HEC-RAS: Steady atau Unsteady Flow Analysis?

Saya pernah mendapatkan pertanyaan dari pembaca mengenai pilihan untuk melakukan steady flow analysis atau unsteady flow analysis. Kapankah cukup melakukan steady flow analysis dan kapankah harus melakukan unsteady flow analysis?

Pilihan untuk melakukan simulasi aliran permanen (steady flow analysis) atau aliran tak permanen (unsteady flow analysis) bergantung kepada kasus yang ditangani atau kepada tujuan melakukan analisis. Simulasi aliran permanen dipilih apabila aliran yang akan disimulasikan (kasus yang ditinjau) memang aliran permanen. Untuk merancang saluran irigasi atau saluran tambak, cukup dilakukan simulasi aliran permanen. Untuk melakukan penelusuran banjir (flood routing) di sungai, perlu simulasi aliran tak permanen. Jika hanya ingin memperkirakan muka air banjir di sepanjang sungai, dapat dilakukan simulasi aliran permanen, dengan catatan bahwa muka air banjir yang hasil hitungan akan lebih tinggi daripada seharusnya (over estimate).

Apakah pilihan antara simulasi aliran permanen atau tak permanen dipengaruhi oleh keberadaan junction atau struktur hidraulik di sungai? Tidak. Keberadaan junction atau struktur hidraulik di sungai (jembatan, gorong-gorong, tanggul, bendung, dsb.) tidak mempengaruhi pilihan antara melakukan simulasi aliran permanen atau tak permanen.

This entry was posted in HEC-RAS and tagged . Bookmark the permalink.

69 Responses to HEC-RAS: Steady atau Unsteady Flow Analysis?

  1. Uning Agus P says:

    Halo Pak Istiarto, saya mau menanyakanan tentang Initial Conditian itu nilainya dari mana ya?? terima kasih pak Istiarto

    • Istiarto says:

      Initial condition (syarat awal) seharusnya bagian dari data masukan. Jadi, nilai syarat awal seharusnya diketahui, misal dari data pengukuran. Namun, hampir dapat dipastikan data ini tidak ada. Syarat awal biasanya saya samakan dengan nilai debit aliran pada awal hidrograf aliran. Apabila simulasi tidak stabil pada waktu-waktu awal, maka hidrograf saya perpanjang di bagian awal, saya beri nilai konstan selama beberapa jam. Ibaratnya, sebagai “pemanasan”.

      • Harfani says:

        Boleh ikut komentar ya pak ? . .. Initial COndition menurut saya adalah dari hasil survey/Observasi lapangan…misal untuk saluran , dari hasil survey dan tanya tanya sama orang sekitar,..kita bisa meperkirakan berapa ketinggian muka air rata rata ( dan tentu bisa memperkirakan debitnya juga) . .. nah nilai itu bisa jadi salah satu Initial Condition,..dan jika ada saluran lain yang masuk kesana,..bisa di jadikan initial condition ( Known WS untuk di Hilir) . .

  2. Uning Agus Prasetyo says:

    Pak Istiarto yang saya Hormati,

    saya mau menanyakan terkait steady, setelah beberapa cross saya tambahkan Inline structure, setelah saya run, di output melintang,, muka air utk Q2 tahun lebih besar Q50 tahun,, dimungkinkan karena apa ya pak??harusnya kan lebih besar Q50 karena angka input debit sudah lebih besar dr Q2

    Terimakasih Pak Istiarto,,
    Salam

    • Istiarto says:

      Benar, seharusnya muka air Q2 lebih rendah daripada muka air Q50 pada geometri sungai yang sama dan syarat batas hilir yang sama. Coba periksa kembali geometry data dan steady flow data. Untuk memastikannya, pakailah satu plan saja. Pada steady flow data masukkan dua syarat batas hulu: PF1 diisi Q2 dan PF2 diisi Q50, sedangkan syarat batas hilir sama pada kedua profile tersebut.

