis menghitung perubahan dasar sungai sebagai fungsi transpor sedimen. Pertanyaan pembaca yang saya quote di atas berkaitan dengan penetapan syarat batas di hulu (upstream boundary condition). Pada contoh Euclid yang ada dalam HEC-RAS, syarat batas di hulu adalah inflow sedimen (sediment load) yang merupakan fungsi debit aliran masuk (inflow). Jadi, jumlah sedimen yang masuk bergantung pada debit inflow. Ini dikenal pula sebagai sediment rating curve. Jika diklik Rating Curve pada layar editor Sediment Data, maka akan muncul tabel yang menunjukkan 5 pasang angka (Flow, Total Load): (1,0.05) (10,1.2), (30,3.6), (100,20), (300,500). Artinya, debit 1 cfs membawa sedimen 0.05 ton/hari, debit 10 cfs membawa sedimen 1.2 ton/hari, dst. Klik tombol Plot… yang ada di kiri bawah untuk memunculkan sediment rating curve.

image

image

Mengapa 5 titik? Ya karena data pengukuran yang ada adalah 5 titik itu. Kalau di kita (Indonesia), malah susah sekali mendapatkan data seperti itu.

Bagaimana jika debit yang masuk melebihi 300 cfs? HEC-RAS tidak melakukan extrapolasi, namun memakai data terbesar. Jadi jika debit > 300 cfs, jumlah sedimen yang masuk adalah 500 ton/hari. Tetapi apabila debit lebih kecil daripada debit terkecil yang ada di data, HEC-RAS melakukan interpolasi antara titik (1,0.05) dengan titik (0,0).

Angka-angka di bawah setiap kolom data (Flow, Total Load) adalah fraksi butir sedimen. Lihat kolom kedua: FS 0.08, MS 0.07, CS 0.06, VCS 0.03. Arti angka-angka ini adalah perbandingan fraksi butir sedimen Fine Sand:Medium Sand:Coarse Sand:Very Coarse Sand adalah 0.08:0.07:0.06:0.03. Angka-angka ini tentunya berasal dari pengukuran.

Semoga jawaban saya ini bermanfaat.

zp8497586rq
This entry was posted in HEC-RAS and tagged . Bookmark the permalink.

51 Responses to HEC-RAS: Sediment Transport Analysis

  1. Adhie Sudono says:

    Assalamualaikum, salam kenal pak, oh ya pak langsung aja, gmn cara mendapatkan ‘Modul Sediment Transport Analysis’ nya bapak??? trims b4

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Salam kenal kembali Mas Adhie Sudono. Saya masih belum menyusun modul sediment transport analysis. Saat ini, yang telah siap baru 2 modul, yaitu Simple Geometry River dan Junctions and Inline Structures.
      Wassalam
      Istiarto

  2. chitra hermawan says:

    asalamualaikum pak
    pak tolong saya dibantu, saya mengerjakan tugas akhir yaitu debit minimum kali porong untuk mengelontorkan lumpur lapindo sampai kemuara. saya sudah memasukkan data pada sediment data dan Quasy flow, tapi semakin besar saya memasukkan debit maka nilai sediment spacitial plot pada variable mass in cum semakin besar pula, dan dan tidak ada perubahan dasar sungai akibat sedimentasi,,
    tolong pak
    no tlpn 085737201867

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Jenis syarat batas (boundray conditions) apakah yang Anda tetapkan di batas hulu? Melihat permasalahan yang pertama (semakin besar debit, sedimen semakin besar), maka dugaan saya, Anda memakai syarat batas hulu “equilibrium load”. Artinya, sedimen akan mengikuti debit. Keduanya selalu dalam keadaan seimbang dan di batas hulu tidak ada erosi maupun deposisi. Coba cek syarat batas hulu dan lihat kesesuaian jenis syarat batas dengan kenyataan di lapangan. Saya berharap, Anda telah menempatkan batas hulu model cukup jauh dari penggal sungai di dekat Lumpur Lapindo dan Anda memiliki data sedimen di batas hulu tersebut. Atau, Anda letakkan batas hulu di tempat yang tidak ada transpor sedimen sehingga Anda dapat berasumsi bahwa aliran di situ tidak membawa sedimen.
      Semoga jawaban saya dapat membantu.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • chitra hermawan says:

        dibatas hulu saya memasukkan data sediment load series, selama 6 jam dengan total load 50 ton, dan saya juga pernah menggunakan sediment rating curve, dengan debit 20 dan load 50ton, hasilnya juga sama pak,, mohon bantuannya, sya boleh minta alamat email pak??

