HEC-RAS: Sungai Berkelok

Ada pertanyaan dari salah seorang pembaca website ini mengenai cara memodelkan sungai berkelok. Saya cuplik pertanyaan dia (saya ubah kalimat dia agar lebih mudah kita baca): “Saya ingin bertanya tentang sungai yg berbelok belok. Bagaimanakah cara memodelkannya dalam HEC RAS? Apakah HEC RAS mengganggap alur sungai seperti itu sebagai sungai lurus?”

HEC-RAS mengenali alinemen alur sungai dari data panjang ruas antara suatu river station dengan river station di sisi hilirnya atau, dalam bahasa sederhana, jarak antara suatu tampang lintang (cross section) dengan tampang lintang berikutnya di sisi hilir tampang lintang tersebut. HEC-RAS meminta tiga data panjang ruas, yaitu panjang ruas bantaran kiri, panjang ruas alur utama, dan panjang ruas bantaran kanan. Panjang ruas ini bukan panjang fisik geometri sungai, tetapi jarak tempuh aliran di ketiga bagian tampang tersebut. Saya berikan satu contoh di bawah ini.

Sketsa alur sungai pada gambar pertama menunjukkan bahwa alur sungai antara RS 4015 dan RS 3980 berbelok ke kanan. Untuk memberitahukan fitur kelokan ini kepada HEC-RAS, kita masukkan data jarak yang ditempuh aliran dari RS 4015 ke RS 2980 pada bagian bantaran kiri, alur utama, dan bantaran kanan. Data ini kita masukkan pada layar editor Cross Section Data (lihat gambar kedua). Pada isian Downstream Reach Lengths, kita masukkan jarak tempuh aliran di bantaran kiri sebagai data LOB (62.5 m), jarak tempuh aliran di alur utama sebagai data Channel (35 m), dan jarak tempuh aliran di bantaran kanan sebagai data ROB (7.5 m).

image

image

Bagaimanakah cara kita mengukur jarak tempuh aliran LOB, Channel, ROB? Saran saya, jarak ini kita tentukan dengan mencermati situasi di lapangan. Langkah awal, dapat saja kita memakai gambar situasi. Namun, kita perlu memeriksa lapangan untuk mendapatkan informasi yang lebih baik. Kita perlu pula memperhatikan besaran debit aliran yang ingin kita simulasikan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa jarak tempuh aliran LOB, Channel, ROB berbeda pada nilai debit aliran yang berlainan.

Saya perlu menekankan bahwa jarak LOB, Channel, ROB adalah jarak tempuh aliran, bukan jarak fisik geometri antara kedua river station. Kurang tepat apabila LOB diisi dengan data jarak antar titik data paling kiri atau titik paling kiri alur utama di RS 4015 dan RS 3980. Demikian pula, kurang tepat apabila Channel diisi dengan data jarak antar titik tengah kedua RS tersebut, serta kurang tepat pula apabila ROB diisi dengan data jarak antar titik paling kanan atau titik paling kanan alur utama kedua RS tersebut.

Kesalahan yang fatal, tetapi pernah saya temui, adalah sebuah model alur sungai berkelok-kelok (tampak pada gambar river network pada layar editor Geometric Data), tetapi data LOB, Channel, ROB pada Downstream Reach Length berisi nilai yang sama. Model tetap “jalan” dan memberikan hasil. Tetapi tentu saja HEC-RAS memodelkan sungai berkelok-kelok tersebut sebagai sungai lurus!

This entry was posted in HEC-RAS and tagged . Bookmark the permalink.

30 Responses to HEC-RAS: Sungai Berkelok

  1. carla says:

    ass. pak is….
    saya mau bertanya utk tugas akhir saya, bagaimana cara memasukkan data geometri sungai, yaitu alur sungai dari autocad ke hecras. mohon infonya pak…
    terimakasih.
    wass

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.

