HEC-RAS: Steady atau Unsteady Flow Analysis?

Saya pernah mendapatkan pertanyaan dari pembaca mengenai pilihan untuk melakukan steady flow analysis atau unsteady flow analysis. Kapankah cukup melakukan steady flow analysis dan kapankah harus melakukan unsteady flow analysis?

Pilihan untuk melakukan simulasi aliran permanen (steady flow analysis) atau aliran tak permanen (unsteady flow analysis) bergantung kepada kasus yang ditangani atau kepada tujuan melakukan analisis. Simulasi aliran permanen dipilih apabila aliran yang akan disimulasikan (kasus yang ditinjau) memang aliran permanen. Untuk merancang saluran irigasi atau saluran tambak, cukup dilakukan simulasi aliran permanen. Untuk melakukan penelusuran banjir (flood routing) di sungai, perlu simulasi aliran tak permanen. Jika hanya ingin memperkirakan muka air banjir di sepanjang sungai, dapat dilakukan simulasi aliran permanen, dengan catatan bahwa muka air banjir yang hasil hitungan akan lebih tinggi daripada seharusnya (over estimate).

Apakah pilihan antara simulasi aliran permanen atau tak permanen dipengaruhi oleh keberadaan junction atau struktur hidraulik di sungai? Tidak. Keberadaan junction atau struktur hidraulik di sungai (jembatan, gorong-gorong, tanggul, bendung, dsb.) tidak mempengaruhi pilihan antara melakukan simulasi aliran permanen atau tak permanen.

This entry was posted in HEC-RAS and tagged . Bookmark the permalink.

152 Responses to HEC-RAS: Steady atau Unsteady Flow Analysis?

  1. Uning Agus P says:

    Halo Pak Istiarto, saya mau menanyakanan tentang Initial Conditian itu nilainya dari mana ya?? terima kasih pak Istiarto

    • Istiarto says:

      Initial condition (syarat awal) seharusnya bagian dari data masukan. Jadi, nilai syarat awal seharusnya diketahui, misal dari data pengukuran. Namun, hampir dapat dipastikan data ini tidak ada. Syarat awal biasanya saya samakan dengan nilai debit aliran pada awal hidrograf aliran. Apabila simulasi tidak stabil pada waktu-waktu awal, maka hidrograf saya perpanjang di bagian awal, saya beri nilai konstan selama beberapa jam. Ibaratnya, sebagai “pemanasan”.

      • Harfani says:

        Boleh ikut komentar ya pak ? . .. Initial COndition menurut saya adalah dari hasil survey/Observasi lapangan…misal untuk saluran , dari hasil survey dan tanya tanya sama orang sekitar,..kita bisa meperkirakan berapa ketinggian muka air rata rata ( dan tentu bisa memperkirakan debitnya juga) . .. nah nilai itu bisa jadi salah satu Initial Condition,..dan jika ada saluran lain yang masuk kesana,..bisa di jadikan initial condition ( Known WS untuk di Hilir) . .

  2. Uning Agus Prasetyo says:

    Pak Istiarto yang saya Hormati,

    saya mau menanyakan terkait steady, setelah beberapa cross saya tambahkan Inline structure, setelah saya run, di output melintang,, muka air utk Q2 tahun lebih besar Q50 tahun,, dimungkinkan karena apa ya pak??harusnya kan lebih besar Q50 karena angka input debit sudah lebih besar dr Q2

    Terimakasih Pak Istiarto,,
    Salam

    • Istiarto says:

      Benar, seharusnya muka air Q2 lebih rendah daripada muka air Q50 pada geometri sungai yang sama dan syarat batas hilir yang sama. Coba periksa kembali geometry data dan steady flow data. Untuk memastikannya, pakailah satu plan saja. Pada steady flow data masukkan dua syarat batas hulu: PF1 diisi Q2 dan PF2 diisi Q50, sedangkan syarat batas hilir sama pada kedua profile tersebut.