        • chitra hermawan says:

          pak satu lagi pak kalau kita ingin melihat perubahan dasar sungai d sediment spatial plot dimana pak,,

          • admin says:

            Aktifkan View | Sediment Spatial Plot…, kemudian pilih Reaches… sesuai ruas yang ingin Anda tampilkan, kemudian pada Variables… pilihlah Ch Invert El, dan akhirnya pilih Profiles… untuk menampilkan profil elevasi dasar sungai pada berbagai waktu.

        • admin says:

          Apakah yang Dik Chitra ingin ketahui adalah dimana saja sedimen 50 ton tersebut akan berdeposisi di sepanjang Kali Porong? Kuantitas sedimen tersebut sangat kecil dan kalau pun seluruhnya mengendap, maka Dik Chitra tidak akan dapat “melihat” tebal sedimentasi.

          Coba cek pula waktu simulasi yang Dik Chitra tetapkan: flow duration dan computation increment (lihat quasy-unsteady flow boundary conditions) maupun bed mixing time step (lihat sediment computation options and tolerances).

          Last but not least. Dik Chitra melakukan simulasi untuk berapa minggu atau bulan? Saya tentu saja tidak berharap Dik Chitra melakukan simulasi transpor sedimen dalam waktu “hanya” beberapa hari. Atau, jangan-jangan waktu simulasi Dik Chitra hanya 6 jam?!

          Oh ya, alamat email saya ada di Kontak. Silakan klik dan kirimkan email ke alamat tersebut.

  3. chitra hermawan says:

    Flow duration debit 20 waktu 24 jam,computation increment 1 jam pak..iya pak saya mengisi duration 6 jam pada sediment load series, karena saya ingin mengetahui apakh lumpur yang di buang ke kali porong akan mengendap dalam satu hari pak,,dan pipa pembuangan lumpur hanya bekerja 6 jam pada satu hari. makanya saya isi data duration pada sediment load series selama 6 jam,, saya sudah lihat pada chanel invert pak tapi tidak ada perubahan elevasi..

    • admin says:

      Dari sisi penetapan computation increment sudah benar. Nah, sekarang coba Dik Chitra lihat kuantitas sedimen yang masuk selama 24 jam tersebut (50 ton?) dan bandingkan dengan kuantitas sedimen yang keluar dari batas hilir. Selisih keduanya menunjukkan perubahan sedimen di seluruh reach. Perubahan ini sama dengan perubahan tampang sungai (deposisi atau erosi). Saya tidak tahu gradasi ukuran butir sedimen dan berapa panjang reach yang dimodelkan. Jika sedimen sangat lembut dan reach pendek, kemungkinan semua sedimen telah melewati reach. Jikalau pun ada porsi sedimen yang mengendap, tebal deposisi sangat kecil (lihat 50 ton dan bandingkan dengan lebar dan panjang sungai).

  4. chitra hermawan says:

    saya sudah ganti sediment load jd 500 ton dan duration 1000 jam, pada flow series juga sudah saya ganti debit 29 dan duration 1000 jam pak hasilnya tetap sama pak,, mungkin sediment saya terlalu lembut ya pak..panjang sungai 18 km dan lebar rata2 500m.
    perbedaan sangat kecil pak antara sediment yang masuk sama yang dihilir pak.. lihatnya di mass in kan pak pada variable.. mohon dibantu pak..

    • admin says:

      Jika debit 29 m3/s mengalir di sungai yang memiliki lebar 500 m, berapakah kedalaman dan kecepatan aliran? Mungkin ada baiknya untuk melakukan simulasi di saluran atau sungai yang sederhana dulu. Sungai lurus, tampang segiempat. Cobalah untuk bereksperimen dengan sedimen dan debit aliran. Lihat perilaku dasar sungai. Dari sini, Dik Chitra akan memperoleh “engineering sense” terhadap hasil-hasil hitungan dan coba bayangkan bentuk fisik besaran-besaran input data maupun hasil hitungan.

  5. chitra hermawan says:

    pak saya may nanya pak, kenapa kapasitas angkutan massa sedimen semakin ke hilir semakin kecil ya???