      Gambar situasi sungai di CAD cukup dipakai sebagai gambar latar belakang untuk membuat model alur sungai di HEC-RAS. Simpanlah gambar di CAD kedalam file berformat dxf. File ini dapat dibaca oleh HEC-RAS sebagai latar belakang pada saat membuat data geometri sungai. Tampang lintang sungai tetap di-input-kan kedalam HEC-RAS secara “manual”, yaitu dengan menuliskan angka-angka station dan elevation. Langkah ini sangat saya sarankan karena akan memberikan pemahaman yang baik terhadap geometri sungai yang kita modelkan.

      Wassalamu’alaikum ww.

      • Mutya says:

        Assalamualaikum pak, saya ingin bertanya masih terkait dgn geometri.
        Saya menggunakan civil 3D untuk membentuk potongan melintang dan profil memanjanh sungai, karena data saya berupa DEM sehingga dgn civil 3D dpat otomatis dieksport menuji hecras, dan otomatis tercatat/terbaca di Hecras baik ptongan memanjang dan melintang ( tdk mengisi scr manual). Pada civil 3d saya membuat jarak antar cross sebesar 500 meter dan lebar sungai adl 600 meter.
        Pada editor cross section saya lihat bahwa LOB dan ROB tercatat sesuai apa yg saya laukan di civil 3D ( nilai jarak dan lebar).
        Pertanyaan saya adl dengab kondisi sungai yang berkelok kelok apakah LOB dan ROB yg tercatat otomatis pada hecras sudah merepresentasikan dengan situasi sungai yg berkelok ? Karena saya lihat LOB dan ROB dalam 1 cross section pada tikungan memiliki nilai yang sama. Terimakasih pak atas penjelasannya

        • Istiarto Istiarto says:

          Wa’alaikumsalam ww

          Terlebih dulu saya sampaikan bahwa saya tidak familiar dengan cara ini. Saya mencoba menjawab, semoga dapat membantu.
          LOB dan ROB adalah bantaran banjir di sisi kiri dan kanan. Tidak semua tampang lintang sungai memiliki bantaran banjir. Sungai yang memiliki tebing curam, umumnya tidak memiliki bantaran banjir sama sekali. Sungai di dataran rendah, sering kali memiliki bantaran banjir kiri dan kanan. Jika sungai ini berbelok, bantaran banjir hanya di satu sisi, yaitu di belokan luar. Jika sungai tidak memiliki bantaran banjir, maka biasanya Downstream Reach Length di bagian LOB dan ROB berisi angka yang sama dengan di bagian Channel (alur utama).

          Nah, silakan diperiksa, RS-RS Mbak Mutya tidak memiliki atau memiliki bantaran banjir. Jika bantaran banjir memang tidak ada, maka tidak ada masalah dengan project Mbak Mutya. Sebaliknya, jika Mbak Mutya melihat bahwa sungai yang sedang ditangani di lapangan memiliki bantaran banjir, maka silakan periksa LOB dan ROB. Jika ada bantaran banjir kiri, maka Station LOB semestinya berisi angka Station yang tidak sama dengan Station paling kiri RS. Jika ada bantaran banjir kanan, maka Station ROB mestinya berisi angka Station yang tidak sama dengan Station paling kanan RS. Perhatikan titik yang berwarna merah pada gambar RS. Pastikan bahwa titik merah tidak berimpit dengan Station paling luar RS.

          Semoga paparan saya di atas dapat membantu Mbak Mutya.

          Wassalamu’alaikum ww

  2. agus sulistio says:

    bila untuk lebar sungainya lebih dari 200 meter data apa saja yang harus saya perhatikan pak.

    • istiarto says:

      Tidak berbeda dengan sungai yang lain, data yang diperlukan sama saja. Lebar sungai tidak mempengaruhi jenis data yang dibutuhkan untuk memodelkan sungai. Dalam konteks alur bekelok, harap dicermati batas bagian bantaran kiri, alur utama, dan bantaran kanan. Tidak tertutup kemungkinan, sungai tidak memiliki bantaran.