  3. Uning Agus Prasetyo says:

    Pak Istiarto yang saya hormati,,

    Pak Is, yang saya tanyakan tentang running un steady, apabila tinggi muka air hasil running tidak karuan disebabkan apa ya pak??
    Terimakasih

    • Istiarto says:

      Kasus error yang sering saya lihat pada simulasi unsteady flow adalah data aliran (unsteady flow data) tidak kompatibel dengan data geometri sungai. HEC-RAS mengalami kesulitan dalam hitungannya dan hitungan menjadi tidak konvergen.

      Cobalah periksa data geometri sungai dan pastikan bahwa geometri telah benar merepresentasikan sungai di lapangan. Fokuskan pada tempat-tempat yang elevasi dasar sungainya berubah-ubah dalam jarak pendek (“zig-zag” seperti gergaji), terlebih apabila hal ini terjadi di sekitar bangunan (jembatan, bendung, dan sejenisnya). Rapatkan RS di tempat-tempat seperti itu dengan menambahkan tampang lintang.

      Di sisi data aliran, pakailah terlebih dulu debit aliran dan muka air konstan (hidrograf berupa garis horizontal). Pakailah debit sekira debit tahunan.

      Silakan mencoba simulasi aliran dengan kondisi seperti di atas terlebih dulu.

  4. arfida says:

    Pak Istiarto yang saya Hormati,
    terkait dengan pemasukan data cross section. apakah hanya selalu penampang hulu dan hilir saja yang dimasukan lalu diinterpolasi. atau jika terdapat beberapa cross section data elevasi dan station dimasukan semua?

    • Istiarto says:

      Mas Arfida,
      Semua data cross section dimasukkan dalam data geometri sungai. Interpolasi adalah satu langkah darurat alias langkah yang terpaksa dilakukan karena ketidak-cukupan data cross section.

      • arfida says:

        Terimakasih atas jawabannya Pak Istiarto…

        Saya ingin bertanya lagi pak. Saya akan menganalisis aliran dengan kondisi steady flow pak. Saya masih kurang paham untuk pemasukan kondisi batas, perbedaan kondisi batas hulu dan hilirnya (entah itu debitnya dan dimasukan pada ruas yang mana). Dan juga untuk Debit, apakah kita hanya memasukan debit banjir rancangan yang maksimum ?

        • Istiarto says:

          Syarat batas (bukan kondisi batas) diterapkan di batas ruas sungai yang dimodelkan. Untuk sebuah penggal sungai, syarat batas diterapkan di cross section paling hulu dan paling hilir. Besaran debit aliran yang dimasukkan sebagai syarat batas tidak harus debit rancangan atau debit maksimum. Kadang kita ingin pula mengetahui profil muka air untuk debit-debit aliran yang tidak sama dengan debit rancangan. Misalkan, kita masukkan debit aliran hasil pengukuran sebagai syarat batas.

          • arfida says:

            Terimakasih Pak Istiarto…

            Berarti jika kita tidak menganalisa satu sungai secara utuh, untuk penentuan Hulu dan Hilir itu tergantung Ruas yang kita analisa ya pak? Bukan harus benar-benar Hulu dan Hilir dari sungai tersebut?

          • Istiarto says:

            Ya benar.

  5. arfida says:

    saya ingin menulis TA dengan tema HEC-RAS pak, mohon bantuanya.
    terimakasih sebelumnya…

  6. arfida says:

    Terima kasih pak,

    Untuk pembacaan out put pak… Jika yang kita input merupakan debit banjir, maka out put yang kita peroleh merupakan (MAB) muka air banjir. Dan hasilnya tergantung berapa profil muka air yang kita masukan. Apakah benar seperti itu pak?

  7. arfida says:

    Pak.. jika terdapat jembatan yang melintasi sungai, apakah jembatan tersebut termasuk struktur hidaulik? dan data apa saja yang harus diinput pada saat pemasukan data geometri sungai?