  3. Uning Agus Prasetyo says:

    Pak Istiarto yang saya hormati,,

    Pak Is, yang saya tanyakan tentang running un steady, apabila tinggi muka air hasil running tidak karuan disebabkan apa ya pak??
    Terimakasih

    • Istiarto says:

      Kasus error yang sering saya lihat pada simulasi unsteady flow adalah data aliran (unsteady flow data) tidak kompatibel dengan data geometri sungai. HEC-RAS mengalami kesulitan dalam hitungannya dan hitungan menjadi tidak konvergen.

      Cobalah periksa data geometri sungai dan pastikan bahwa geometri telah benar merepresentasikan sungai di lapangan. Fokuskan pada tempat-tempat yang elevasi dasar sungainya berubah-ubah dalam jarak pendek (“zig-zag” seperti gergaji), terlebih apabila hal ini terjadi di sekitar bangunan (jembatan, bendung, dan sejenisnya). Rapatkan RS di tempat-tempat seperti itu dengan menambahkan tampang lintang.

      Di sisi data aliran, pakailah terlebih dulu debit aliran dan muka air konstan (hidrograf berupa garis horizontal). Pakailah debit sekira debit tahunan.

      Silakan mencoba simulasi aliran dengan kondisi seperti di atas terlebih dulu.

  4. arfida says:

    Pak Istiarto yang saya Hormati,
    terkait dengan pemasukan data cross section. apakah hanya selalu penampang hulu dan hilir saja yang dimasukan lalu diinterpolasi. atau jika terdapat beberapa cross section data elevasi dan station dimasukan semua?

    • Istiarto says:

      Mas Arfida,
      Semua data cross section dimasukkan dalam data geometri sungai. Interpolasi adalah satu langkah darurat alias langkah yang terpaksa dilakukan karena ketidak-cukupan data cross section.

      • arfida says:

        Terimakasih atas jawabannya Pak Istiarto…

        Saya ingin bertanya lagi pak. Saya akan menganalisis aliran dengan kondisi steady flow pak. Saya masih kurang paham untuk pemasukan kondisi batas, perbedaan kondisi batas hulu dan hilirnya (entah itu debitnya dan dimasukan pada ruas yang mana). Dan juga untuk Debit, apakah kita hanya memasukan debit banjir rancangan yang maksimum ?

        • Istiarto says:

          Syarat batas (bukan kondisi batas) diterapkan di batas ruas sungai yang dimodelkan. Untuk sebuah penggal sungai, syarat batas diterapkan di cross section paling hulu dan paling hilir. Besaran debit aliran yang dimasukkan sebagai syarat batas tidak harus debit rancangan atau debit maksimum. Kadang kita ingin pula mengetahui profil muka air untuk debit-debit aliran yang tidak sama dengan debit rancangan. Misalkan, kita masukkan debit aliran hasil pengukuran sebagai syarat batas.

          • arfida says:

            Terimakasih Pak Istiarto…

            Berarti jika kita tidak menganalisa satu sungai secara utuh, untuk penentuan Hulu dan Hilir itu tergantung Ruas yang kita analisa ya pak? Bukan harus benar-benar Hulu dan Hilir dari sungai tersebut?

          • Istiarto says:

            Ya benar.

  5. arfida says:

    saya ingin menulis TA dengan tema HEC-RAS pak, mohon bantuanya.
    terimakasih sebelumnya…

  6. arfida says:

    Terima kasih pak,

    Untuk pembacaan out put pak… Jika yang kita input merupakan debit banjir, maka out put yang kita peroleh merupakan (MAB) muka air banjir. Dan hasilnya tergantung berapa profil muka air yang kita masukan. Apakah benar seperti itu pak?

  7. arfida says:

    Pak.. jika terdapat jembatan yang melintasi sungai, apakah jembatan tersebut termasuk struktur hidaulik? dan data apa saja yang harus diinput pada saat pemasukan data geometri sungai?