    • admin says:

      Kapasitas angkut sedimen (sediment transport capacity) merupakan fungsi karakteristik sedimen (antara lain: diameter, gradasi ukuran butir, rapat massa) dan aliran (kedalaman, kecepatan, tegangan geser di dasar sungai). Saya menduga, sungai yang Dik Chitra modelkan memiliki karakteristik sedimen yang sama di sepanjang alur dari hulu ke hilir. Oleh karena itu, saya sarankan Dik Chitra memeriksa parameter aliran. Jika aliran melambat (ke arah hilir kecepatan aliran semakin kecil), maka kapasitas angkut sedimen pun mengecil. Aliran melambat disebabkan oleh kemiringan garis energi yang mengecil (semakin landai). Hal ini dapat disebabkan antara lain oleh kermiringan dasar saluran yang mengecil di hilir atau terjadi pembendungan atau sungai makin lebar di hilir atau kekasaran dasar sungai membesar di hilir.

  6. masdar says:

    assalam…pak, klo bridge scour itu dipake pada gerusan/scouring di dasar (baik pada jembatan ataupun bangunan air lainnya). sedangkan kalau untuk mengetahui scouring secara horizontal dan arahnya yang mengakibatkan meander sungai bisa gak pak…

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      HEC-RAS tidak dapat memodelkan gerusan di tebing sungai dan tidak dapat pula memodelkan mekanisme ataupun proses meandering.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  7. masdar says:

    1. Ass…pak, saya baru coba pelajari hec-ras. sementara pemahaman saya, hec-ras dapat memodelkan aliran dan tinggi elevasi banjir per STA. kalau flow nya itu berupa debris gimana inputnya pak. ini terkait misalnya kita mau merencanakan sabo dam.
    2. pasword Junctions and Inline Structures nya ditunggu pak.
    3. matur nuwun…

    • istiarto says:

      Wassalamu’alaikum wr wb.
      HEC-RAS tidak dapat memodelkan aliran debris. Pada aliran ini, konsentrasi material padat (sedimen) yang terdapat dalam campuran air+sedimen sangat tinggi. Campuran air+sedimen tidak lagi Newtonian fluid.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  8. Daru says:

    ass pak
    saya daru yg email bapak kemarin

    pak, saya kan ingin masukkan data memanjang sungai dari autoCAD yg frmatnya sudah .dxf
    tapi ketika mau ditampilkan di Hec-Ras
    ada perintah error plotting geomatric schematic
    itu kenapa ya pak??? terimakasih

    • istiarto says:

      Seharusnya tidak ada masalah bagi HEC-RAS untuk membaca file berformat .dxf. Cobalah untuk membaca file tersebut ke data geometri baru. Dari layar editor Geometric Data, buatlah file baru: menu File | New Geometry Data. Beri nama file baru tersebut dengan sembarang nama. Nanti file ini dapat dihapus. Pada file baru ini, bacalah file .dxf tadi.

      Apakah sekarang file .dxf tersebut dapat ditampilkan pada layar editor Geometric Data? Apabila masih ada pesan error, berarti kemungkinan besar file .dxf yang bermasalah. Cobalah untuk mengulang penyimpanan file AutoCAD ke dalam file berformat .dxf.

  9. Daru says:

    ya pak terimakasih

    kalau setelah di run-ing, terjadi perubaan data pada crosss section, itu karena apa ya pak??
    apakah XS interpolate harus selalu digunakan dalam setiap kali pemodelan hec-ras??
    padahal untuk data donwstream reach length nya sudah ad.
    terimakasih pak

    • istiarto says:

      Saya jawab dulu pertanyaan kedua. Cross section interpolation tidak selalu harus dilakukan. Justru interpolasi ini dilakukan kalau terpaksa karena data tampang lintang tidak mencukupi. Idealnya, data tampang lintang (hasil pengukuran) ada di banyak tempat, jarak antar tampang lintang cukup dekat dan mewakili dengan baik geometri sungai.

      Problem perubahan cross section data setelah melakukan interpolasi memang dapat terjadi. Saya mengetahui hal ini dulu di suatu acara kursus/pelatihan. Sebagian peserta kursus/pelatihan menjumpai data tampang lintang berubah, yaitu elevasi dasar saluran bertambah tinggi setelah melakukan interpolasi tampang lintang. Saya terus terang tidak tahu penyebab problem ini. Mungkin ada bug di dalam program HEC-RAS, atau konflik antara HEC-RAS dengan program aplikasi lain yang ada di komputer kita, atau ada masalah dengan sistem operasi di komputer kita.

      Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi problem semacam itu antara lain:

      1. menghapus semua interpolasi dan mengulang interpolasi per ruas (reach by reach), jangan melakukan interpolasi sekaligus pada seluruh sungai,
      2. mengulang penyusunan data geometri dari awal,
      3. meng-install ulang program HEC-RAS.
  10. ari susanto says:

    berapa Pak idealnya waktu simulasi untuk sediment transport?
    soalnya saya baca di koment2 di ats untuk 6 hari kok kurang bagus…

    terima kasih

    • istiarto says:

      Apabila kita ingin mengkaji perubahan dasar sungai (degradasi atau agradasi), waktu simulasi dapat “tahun”. Dalam kasus ini, syarat batas aliran adalah debit bulanan. Apabila kita ingin mengkaji perilaku transpor sedimen pada saat banjir, maka waktu simulasi transpor sedimen sama dengan waktu banjir. Namun demikian, pada umumnya waktu simulasi transpor sedimen adalah jauh lebih besar (lebih lama) daripada waktu simulasi aliran. Dalam bahasa sederhana, skala waktu aliran adalah “detik”, sedangkan skala waktu transpor sedimen adalah “tahun”.

  11. Achmad Syarifudin says:

    Assalamu’alaikum wr wb
    Apa kabar Pak Is, masih inget saya Syarifudin di Palembang.
    Saya mau nanya apakah bapak ada program SOBEK untuk sediment transport?
    kalo ada bisa saya nanti diberikan info.
    Tks.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Kabar baik Pak Syarifudin. Tentu saja saya masih ingat Bapak.
      Saya tidak memiliki software SOBEK. Malahan saya belum pernah memakainya.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  12. pratiwi setyaning putri says:

    Asslamualaikum pak istiarto,,
    Pak,saya mohon bantuannya,
    Sedimen analisis tugas akhir saya, setelah di running dengan sedimen time series belum mengalami perubahan dasar sedimen pak. dan W.S elevation mencapai 6.4 meter. Sedangkan di running dengan menggunakan steady flow W.S elevation sudah sesuai dengan data di lab yaitu 0.16 m.
    Saya juga sudah mencoba memasukkan syarat batas di hilir (sedimen time series) pada sediment data, namun hasilnya sama saja pak.
    Mengapa terjadi perubahan elevasi muka air yang sangat besar ya pak? Apakah ada yang salah dalam pengisian data sedimen saya pak? Terimakasih.

  13. pratiwi setyaning putri says:

    Tambahan ya pak,
    Sebelumnya saya sudah mencoba dan hasilnya dasar sedimen mengalami perubahan elevasi, namun masih jauh dari data lab (trial 1).
    Setelah itu saya sempat mencoba dengan data cross section lain yaitu memendekkan panjang saluran lurus di hulu dan hilir (agar panjang efektif sesuai di lab) namun sedimen dasar tidak mengalami perubahan. (trial 2)
    Semenjak itu ketika diganti dengan cross section semula, dengan data sedimen, quasi, dan cross section yang sama dengan trial 1, sedimen dasar tetap tidak berubah pak.
    Terimakasih

  14. prasetyo says:

    assalamualaikum pak is…
    bagaimana saya bisa mendapat modul sediment transport dan water analisis??
    terus terang sejak awal saya belajar hec ras saya mengacu pada web bapak ini…
    terima kasih

  15. sunoto says:

    Assalamualaikum…….

    Salam kenal pak dari saya, saya pemula ingin belajar hec ras secara detail mohon bimbingannya pak.

    mau naya pak.
    kalau dilapangan bentuk sungai kan berkelok apakah kalo digambarkan di hec ras bentuk nya lurus apa di buat berkelok pak? suwun mohon penjelasannya pak