    • Istiarto says:

      HEC-RAS dapat memodelkan aliran melalui jembatan. Bentuk struktur jembatan dapat berupa jembatan berpilar atau berupa gorong-gorong. Data yang diperlukan adalah geometri jembatan (posisi atau lokasi, lebar lantai, tebal lantai, bentuk dan ukuran pangkal, bentuk dan ukuran pilar). Jika jembatan berupa gorong-gorong, data yang diperlukan adalah geometri gorong-gorong (jenis gorong-gorong, ukuran tampang lintang, panjang, elevasi dasar, posisi, jumlah, elevasi jalan).

      • arfida says:

        jika keberadaan jembatan tersebut diabaikan, apakah akan berpengaruh besar terhadap pemodelan aliran sungai tersebut pak?

        • Istiarto says:

          Jika geometri jembatan tidak menyebabkan hambatan yang berarti terhadap aliran, maka perbedaan hasil simulasi tidak akan signifikan.

          • arfida says:

            bagaimana cara kita tau bahwa jembatan tersebut tidak menyebabkan hambatan terhadap aliran pak? apakah dilihat dari ukuran pondasi yang tertanam di sungai atau bagaimana pak?

          • Istiarto says:

            Kalau ukuran bagian-bagian jembatan (pilar, pangkal, dab) yang berada di alur sungai sangat kecil dibandingkan dengan luas tampang aliran, maka kita dapat memperkirakan bahwa pengaruh jembatan itu terhadap aliran tidak signifikan. Kalau ingin lebih yakin, maka kita dapat melakukan simulasi dengan dan tanpa jembatan. Hasil cedua simulasi dibandingkan. Toh, memasukkan data jembatan ke model sungai di HEC-RAS tidak membutuhkan effort yang banyak.

  8. arfida says:

    Untuk pemasukan geometri jembatan itu bagaimana ya pak? saya masih belum ada modul yang mencantumkan bangunan hidrolik (yang akan digunakan jembatan). mohon bantuannya pak,, Terimakasih

    • Istiarto says:

      Apakah Mbak Arfida belum memiliki modul lanjut junction and inline structures? Silakan mengajukan permintaan modul lanjut ini melalui email. Klik di sini.

  9. arfida says:

    Pak istiarto,
    untuk pemasukan data Main Chanel Bank Station (pada kolom Left dan Right) apakah itu merupakan data station paling kiri dan kanan pak?

    • Istiarto says:

      Bukan. Itu adalah station paling kiri atau paling kanan alur utama (main channel). Jika tampang sungai tidak memiliki bantaran kiri (left overbank), maka Main Channel Bank Station (Left) adalah station paling kiri. Demikian pula, jika tampang sungai tidak memiliki bantaran kanan (right overbank), maka Main Channel Bank Station (Right) adalah station paling kanan.

  10. arfida says:

    Pak, jika terdapat jembatan (Jembatan jalan) yang melintasi sungai, akan tetapi tidak terdapat pilar (fondasi) yg tertanam di badan sungai, jembatan tersebut tidak akan mempengaruhi aliran sungai kan pak?

    • Istiarto says:

      Maaf baru merespon. Beberapa hari web saya tidak stabil.
      Kalau seperti itu, pengaruh pilar terhadap aliran tidak signifikan dan, oleh karena itu, dapat diabaikan.

      • arfida says:

        terimakasi pak…
        untuk pembacaan out put HEC RAS, saya masih kurang paham tentang perbedaan EG, WS, dan Crit pak…mohon bantuannya

        • Istiarto says:

          EG energy grade line, yaitu garis energi yang merupakan jumlah tinggi energi potensial, tinggi tekanan hidrostatik, dan tinggi kecepatan.
          WS water surface, yaitu posisi muka air.
          Crit critical water surface, yaitu posisi muka air pada kedalaman kritis aliran (kedalaman aliran pada angka Froude sama dengan satu).

  11. arfida says:

    terimakasih pak..
    pak, untuk menetukan angka manning apakah bisa dilihat secara visual dilapangan (tanah/rumput/perkerasan dll) atau dihitung menggunakan persamaan/rumus tertentu? jika dihitung menggunakan persamaan apa pak?