    • Istiarto says:

      HEC-RAS dapat memodelkan aliran melalui jembatan. Bentuk struktur jembatan dapat berupa jembatan berpilar atau berupa gorong-gorong. Data yang diperlukan adalah geometri jembatan (posisi atau lokasi, lebar lantai, tebal lantai, bentuk dan ukuran pangkal, bentuk dan ukuran pilar). Jika jembatan berupa gorong-gorong, data yang diperlukan adalah geometri gorong-gorong (jenis gorong-gorong, ukuran tampang lintang, panjang, elevasi dasar, posisi, jumlah, elevasi jalan).

      • arfida says:

        jika keberadaan jembatan tersebut diabaikan, apakah akan berpengaruh besar terhadap pemodelan aliran sungai tersebut pak?

        • Istiarto says:

          Jika geometri jembatan tidak menyebabkan hambatan yang berarti terhadap aliran, maka perbedaan hasil simulasi tidak akan signifikan.

          • arfida says:

            bagaimana cara kita tau bahwa jembatan tersebut tidak menyebabkan hambatan terhadap aliran pak? apakah dilihat dari ukuran pondasi yang tertanam di sungai atau bagaimana pak?

          • Istiarto says:

            Kalau ukuran bagian-bagian jembatan (pilar, pangkal, dab) yang berada di alur sungai sangat kecil dibandingkan dengan luas tampang aliran, maka kita dapat memperkirakan bahwa pengaruh jembatan itu terhadap aliran tidak signifikan. Kalau ingin lebih yakin, maka kita dapat melakukan simulasi dengan dan tanpa jembatan. Hasil cedua simulasi dibandingkan. Toh, memasukkan data jembatan ke model sungai di HEC-RAS tidak membutuhkan effort yang banyak.

  8. arfida says:

    Untuk pemasukan geometri jembatan itu bagaimana ya pak? saya masih belum ada modul yang mencantumkan bangunan hidrolik (yang akan digunakan jembatan). mohon bantuannya pak,, Terimakasih

    • Istiarto says:

      Apakah Mbak Arfida belum memiliki modul lanjut junction and inline structures? Silakan mengajukan permintaan modul lanjut ini melalui email. Klik di sini.

  9. arfida says:

    Pak istiarto,
    untuk pemasukan data Main Chanel Bank Station (pada kolom Left dan Right) apakah itu merupakan data station paling kiri dan kanan pak?

    • Istiarto says:

      Bukan. Itu adalah station paling kiri atau paling kanan alur utama (main channel). Jika tampang sungai tidak memiliki bantaran kiri (left overbank), maka Main Channel Bank Station (Left) adalah station paling kiri. Demikian pula, jika tampang sungai tidak memiliki bantaran kanan (right overbank), maka Main Channel Bank Station (Right) adalah station paling kanan.

  10. arfida says:

    Pak, jika terdapat jembatan (Jembatan jalan) yang melintasi sungai, akan tetapi tidak terdapat pilar (fondasi) yg tertanam di badan sungai, jembatan tersebut tidak akan mempengaruhi aliran sungai kan pak?

    • Istiarto says:

      Maaf baru merespon. Beberapa hari web saya tidak stabil.
      Kalau seperti itu, pengaruh pilar terhadap aliran tidak signifikan dan, oleh karena itu, dapat diabaikan.

      • arfida says:

        terimakasi pak…
        untuk pembacaan out put HEC RAS, saya masih kurang paham tentang perbedaan EG, WS, dan Crit pak…mohon bantuannya

        • Istiarto says:

          EG energy grade line, yaitu garis energi yang merupakan jumlah tinggi energi potensial, tinggi tekanan hidrostatik, dan tinggi kecepatan.
          WS water surface, yaitu posisi muka air.
          Crit critical water surface, yaitu posisi muka air pada kedalaman kritis aliran (kedalaman aliran pada angka Froude sama dengan satu).

  11. arfida says:

    terimakasih pak..
    pak, untuk menetukan angka manning apakah bisa dilihat secara visual dilapangan (tanah/rumput/perkerasan dll) atau dihitung menggunakan persamaan/rumus tertentu? jika dihitung menggunakan persamaan apa pak?