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Salam kenal kembali Mas Sunoto.
      Sebaiknya alur sungai berkelok digambarkan di HEC-RAS dengan alur berkelok pula. Tetapi, sebenarnya HEC-RAS tidak membaca gambar alur tersebut. HEC-RAS mengetahui alur sungai berkelok atau lurus dari membaca Cross Section Data, yaitu dari Downstream Reach Lengths: LOB, Channel, ROB. LOB adalah jarak tempuh aliran di bantaran kiri, Channel adalah jarak tempuh aliran di alur utama, dan ROB adalah jarak tempuh aliran di bantaran kanan. Tentu saja, kalau sungai yang dimodelkan tidak memiliki bantaran banjir, hanya memiliki alur utama, maka alur sungai lurus atau berkelok tidak berbeda. Dalam hal ini, yang diperlukan dalam hitungan aliran adalah jarak tempuh aliran tersebut.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  16. erik setyo says:

    pak boleh tanya,fariabel apa saja yang diperlukan untuk melakukan perhitungan transpor sedimen menggunakan hec-ras dan berikan contoh kasusnya.terimakasih bapak…

    • istiarto says:

      Sepertinya yang dimaksudkan adalah data teknis untuk melakukan hitungan transpor sedimen. Ada dua kelompok data. Kelompok pertama adalah data untuk simulasi aliran, yaitu data geometri sungai dan data aliran. Lihat modul dasar saya. Kelompok data kedua adalah data sedimen, antara lain gradasi butir sedimen, rapat massa, kecepatan endap (fall velocity), berat jenis, kurva ukur debit.

      Saya belum memiliki modul transpor sedimen. Belum ada contoh kasus yang saya susun.

  17. andhi mustofa says:

    assalamualaikum, maaf pak tolong dibantu mengenai tugas akhir saya
    saya sedang menganalisis sedimen di bengawan solo dengan menggunakan Hec-Ras,
    saya sedang mengalami kesulitan ketika memasukkan data quasi unsteady flow, ketika saya memasukkan data dari tahun 1991-1993 ketika di plot masih dapat d plot
    tetapi ketika di run hasilnya menunjukkan
    HEC-RAS Error – Incomplete data, the following errors were found:
    River: “Bengawan Solo” Reach: “1” RS=6 – has a zero flow value.
    yang rs=6 itu menunjukkan cross section yang di input,
    mohon solusinya

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Mas Andhi Mustofa, maaf baru respon hari ini.
      Error message itu menandakan kalau di RS 6 terjadi debit nol. Coba cek waktu yang tertera pada Quasi-unsteady Flow Data dan bandingkan dengan Simulation Time pada plan data (Sediment Transport Analysis). Siapa tahu simulation time Mas Andhi berada di luar data aliran.
      Wassalamu’alaikum wr wb

      • andhi mustofa says:

        sudah saya check pak waktu simulation time saya dari 4 maret 1991 sampai 7 juli 1991 dan input data quasi data juga sudah dari 4 maret 1991 sampai 7 juli 1991 tapi tetap mucul eror kotak dialog tersebut, apakah ada hal yang mempengaruhi itu ya pak ?

        • istiarto says:

          Karena error message mengatakan kalau di RS 6 kekurangan data debit dan oleh karenanya debit di situ nol, padahal Mas Andhi Mustofa yakin kalau data aliran pada quasi data tidak ada yang nol, maka saya menduga ada mismatch antara flow data dan plan data. Panjang data tidak cukup alias lebih pendek daripada waktu simulasi.
          Coba cek kembali data aliran. Tidak hanya waktu awal dan akhir, tetapi juga durasi setiap rentang debit. Siapa tahu ada rentang debit yang berdurasi terlalu pendek.

          • andhi mustofa says:

            pak, kalau data flow series di hulu dan stage series di hilir apakah datanya harus sama dalam waktunya misalnya flow series rentangnya 1991-1992 dan stage series apakah harus 1991-1992 juga ?

          • istiarto says:

            Ya, benar. Keduanya harus pada rentang waktu yang sama.

  18. andhi mustofa says:

    oh ya pak mau nanya , computation increment pada quasi unsteady flow itu fungsinya apa ya ?

    • istiarto says:

      Computation increment adalah selang waktu HEC-RAS meng-update geometri sungai dan menghitung parameter hidraulika. Contoh, flow duration 1 bulan (720 jam) dan computation increment 1 hari (24 jam). Pada hitungan transpor sedimen, aliran konstan selama 1 bulan, tetapi setiap akhir 24 jam HEC-RAS meng-update geometri sungai dan menghitung kedalaman dan kecepatan aliran; elevasi muka air (profil muka air) tetap. Tetapi apabila ada tampang lintang yang berubah lebih daripada 0.1 foot, maka HEC-RAS menghitung semua parameter hidraulika (kedalaman dan kecepatan aliran, serta profil muka air).