  12. arfida says:

    pak, setelah melakukan simulasi, pada out put detailed table terdapat error dan warning “Slope too sleep for slope area to concierge during supercritical flow calculation (normal depth in below crotical critical depth) water surface set to critical depth” maksudnya bagaimana ya pak? pada saat simulasi saya memilih normal depth dengan kemiringan dasar saluran 0.01 karena memang data yang bisa diketahui adalah data tersebut..

    • Istiarto says:

      Kemiringan dasar sungai curam. Di tempat itu, aliran adalah superkritis. Di batas hilir juga aliran superkritis,sehingga muka air di batas hilir yang ditetapkan oleh Dik Arfida sebagai kedalaman normal menjadi terlalu rendah. HEC-RAS mengubahnya menjadi kedalaman kritis.

  13. reva says:

    Selamat malam pak , saya ingin bertanya . hasil output dari unsteady flow saya berantakan (naik turun curam) hampir di sepanjang saluran. Kira-kira langkah apa ya yang harus saya lakukan agar aliran menjadi smooth? terimakasih

    • Istiarto says:

      Perhatikan jendela yang muncul waktu mengaktifkan tombol Compute. Apakah simulasi sukses? Ini ditandai dengan warna biru pada semua pita. Kalau ada warna merah, berarti simulasi tidak berhasil. Di samping itu, pada jendela tersebut akan muncul pesan Finished Unsteady Flow Simulation dan Finished Post Processing.

      Simulasi yang tidak sukses seringkali disebabkan ketidak-cocokan antara geometri sungai dan debit aliran. Saran saya, cobalah untuk melakukan steady flow simulation terlebih dulu. Pakailah beberapa debit aliran, dari debit kecil sampai debit terbesar. Misal hidrograf debit aliran berkisar antara 20 s.d. 500 m^3/s, maka lakukan simulasi steady flow dengan debit aliran 20, 100, 300, 500 m^3/s. Perhatikan profil muka air hasil simulasi ini untuk mendapatkan gambaran mengenai aliran di sungai yang akan dimodelkan. Ini akan membantu dalam memahami aliran di sungai sebelum melakukan simulasi unsteady flow.

      Selamat mencoba, semoga berhasil.

  14. arfida says:

    Pak, setelah melakukan simulasi output pada general profile plot menujukan grafik kecepatan aliran yang tidak stabil (naik turun tidak stabil). apakah itu wajar pak? atau terdapat kesalahan dalam simulasi saya?
    Terimakasih pak…

    • Istiarto says:

      Belum tentu. Perhatikan juga profil muka air di sepanjang sungai (saluran) setiap waktu. Jika profil muka air mulus atau tidak menunjukkan bentuk yang abnormal, maka hasil simulasi baik-baik saja.

  15. arfida says:

    terimakasih pak
    pak, untuk out put HEC-RAS apakah dalam tabel ditampilkan kapasitas penampang sungai dalam bentuk angka? atau kita harus menghitung secara manual?

    • Istiarto says:

      Dari window utama HEC-RAS, klik ikon bergambar tabel. Ada dua ikon bergambar tabel, yang pertama untuk tampilan hasil per tampang lintang dan yang kedua untuk tampilan hasil seluruh ruas sungai.

  16. preskian says:

    Pak Istiarto yang saya hormati.
    saya ingin bertanya pak, mohon bantuanya. saya menganalisa sepenggal sungai dengan aliran steady flow, tetapi kenapa outputnya di bagian hilir aliranya/muka air semakin menurun padahal penampang saluran hampir sama. mohon bantuanya dimana kesalahan saya pada saat input data. terimakasih pak.

    • Istiarto says:

      Mas Preskian,
      Profil muka air bisa saja menunjukkan kemiringan muka air yang curam di hilir. Jika muka air di batas hilir ditetapkan cukup rendah atau misal ditetapkan sebagai kedalaman kritis, maka bisa saja muka air di hilir turun tajam.