  12. arfida says:

    pak, setelah melakukan simulasi, pada out put detailed table terdapat error dan warning “Slope too sleep for slope area to concierge during supercritical flow calculation (normal depth in below crotical critical depth) water surface set to critical depth” maksudnya bagaimana ya pak? pada saat simulasi saya memilih normal depth dengan kemiringan dasar saluran 0.01 karena memang data yang bisa diketahui adalah data tersebut..

    • Istiarto says:

      Kemiringan dasar sungai curam. Di tempat itu, aliran adalah superkritis. Di batas hilir juga aliran superkritis,sehingga muka air di batas hilir yang ditetapkan oleh Dik Arfida sebagai kedalaman normal menjadi terlalu rendah. HEC-RAS mengubahnya menjadi kedalaman kritis.

  13. reva says:

    Selamat malam pak , saya ingin bertanya . hasil output dari unsteady flow saya berantakan (naik turun curam) hampir di sepanjang saluran. Kira-kira langkah apa ya yang harus saya lakukan agar aliran menjadi smooth? terimakasih

    • Istiarto says:

      Perhatikan jendela yang muncul waktu mengaktifkan tombol Compute. Apakah simulasi sukses? Ini ditandai dengan warna biru pada semua pita. Kalau ada warna merah, berarti simulasi tidak berhasil. Di samping itu, pada jendela tersebut akan muncul pesan Finished Unsteady Flow Simulation dan Finished Post Processing.

      Simulasi yang tidak sukses seringkali disebabkan ketidak-cocokan antara geometri sungai dan debit aliran. Saran saya, cobalah untuk melakukan steady flow simulation terlebih dulu. Pakailah beberapa debit aliran, dari debit kecil sampai debit terbesar. Misal hidrograf debit aliran berkisar antara 20 s.d. 500 m^3/s, maka lakukan simulasi steady flow dengan debit aliran 20, 100, 300, 500 m^3/s. Perhatikan profil muka air hasil simulasi ini untuk mendapatkan gambaran mengenai aliran di sungai yang akan dimodelkan. Ini akan membantu dalam memahami aliran di sungai sebelum melakukan simulasi unsteady flow.

      Selamat mencoba, semoga berhasil.

  14. arfida says:

    Pak, setelah melakukan simulasi output pada general profile plot menujukan grafik kecepatan aliran yang tidak stabil (naik turun tidak stabil). apakah itu wajar pak? atau terdapat kesalahan dalam simulasi saya?
    Terimakasih pak…

    • Istiarto says:

      Belum tentu. Perhatikan juga profil muka air di sepanjang sungai (saluran) setiap waktu. Jika profil muka air mulus atau tidak menunjukkan bentuk yang abnormal, maka hasil simulasi baik-baik saja.

  15. arfida says:

    terimakasih pak
    pak, untuk out put HEC-RAS apakah dalam tabel ditampilkan kapasitas penampang sungai dalam bentuk angka? atau kita harus menghitung secara manual?

    • Istiarto says:

      Dari window utama HEC-RAS, klik ikon bergambar tabel. Ada dua ikon bergambar tabel, yang pertama untuk tampilan hasil per tampang lintang dan yang kedua untuk tampilan hasil seluruh ruas sungai.

  16. preskian says:

    Pak Istiarto yang saya hormati.
    saya ingin bertanya pak, mohon bantuanya. saya menganalisa sepenggal sungai dengan aliran steady flow, tetapi kenapa outputnya di bagian hilir aliranya/muka air semakin menurun padahal penampang saluran hampir sama. mohon bantuanya dimana kesalahan saya pada saat input data. terimakasih pak.

    • Istiarto says:

      Mas Preskian,
      Profil muka air bisa saja menunjukkan kemiringan muka air yang curam di hilir. Jika muka air di batas hilir ditetapkan cukup rendah atau misal ditetapkan sebagai kedalaman kritis, maka bisa saja muka air di hilir turun tajam.