  3. agus sulistio says:

    pak is…
    Pak bertanya untuk penelusuran pasang surut dari muara sungai (laut) sampai dengan muara primer yang panjang sungai nya lebih dari 50 km dan berbelok-belok dari muara, data apa yang perlu saya perhatikan dan adakan sehingga muka air tinggi,dan rendah saya dapatkan pada lokasi/wilayah yang akan diketahuai hidrotoponya.
    pak mohon untuk modul lanjut nya boleh pak,?.trimakasih.

    • istiarto says:

      Pak Agus Sulistio
      Maksudnya, dari muara sampai 50 km ke hulu kan? Kebutuhan tidak berbeda dengan kebutuhan untuk memodelkan aliran di sungai pada umumnya. Butuh geometri sungai (peta alur sungai, tampang lintang sungai), debit aliran yang akan lewat di sungai, serta pasang surut di muara. Masalah alur sungai berkelok-kelok tidak menimbulkan masalah; di model, kelokan akan tampak dari jarak antar tampang lintang sungai di bagian alur utama dan di bagian bantaran kiri-kanan.
      Permintaan modul lanjut harap dilewatkan melalui email. Silakan klik di sini.
      Salam
      Istiarto

  4. noor lailan says:

    assalamualaikum pak ist,
    kenapa saat saya memasukkan gambar alur sungai dari CAD ke Hecras, selalu tidak berhasil dengan tulisan yang ditampilkan oleh program ’error plotting schematic’. mohon bantuannya pak. terimaksih

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww
      Coba simpan file CAD gambar situasi alur sungai tersebut kedalam format .dxf dan baca file ini dari HEC-RAS. Semoga berhasil.
      Wassalamu’alaikum ww

  5. gudtama says:

    Aslmualaikum pak….sya ingin bertanya, untuk sungai yang bepbelok, LOB dan ROB nya diambil panjang dari titik mana? Jika radius situasi pembelokan tdk diketahui… menurut bapak pengukuran LOb dan ROB apakah efektif mnggunakan data pengukuran di auto cad? Thanks

  6. istiarto says:

    Wa’alaikumsalam ww.

    LOB dan ROB adalah jarak tempuh aliran di bantaran kiri dan kanan. Apabila sungai tidak memiliki bantaran, maka LOB dan ROB dapat dikosongi, tetapi saya sarankan diisi saja dengan angka yang sama dengan Channel. LOB dan ROB, serta Channel dapat ditentukan dengan menggunakan gambar situasi sungai. Ini sebagai pendekatan awal, yang kemudian dikoreksi setelah membaca hasil simulasi dan melakukan site visit. Apabila site visit tidak mungkin dilakukan, maka penentuan LOB dan ROB dari gambar situasi memang menjadi satu-satunya cara yang dapat dilakukan.

    Wassalamu’alaikum ww.

  7. randy esa says:

    Assalamualaikum wr wb

    Pak Is
    Beberapa waktu yang lalu saya pernah ditanyakan hal serupa dengan yang diatas, dan telah saya jawab dengan mantap :D.
    Tetapi pertanyaan diatas malah berkembang lagi

    jadi dalam hec ras itu terdapat bank kanan, sungai utama dan bank kiri

    nah semua itu bisa dihitung dengan perbedaan jarak antar semua itu, nah masalahnya adalah jika sungai berbelok (anggap belok ke arah kanan) walau kita memasukan jarak semuanya kan terdapat perbedaan ketinggian muka air antara bank kanan dan bank kiri bukan pak? apa hec ras ini dapat mengakomodasi perbedaan tinggi muka air di kanan dan kiri itu pak? karena kita kan tahu kalau hec ras ini adalah program 1 Dimensi.

    pertanyaan diatas sudah saya jawab sama orang yang bertanya pada saya, tapi kok saya kurang puas dengan jawaban saya sendiri ya pak. ada jawaban lain kira2 pak?