      • andhi mustofa says:

        kenapa ya pak program saya coba saya running tetapi malah keluar analisis steady flow, bukan analisis sedimen ?

        saya mencoba menggunakan data quasi unsteady flow dengan 1 data flow duration 1000, computation increment 0.024 flownya 64 m3/s berada di serenan, bengawan solo tetapi setelah saya run dengan batas waktu 0000 sampai 1000 kenapa bisa di run tetapi pada sedimen spatial plot dan sedimen time series tidak keluar ya pak ? tapi yang xs bed change plot nya keluar pak ?

        • istiarto says:

          Coba cek kecepatan aliran di setiap tampang lintang. Hitung atau estimasi tegangan geser. Hitung pula kecepatan kritis atau tegangan kritis awal gerak butir sedimen. Dugaan saya, aliran Mas Andhi Mustofa belum mampu menggerakkan butir sedimen.

          BTW, computation increment 0.024 (jam?) terlalu kecil. Saya kira computation increment 72 jam pun sudah memadai.

          • andhi mustofa says:

            saya menggunakan gradasi suspended load saja dengan diameter butiran antara 0,001-0,049
            ataukah butiran saya terlalu kecil ?

          • istiarto says:

            Data diameter butir sedimen suspensi ini di-input-kan dimana?

            Bagaimana dengan data gradasi butir material dasar (bed gradation) di setiap cross section? Di dalam HEC-RAS, setiap cross section harus dikaitkan dengan data gradasi butir material dasar. Jangan-jangan, di sini Mas Andhi meng-input-kan gradasi butir sedimen suspensi yang berukuran 0.001-0.049 tersebut. Kalau ini yang Mas Andhi lakukan berarti input data belum benar.

  19. andhi mustofa says:

    jadi saya tidak bisa menganalisis sedimen melayang saja pak?
    apakah input sedimen dasar bisa diinputkan ke sedimen melayang pak ?

    • istiarto says:

      Sepanjang yang saya ketahui, HEC-RAS tidak dapat dipakai untuk menyimulasikan transpor sedimen melayang saja.

  20. andhi mustofa says:

    oh ya pak mau nanya kenapa saya convert satuannya dari si ke us hasil debit angkutan sedimennya kenapa berbeda ya ? padahal kedua satuan mengeluarkan satuan output yang sama (ton/hari)

    • istiarto says:

      Saya kurang faham dengan pertanyaan ini. Dimanakah hasil debit angkutan sedimen itu berada? Hasil simulasi transpor sedimen adalah (1) Sediment spatial plot, (2) Sediment time series plot, dan (3) Sediment – XS bed change plot. Pada ketiga pilihan hasil simulasi ini, saya tidak menemukan angkutan sedimen yang Sdr maksud.

      • andhi mustofa says:

        maksud saya untuk Hydraulic Design pak..

        Pertama saya membuatnya dengan satuan SI Unit dengan semua metode yang ada di dalam HEC-RAS (metode Ackers-White, MPM, Toffaleti, dll), tetapi setelah di run hasil yang keluar hanya untuk metode Toffaleti.
        Kemudian satuannya saya ganti menjadi US Customary, dan alhamdulillah hasilnya keluar semua untuk semua metode.

        Yang saya tanyakan, apakah perbedaan satuan itu juga bisa berpengaruh ke hasilnya ya pak??

        terima kasih

        • istiarto says:

          Seharusnya perbedaan penggunaan satuan tidak mengubah hasil hitungan secara signifikan. Kalaupun ada perbedaan, seharusnya kecil yang diakibatkan oleh konversi satuan. Saya belum pernah menemui permasalahan seperti yang Mas Andhi Musfofa temui. Saran saya, cobalah me-run kembali (dalam satuan US Customary) dari awal, yaitu dari HD Uniform Flow, HD Stable Channel Design…, dan terakhir HD Sediment Transport Capacity…

          Setelah langkah di atas, run kembali dari awal, namun kali ini dengan sistem satuan SI (Metric). Lakukan ketiga run secara berurutan seperti langkah di atas.

          Bandingkan hasil run dengan dua sistem satuan tersebut. Silakan kabari saya apabila kedua cara run memberikan hasil yang tidak sama.

Comments are closed.