  17. roki says:

    Pak Istiarto yang saya hormati..
    maaf pak menggangu waktunya,saya mau menanyakan tentang unsteady flow..
    setelah input geometri dan peniruan hidraulika lalau saya melakukan run,tapi hasil yang diperoleh yaitu :

    HEC-RAS Error – Incomplete unsteady flow data, the following errors were found:
    plan file: d:\tugas hecras\tugas1.p02
    geom file: d:\tugas hecras\tugas1.g01
    flow file: d:\tugas hecras\tugas1.u01

    Boundary at River: utama Reach: 1 RS: 2
    Stage(s) in time series data are below the cross section minimum.

    yang saya tanyakan itu saya salah input bagian mana pak??
    maturnuwun ..

    • Istiarto says:

      Mas ricowaskitoputro,
      Muka air di batas hilir Sungai Utama, ruas 1, RS 2, terlalu rendah, lebih rendah daripada dasar sungai. Sungai di bagian itu menjadi kering, tidak ada air.

  18. jefpri says:

    pak, saya mau tanya, jika debit telah saya perhitungkan berdasarkan curah hujan 10tahun terahkir dengan metode rasional dan selanjutnya saya menghitung ukuran penampang saluran, apakah bisa menggunaka hec-ras untuk mendapatkan ukuran penampang saluran sesuai debit yang telah di hitung pak? dan ini saluran pada perumahan, jadi saya mau merencanakan penampang saluran drainase perumahan ini pak, yang dimana sumber air dari air hujan dan buangan dari setiap unit rumah. kalau bisa tolong bantuannya pak.

    • Istiarto says:

      Bisa. Jaringan saluran drainase dimodelkan dengan HEC-RAS. Titik atau lokasi beban aliran dari hujan masuk ke setiap ruas saluran diidentifikasikan. Selanjutnya, masukkan data geometri (dimensi) saluran berdasarkan hitungan awal yang telah Mas Jefpri hitung. HEC-RAS akan menyimulasikan aliran di seluruh jaringan saluran drainase tersebut. Dari profil muka air di seluruh jaringan saluran, dapat diketahui kecukupan saluran di setiap ruas. Jika kapasitas saluran kurang, lakukan modifikasi dan lakukan simulasi kembali. Jika perlu, tambahkan bangunan yang dibutuhkan seperti gorong-gorong, pintu, terjunan, dsb. HEC-RAS dapat menyimulasikan bangunan-bangunan itu.

  19. muhammad hafiizh says:

    Kepada Pak Istiarto dan Tim;
    saya ingin mengikuti pelatihan HECRAS ini, bagaimana kabar pelatihannya?
    saya sudah coba kontak melalui email dari bulan Januari 2017 namun sampai saat ini belum ada konfirmasi kepastian pelaksanaan pelatihan.
    bisakah saya mendapat kejelasan pelatihan HECRAS tersebut?
    terima kasih.

    • Istiarto says:

      Semoga Mas Muhammad Hafizh telah menerima email dari Lab Komputasi DTSL FT UGM mengenai jadwal kursus pada April yad.

      • Ayu Ryan Prameswari says:

        Selamat Pagi Pak, bisa minta tolong untuk dikirimkan jadwal kursus hec ras bulan april 2017 ?

  20. Gusti Lanang says:

    yang terhormat bapak istianto.
    saya mahasiswa Teknik sipil UNTAN
    Saya mengambil Skripsi Ini . saat running unsteady flow terjadi error .
    tolong bantuannya pak soalnya belum ada yang mengerti hecras di kampus kami

  21. Istiarto Istiarto says:

    Mas Gusti Lanang, silakan mengirimkan pesan error dan beberapa informasi lain melalui email.

  22. Dhimas S says:

    Selamat Malam Pak Istiarto
    mohon maaf Pak saya ingin bertanya apakah satuan debit pada unsteady flow dapat di ubah dari cfs menjadi m3/dtk ?
    terima kasih atas respon nya pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Bisa.
      Sistem satuan di HEC-RAS adalah US Customary atau SI. Sistem satuan suatu project dapat diubah dari US Customary ke SI melalui menu yang ada di window utama HEC-RAS, Option | Convert Unit System …
      Semoga berhasil.