    Tks

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      HEC-RAS hanya mengenal satu muka air di suatu tampang lintang. Muka air di alur utama dan di bantaran dianggap sama. Dalam menghitung aliran, HEC-RAS membagi aliran melalui alur utama dan bantaran sebagai aliran melalui dua tampang terpisah. Persamaan kontinuitas massa dan kontinuitas momentum diterapkan secara terpisah pada alur utama dan bantaran, namun muka air di alur utama dan di bantaran pada arah lateral (tegak lurus arah aliran) adalah horizontal. Dengan pendekatan ini, maka (1) transfer momentum antara alur utama dan bantaran diabaikan, (2) debit aliran di alur utama dan di bantaran terbagi menurut kapasitas angkut (conveyance) masing-masing bagian tampang ini.

      Berkaitan dengan alur berkelok (sebenarnya pada alur lurus juga), penting untuk menempatkan tampang lintang tegak lurus arah aliran. Tidak tertutup kemungkinan bahwa potongan tampang lintang tidak berupa satu garis lurus, tetapi arah potongan di alur utama dapat saja berbeda dengan arah potongan di bantaran. Jadi, potongan tampang lintang berupa beberapa segmen garis lurus, masing-masing segmen tegak lurus arah aliran.

      Semoga jawaban saya dapat menambahkan kejelasan.

      Wassalamu’alaikum ww

  8. fathannia says:

    Assalamualaikum pak, saya ingin tanya, pas memasukkan gambar CAD bentuk dxf ke geometric data, itu nanti munculnya seperti apa pak? kok ga muncul gambar autocadnya ya pak. saya masih baru sekali belajar hec ras. terimakasih pak.

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww
      Gambar akan muncul di layar editor data geometri sungai. Apabila gambar tidak tampak, ada kemungkinan layar dalam posisi zoom terlalu jauh sehingga gambar tampak kecil sekali. Pada saat membaca file dxf, muncul pesan “The extents of the data are beyond the current schematic extents, so some of the pictures or river reaches may not be visible. Do you want to increase the schematic extents?” Pilihlah “Yes”. Pada layar editor data geometri sungai, tampak kotak hitam dan kotak merah kecil di pojok kiri atas. Kotak hitam adalah geometry extents yang mencakup seluruh gambar dxf, sedangkan kotak merah adalah posisi view di layar saat ini. Pilih menu View | Full Plot. Sekarang, view di layar mencakup seluruh geometry extents. Jika gambar latar tidak tampak, carilah gambar hitam kecil yang ada di layar. Kadang gambar demikian kecil sehingga tampak sebagai noktak atau titik. Zoom in di bagian noktah tersebut sampai gambar latar tampak jelas.
      Wassalamu’alaikum ww

  9. fathannia says:

    Assalamualaikum pak, maaf saya mau bertanya lagi.
    Kalau belokan sungainya banyak dalam 1 aliran sungai, berarti data input untuk LOB, Channel, ROB nya itu bagaimana pak?terimakasih.

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Tikungan atau belokan dicerminkan oleh LOB, Channel, ROB. Jika belokan banyak, maka pada setiap cross section di tikungan tersebut, aturlah LOB, Channel, ROB. Lebih baik lagi apabila di setiap tikungan ada beberapa cross section atau setidaknya ada dua buah cross section, yaitu satu buah di awal tikungan dan satu buah lagi di akhir tikungan. Data cross section yang berada di awal tikungan memiliki LOB, Channel, ROB yang tidak sama dan mencerminkan jarak aliran di bantaran kiri, di alur utama, dan di bantaran kanan.

      Wassaalmu’alaikum ww

  10. tri utami says:

    Assalamu’alaikum Pak..
    Maaf Pak saya ingin bertanya…
    Boleh tidak Pak kalok untuk mengetahui tinggi muka air dan desain penampang saya merunning datanya dengan tipe steadyflow sedangkan study kasus saya pada sungai yang berkelok…
    Trimakasih Pak..