  17. roki says:

    Pak Istiarto yang saya hormati..
    maaf pak menggangu waktunya,saya mau menanyakan tentang unsteady flow..
    setelah input geometri dan peniruan hidraulika lalau saya melakukan run,tapi hasil yang diperoleh yaitu :

    HEC-RAS Error – Incomplete unsteady flow data, the following errors were found:
    plan file: d:\tugas hecras\tugas1.p02
    geom file: d:\tugas hecras\tugas1.g01
    flow file: d:\tugas hecras\tugas1.u01

    Boundary at River: utama Reach: 1 RS: 2
    Stage(s) in time series data are below the cross section minimum.

    yang saya tanyakan itu saya salah input bagian mana pak??
    maturnuwun ..

    • Istiarto says:

      Mas ricowaskitoputro,
      Muka air di batas hilir Sungai Utama, ruas 1, RS 2, terlalu rendah, lebih rendah daripada dasar sungai. Sungai di bagian itu menjadi kering, tidak ada air.

  18. jefpri says:

    pak, saya mau tanya, jika debit telah saya perhitungkan berdasarkan curah hujan 10tahun terahkir dengan metode rasional dan selanjutnya saya menghitung ukuran penampang saluran, apakah bisa menggunaka hec-ras untuk mendapatkan ukuran penampang saluran sesuai debit yang telah di hitung pak? dan ini saluran pada perumahan, jadi saya mau merencanakan penampang saluran drainase perumahan ini pak, yang dimana sumber air dari air hujan dan buangan dari setiap unit rumah. kalau bisa tolong bantuannya pak.

    • Istiarto says:

      Bisa. Jaringan saluran drainase dimodelkan dengan HEC-RAS. Titik atau lokasi beban aliran dari hujan masuk ke setiap ruas saluran diidentifikasikan. Selanjutnya, masukkan data geometri (dimensi) saluran berdasarkan hitungan awal yang telah Mas Jefpri hitung. HEC-RAS akan menyimulasikan aliran di seluruh jaringan saluran drainase tersebut. Dari profil muka air di seluruh jaringan saluran, dapat diketahui kecukupan saluran di setiap ruas. Jika kapasitas saluran kurang, lakukan modifikasi dan lakukan simulasi kembali. Jika perlu, tambahkan bangunan yang dibutuhkan seperti gorong-gorong, pintu, terjunan, dsb. HEC-RAS dapat menyimulasikan bangunan-bangunan itu.

  19. muhammad hafiizh says:

    Kepada Pak Istiarto dan Tim;
    saya ingin mengikuti pelatihan HECRAS ini, bagaimana kabar pelatihannya?
    saya sudah coba kontak melalui email dari bulan Januari 2017 namun sampai saat ini belum ada konfirmasi kepastian pelaksanaan pelatihan.
    bisakah saya mendapat kejelasan pelatihan HECRAS tersebut?
    terima kasih.

    • Istiarto says:

      Semoga Mas Muhammad Hafizh telah menerima email dari Lab Komputasi DTSL FT UGM mengenai jadwal kursus pada April yad.

      • Ayu Ryan Prameswari says:

        Selamat Pagi Pak, bisa minta tolong untuk dikirimkan jadwal kursus hec ras bulan april 2017 ?

  20. Gusti Lanang says:

    yang terhormat bapak istianto.
    saya mahasiswa Teknik sipil UNTAN
    Saya mengambil Skripsi Ini . saat running unsteady flow terjadi error .
    tolong bantuannya pak soalnya belum ada yang mengerti hecras di kampus kami

  21. Istiarto Istiarto says:

    Mas Gusti Lanang, silakan mengirimkan pesan error dan beberapa informasi lain melalui email.

  22. Dhimas S says:

    Selamat Malam Pak Istiarto
    mohon maaf Pak saya ingin bertanya apakah satuan debit pada unsteady flow dapat di ubah dari cfs menjadi m3/dtk ?
    terima kasih atas respon nya pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Bisa.
      Sistem satuan di HEC-RAS adalah US Customary atau SI. Sistem satuan suatu project dapat diubah dari US Customary ke SI melalui menu yang ada di window utama HEC-RAS, Option | Convert Unit System …
      Semoga berhasil.