  23. Harfani says:

    Assalamualikum pak ,..
    Bagaimana meng-Export data Cross section dalam format Excell ( csv) atau Format Txt ke Hecras ?? ..

    bagaimana susunan nya ?…adakah contohnya ?

    terimakasih …

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikiumsalam ww

      Data cross section sungai dalam format CSV terdiri dari 6 atau 5 kolom.
      Jika data 6 kolom, maka:
      baris #1 adalah header berisi tulisan River, Reach, RS, X, Y, Z
      baris #2 dst berisi data nama river, nama reach, nomor RS, koordinat x, koordinat y, koordinat z

      Jika data 5 kolom, maka:
      baris #1 adalah header berisi tulisan River, Reach, RS, Station, Elevation
      baris #2 berisi data nama river, nama reach, nomor RS, angka station, angka elevation
      baris #3 dst idem

      Semoga membantu.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Harfani says:

        Terimakasih pak,..atas waktunya,..tadinya saya fikir input data Hecras sesimple seperti Input data Autocad LDD ( saya biasa memakai Cad LDD )..dimana 1 baris untuk 1 Cross section,.ternyata tidak,..tiap satu Point Cross Section pada hecras ternyata diwakili 1 baris.. jadi , kalau misal 1 penampang Cross section punya 20 point …maka Hecras akan meminta masukan sebanyak 20 baris data csv . .. kira kira begitu ya pak ? ….

        Jadi , ternyata itu tidak praktis,..labih praktis dengan cara membuat data Cross Section lengkap dulu di Excell misal,…terus di Copy paste secara manual ke Form Hecras aktif …

  24. domie oktawijaya says:

    selamat pagi pak, saya mau bertanya untuk skripsi saya yang sekarang macet saat memakai HEC-RAS pak. saya ingin menanyakan membandingkan hasil lapangan yang sudah saya dapat. saya masi bingung debit yang harus dimasukkan saat initial condition dan debit pada saat boundary coundition pak. sedangkan debit yang saya punya adalah hasil perhitungan kecepatan aliran dan luas penampang basah selama saat 27 jam dilapangan pak. mohon bantuannya pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Debit aliran di boundary adalah debit aliran di tempat itu. Jika data pengukuran tidak di tempat itu, pakailah debit aliran hasil pengukuran itu sebagai pendekatan. Debit aliran yang dipakai sebagai initial condition adalah debit aliran pada jam pertama.

  25. Tini Armayani says:

    Assalamualaikum pak istiarto,. sy mencoba mensimulasikan aliran saluran pembuangan (Tail Race) untuk power house. yang saya ingin tanyakan, saluran tailrace kan berasal dr turbin, apakah untuk mensimulasikan keluaran dari sisa air bisa menggunakan inline struktur atau bisa juga dipakai bridge and culverts?.
    saya khawatir kalau pakai model gate biasa, hec ras membaca aliran masuk dari satu sumber saja, bagaimana jika ada dua atau lebih turbin yang mengeluarkan sisa air?
    dan saluran pembuangan yang sy simulasikan elevasi downstreamnya lebih tinggi dari upstreamnya.
    terima kasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Pertama, HEC-RAS tidak dapat memodelkan aliran di draft-tube. Jadi, batas hulu tailrace dimulai setelah aliran keluar dari ujung hilir draft-tube. Pilihan antara inline structure atau bridge/culvert bergantung pada jenis struktur yang ada di tempat itu. Jika ada bangunan berupa sill, gunakan inline structure saja. Jika berupa saluran yang bagian atasnya tertutup, gunakan culvert. Jika saluran tertutup itu terlalu panjang jika dimodelkan sebagai culvert, modelkan sebagai cross section yang diberi lid. Lid ini ditambahkan sebagai tutup atas pada cross section melalui menu Option yang ada di window editor river station.