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww
      Bisa saja. Sungai berkelok tidak menjadi kendala untuk melakukan simulasi aliran permanen. Simulasi aliran permanen sangant membantu dalam pelaksanaan pekerjaan desain alur sungai.
      Wassalamu’alaikum ww

      • tri utami says:

        Wa’alaikumussalam wr.wb
        Maaf Pak, ingin bertanya lgi menyambung yang kemaren Pak.
        Saya akan mendesain penampang sungai utama, tetapi ada suatu anak sungai yang debit masuknya juga harus diperhitungkan, apakah pada anak sungai tersebut juga hrus diketahui batas hulu dan hilirnya?? Atau bisa juga hanya dengan batas hilir sebagai debit masukan di sungai utama tersebut??
        Trimakasih Pak.

        • Istiarto says:

          Wa’alaikumsalam ww
          Kedua cara dapat dilakukan. Apabila aliran di anak sungai tersebut ingin pula dimodelkan, maka perlu data geometri dan syarat batas di hulu anak sungai tersebut. Apabila aliran di anak sungai tidak akan dimodelkan, maka hanya diperlukan hidrograf debit aliran di titik pertemuan anak sungai dengan sungai induk. Hidrograf ini dimasukkan sebagai syarat batas lateral inflow di sungai induk.
          Wassalamu’alaikum ww

  11. Mesta says:

    Pak saya mau bertanya kalau saya menggambarkan reachnya tegak lurus, kemudian saya masukan nilai ROB dn LOB yang bervariasi pada setiap cross secton. Apakah reach yang saya gambar lurus akan ikut berkelok kelok juga ?

    • Istiarto says:

      Ya, HEC-RAS akan mengenali reach itu sebagai reach yang berkelok karena HEC-RAS membaca angka-angka ROB dan LOB. Gambar reach pada layar editor geometri adalah gambar ilustrasi yang membantu kita dalam membaca denah sungai. HEC-RAS tidak membaca gambar, tetapi membaca angka yang diketikkan pada tabel data tampang lintang (RS).

  12. Muhammad Thaahaa says:

    Selamat siang pak. Sebgaimana yang disebutkan pada komen sebelumnya, menggambar geometric data bisa dengan bantuan latar dr file dxf. Saya save file cad dxf tipe 2007. Bagaimana menambahkan file dxf itu ke HEC-RAS? dr menu file>import geometry data? saya tidak bisa menemukan HEC-RAS bisa membaca satupun file berformat dxf. Terima kasih.

    • Istiarto says:

      Dari layar editor geometry data, klik tombol yang berwarna hijau di toolbar atas. Fitur ini ada pada HEC-RAS versi 4. Pada HEC-RAS versi 5, fitur ini hanya membaca layer berformat GIS (.shp).

  13. Rifki says:

    Assalamualaikum pak is, maaf mau bertanya ketika saya import reach sungai dari cad dengan format dxf muncul command “a reach invert line was not found…..”. Dari masalah tersebut kira2 bagaimana solusinya pak? Terimakasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.
      Saya malah tidak tahu kalau HEC-RAS dapat mengimpor reach sungai dari CAD dengan format dxf. Yang saya tahu, HEC-RAS s.d. versi 4.1.0 dapat membaca file berformat dxf untuk dipakai sebagai gambar latar belakang (background) saja. Dengan bantuan gambar latar belakang ini, alur sungai (river reach) dapat dibuat dengan mengikuti gambar latar ini.
      Wassalamu’alaikum ww.

  14. Mayasari says:

    Assalamualaikum Wr Wb
    pak saya ingin menanyakan bagaimana mengubah angka pada hulu sungai. di awal saya sudah terlanjut mengetik hulunya 14700 (m), ternyata ada perubahan hulu sungainya 17400 (m). dan parahnya saya sudah input data cross section nya. saya menggunakan hecras versi 4 beta.
    mohon bantuannya pak, terimaksih
    maaf pak sedikit tambahan.

    dengan desain alur yang sama namun ingin diubah angka di hulu …

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww
      Dari layar editor tampang lintang sungai, klik menu Option, Rename RS. Ganti nama RS 14700 menjadi 17400. Klik tombol OK.
      Sekalian saya sarankan untuk memakai Versi 4.1 atau 5.0.3 daripada memakai versi beta.
      Wassalamu’alaikum ww

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.