  23. Harfani says:

    Assalamualikum pak ,..
    Bagaimana meng-Export data Cross section dalam format Excell ( csv) atau Format Txt ke Hecras ?? ..

    bagaimana susunan nya ?…adakah contohnya ?

    terimakasih …

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikiumsalam ww

      Data cross section sungai dalam format CSV terdiri dari 6 atau 5 kolom.
      Jika data 6 kolom, maka:
      baris #1 adalah header berisi tulisan River, Reach, RS, X, Y, Z
      baris #2 dst berisi data nama river, nama reach, nomor RS, koordinat x, koordinat y, koordinat z

      Jika data 5 kolom, maka:
      baris #1 adalah header berisi tulisan River, Reach, RS, Station, Elevation
      baris #2 berisi data nama river, nama reach, nomor RS, angka station, angka elevation
      baris #3 dst idem

      Semoga membantu.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Harfani says:

        Terimakasih pak,..atas waktunya,..tadinya saya fikir input data Hecras sesimple seperti Input data Autocad LDD ( saya biasa memakai Cad LDD )..dimana 1 baris untuk 1 Cross section,.ternyata tidak,..tiap satu Point Cross Section pada hecras ternyata diwakili 1 baris.. jadi , kalau misal 1 penampang Cross section punya 20 point …maka Hecras akan meminta masukan sebanyak 20 baris data csv . .. kira kira begitu ya pak ? ….

        Jadi , ternyata itu tidak praktis,..labih praktis dengan cara membuat data Cross Section lengkap dulu di Excell misal,…terus di Copy paste secara manual ke Form Hecras aktif …

  24. domie oktawijaya says:

    selamat pagi pak, saya mau bertanya untuk skripsi saya yang sekarang macet saat memakai HEC-RAS pak. saya ingin menanyakan membandingkan hasil lapangan yang sudah saya dapat. saya masi bingung debit yang harus dimasukkan saat initial condition dan debit pada saat boundary coundition pak. sedangkan debit yang saya punya adalah hasil perhitungan kecepatan aliran dan luas penampang basah selama saat 27 jam dilapangan pak. mohon bantuannya pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Debit aliran di boundary adalah debit aliran di tempat itu. Jika data pengukuran tidak di tempat itu, pakailah debit aliran hasil pengukuran itu sebagai pendekatan. Debit aliran yang dipakai sebagai initial condition adalah debit aliran pada jam pertama.

  25. Tini Armayani says:

    Assalamualaikum pak istiarto,. sy mencoba mensimulasikan aliran saluran pembuangan (Tail Race) untuk power house. yang saya ingin tanyakan, saluran tailrace kan berasal dr turbin, apakah untuk mensimulasikan keluaran dari sisa air bisa menggunakan inline struktur atau bisa juga dipakai bridge and culverts?.
    saya khawatir kalau pakai model gate biasa, hec ras membaca aliran masuk dari satu sumber saja, bagaimana jika ada dua atau lebih turbin yang mengeluarkan sisa air?
    dan saluran pembuangan yang sy simulasikan elevasi downstreamnya lebih tinggi dari upstreamnya.
    terima kasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Pertama, HEC-RAS tidak dapat memodelkan aliran di draft-tube. Jadi, batas hulu tailrace dimulai setelah aliran keluar dari ujung hilir draft-tube. Pilihan antara inline structure atau bridge/culvert bergantung pada jenis struktur yang ada di tempat itu. Jika ada bangunan berupa sill, gunakan inline structure saja. Jika berupa saluran yang bagian atasnya tertutup, gunakan culvert. Jika saluran tertutup itu terlalu panjang jika dimodelkan sebagai culvert, modelkan sebagai cross section yang diberi lid. Lid ini ditambahkan sebagai tutup atas pada cross section melalui menu Option yang ada di window editor river station.

      Semoga jawaban saya dapat membantu.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Tini Armayani says:

        terima kasih pak atas jawabannya. kemudian yang ingin sy tanyakan lagi, apakah aliran air yang direncanakan masuk ke tunnel bisa disimulasikan di HEC RAS pak? bagaimana jika ada slope dan perbedaan tinggi bukaan pada saluran sebelum masuk ke tunnel? terima kasih pak.