      Semoga jawaban saya dapat membantu.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Tini Armayani says:

        terima kasih pak atas jawabannya. kemudian yang ingin sy tanyakan lagi, apakah aliran air yang direncanakan masuk ke tunnel bisa disimulasikan di HEC RAS pak? bagaimana jika ada slope dan perbedaan tinggi bukaan pada saluran sebelum masuk ke tunnel? terima kasih pak.

        • Istiarto Istiarto says:

          Bisa. HEC-RAS dapat kita pakai untuk melakukan simulasi aliran sebelum, dalam, dan sesudah tunnel.

          Maksud tinggi bukaan? Apakah ada pintu air? Jika ada pintu air, maka kita memakai inline structure dan gate untuk memodelkan pintu itu.

          • Tini Armayani says:

            apakah dengan memakai inline struktur dan gate untuk memodelkan tunnel, HEC RAS membaca nya sebagai saluran tertutup pak?

            iya pak jika sy merencanakan ada pintu air sebelum masuk ke tunnel tetapi tinggi dan lebar pintu upstream berbeda dengan tinggi dan lebar pintu di downstream apakah sy pakai inline struktur atau sy memakai brdg/culvert, sedangkan pintu air di upstream dan di downstream beda elevasi.

            sy sudah mensimulasikan pintu air diupstream menggunakan inline struktur pak. setelah melakukan simulasi, pada outpunya tertulis “the conveyance ratio (upstream conveyance divided by downstream conveyance) is less than 0.7 or greater than 1.4. This may indicate the need for additional cross sections.”
            rasio pengangkutan /penghatar yg di maksud itu apa pak. mohon penjelasannya.

  26. Istiarto Istiarto says:

    Oh, gate ada dalam tunnel. Saya pikir gate berada sebelum tunnel. Apakah ini semacam butterfly atau diaphragma atau semacam sumbat yang mengecil ke arah hilir? Saya tidak dapat membayangkan bentuk geometri reach dan RS kasus yang sedang ditangani Mbak Tini Armayani ini. Saya belum pernah memodelkan gate dalam tunnel sehingga tidak dapat memberikan tips atau tricks untuk memodelkannya dalam HEC-RAS.

    Salam.

    • Tini Armayani says:

      betul pak, semacam sumbatan yang mengecil ke arah hilir.
      kurang lebih sy ingin mengetahui aliran air pada tunnel jika bentuk penampangnya upstream lebih besar dari pada downstream pak. Apakah menurut pas istiarto akan mengalami loncatan hidrolik atau kah ada momentum yg besar jika kemiringannya upstream dan downstreamnya ekstrim pak. karena jika memang sangat besar berpengaruh pada kekuatan struktur bangunan yg sementara sy rencanakan pak.

      • Istiarto Istiarto says:

        Saya akan dapat lebih faham terhadap kasus ini jika saya diberi gambar atau sketsa tunnel itu. Kalau bersedia, silakan mengirimkan gambar atau sketsa ke alamat email saya istiarto@ugm.ac.id.

  27. Erna says:

    Assalamualaikum pak. Saya mahasiswa d3 tingat akhir dan sekarang sedang menyusun tugas akhir terkait perhitungan kapasitas sungai. Output dr tugas akhir ini ingin merancang bangunan pengendali banjir tp hanya sampai menentukan dimensi bangunan tersebut. Utk daerah yg saya tinjau sering banjir, tp banjirnya bukan hanya dr 1 sungai saja melainkan ada dr limpasan air luar kota. Yang ingin saya tanyakan apakah pd saat menghutung analisa hidrolika menggunakan aliran steady atau unsteady pak?
    Terkait ruang lingkup pembelajaran d3 hanya sampai aliran steady saja.
    Terimakasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Mbak Erna, salam kenal kembali.

      Hitungan steady flow sudah cukup untuk menghitung dimensi bangunan pengendali banjir dan kapasitas tampang sungai. Dalam bahasa sederhana, jika kapasitas tampang sungai dan dimensi bangunan mampu mengalirkan aliran steady, maka mereka pasti mampu pula mengalirkan aliran unsteady. Tinggi tanggl, dimensi spillway, dsb ditetapkan berdasarkan hitungan aliran steady. Bangunan-bangunan itu aman untuk dilewati aliran unsteady dengan debit puncak yang sama dengan debit aliran steady itu.