        • Istiarto Istiarto says:

          Bisa. HEC-RAS dapat kita pakai untuk melakukan simulasi aliran sebelum, dalam, dan sesudah tunnel.

          Maksud tinggi bukaan? Apakah ada pintu air? Jika ada pintu air, maka kita memakai inline structure dan gate untuk memodelkan pintu itu.

          • Tini Armayani says:

            apakah dengan memakai inline struktur dan gate untuk memodelkan tunnel, HEC RAS membaca nya sebagai saluran tertutup pak?

            iya pak jika sy merencanakan ada pintu air sebelum masuk ke tunnel tetapi tinggi dan lebar pintu upstream berbeda dengan tinggi dan lebar pintu di downstream apakah sy pakai inline struktur atau sy memakai brdg/culvert, sedangkan pintu air di upstream dan di downstream beda elevasi.

            sy sudah mensimulasikan pintu air diupstream menggunakan inline struktur pak. setelah melakukan simulasi, pada outpunya tertulis “the conveyance ratio (upstream conveyance divided by downstream conveyance) is less than 0.7 or greater than 1.4. This may indicate the need for additional cross sections.”
            rasio pengangkutan /penghatar yg di maksud itu apa pak. mohon penjelasannya.

  26. Istiarto Istiarto says:

    Oh, gate ada dalam tunnel. Saya pikir gate berada sebelum tunnel. Apakah ini semacam butterfly atau diaphragma atau semacam sumbat yang mengecil ke arah hilir? Saya tidak dapat membayangkan bentuk geometri reach dan RS kasus yang sedang ditangani Mbak Tini Armayani ini. Saya belum pernah memodelkan gate dalam tunnel sehingga tidak dapat memberikan tips atau tricks untuk memodelkannya dalam HEC-RAS.

    Salam.

    • Tini Armayani says:

      betul pak, semacam sumbatan yang mengecil ke arah hilir.
      kurang lebih sy ingin mengetahui aliran air pada tunnel jika bentuk penampangnya upstream lebih besar dari pada downstream pak. Apakah menurut pas istiarto akan mengalami loncatan hidrolik atau kah ada momentum yg besar jika kemiringannya upstream dan downstreamnya ekstrim pak. karena jika memang sangat besar berpengaruh pada kekuatan struktur bangunan yg sementara sy rencanakan pak.

      • Istiarto Istiarto says:

        Saya akan dapat lebih faham terhadap kasus ini jika saya diberi gambar atau sketsa tunnel itu. Kalau bersedia, silakan mengirimkan gambar atau sketsa ke alamat email saya istiarto@ugm.ac.id.

  27. Erna says:

    Assalamualaikum pak. Saya mahasiswa d3 tingat akhir dan sekarang sedang menyusun tugas akhir terkait perhitungan kapasitas sungai. Output dr tugas akhir ini ingin merancang bangunan pengendali banjir tp hanya sampai menentukan dimensi bangunan tersebut. Utk daerah yg saya tinjau sering banjir, tp banjirnya bukan hanya dr 1 sungai saja melainkan ada dr limpasan air luar kota. Yang ingin saya tanyakan apakah pd saat menghutung analisa hidrolika menggunakan aliran steady atau unsteady pak?
    Terkait ruang lingkup pembelajaran d3 hanya sampai aliran steady saja.
    Terimakasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Mbak Erna, salam kenal kembali.

      Hitungan steady flow sudah cukup untuk menghitung dimensi bangunan pengendali banjir dan kapasitas tampang sungai. Dalam bahasa sederhana, jika kapasitas tampang sungai dan dimensi bangunan mampu mengalirkan aliran steady, maka mereka pasti mampu pula mengalirkan aliran unsteady. Tinggi tanggl, dimensi spillway, dsb ditetapkan berdasarkan hitungan aliran steady. Bangunan-bangunan itu aman untuk dilewati aliran unsteady dengan debit puncak yang sama dengan debit aliran steady itu.

      Wassalamu’alaikum ww

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.