      Wassalamu’alaikum ww

  28. Romi says:

    Pak Istiarto saya ingin bertanya, pada saat memasukan data steady flow di boundary condition, data “known ws” itu maksudnya data apa ya pak?
    karena saya ketika memasukan angka 1 hasil hulu nya selalu banjir, sedangkan hilir tidak,
    mohon bantuannya pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Mas Romi,
      Syarat batas (boundary condition) di hilir “Known WS” menyatakan bahwa di batas hilir elevasi muka air diketahui. Ketika “Known WS” diisi “1”, maka HEC-RAS menetapkan muka air di batas hilir (muka air di RS paling hilir) pada posisi elevasi +1 m. Ketika di batas hulu diberi aliran dengan debit Q, maka HEC-RAS menghitung profil muka air di sepanjang alur kecuali di batas hilir karena di batas hilir posisi muka air pasti +1 m.

  29. tenni says:

    Yth Pak Is,
    saya baru mulai ngulik hec ras, jika ingin melakukan perhitungan/simulasi untuk unsteady flow, langkah apa yang harus saya lakukan dari awal (flow nya s/d dapat nilai akhir). hal ini sangat membantu saya terkait skripsi saya saat ini. terima kasih banyak atas bantuannya Pak Is.

  30. Hendy says:

    Assalamualaikum pak is salam kenal,

    Sy ingin tanya, untuk mengetahui mab pada sistem sungai di daerah yg sering banjir yg memiliki beberapa anak sungai cukup menggunakan steady flow ya pak?

    Lalu known ws itu apa dimasukkan data elevasi kejadian banjir maksimum yg pernah terjadi di hilir pak?
    Terimakasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Jika memiliki data hidrograf debit aliran atau hidrograf muka air, sebaiknya melakukan simulasi aliran tak permanen (unsteady flow analysis).

      Known WS adalah muka air yang diketahui, misal dari pengukuran.

      Wassalamu’alaikum ww

  31. dexter says:

    Yth Pak Is,
    saya baru mulai menggunakan hec ras..saya ingin bertanya..pada saat saya mengklik “compute” pada running sedimen transport analysis.. mucul kalimat begini pak “Check Sediment Data:
    Flow or Temp time series date is not sufficient to run requested time window.”

    Sudah berhari-hari saya belum dapat solusinya..aliran steady dan un steady dapat di compute sementara sedimen transport tidak. terima kasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Mas dexter (excavatordestroyer@yahoo.co.id).
      Coba periksa data Quasy Unsteady Flow. Pastikan bahwa panjang data tidak lebih pendek daripada waktu simulasi. Waktu terakhir pada data quasy unsteady flow harus tidak lebih awal daripada Ending Date, Ending Time di layar editor Plan.

  32. Nadhira says:

    Assalamu’alaikum Pak Is,
    Saya baru menggunakan Hecras dan latihan melalui modul hecras untuk dasar milik bapak, pada saat saya mengklik ‘compute’ pada steady flow analisis, muncul kalimat seperti ini pak:

    Error: ras geometry file:’c:\Program Files (x86)\HEC\HEC-RAS\5.0.5\x64\Sederhana.g01.tmp.hdf’ not found.

    Sudah di ubah kembali geometry datanya dan di apply tapi tetap muncul error seperti itu. Mohon solusinya Pak Is, terimakasih sebelumnya. Wassalamu’alaikum.

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Error itu berkaitan dengan Hydraulic Table Parameters. Dari layar editor geometric data, pilih papan tombol “HTab. Param” di sisi kiri bawah. Pilih semua kolom dan klik tombol “Reset Defaults”.

      Cara lain, pakailah HEC-RAS 4.1 karena modul dasar itu mengacu kepada HEC-RAS 4.1. Saudara sepertinya memakai HEC-RAS 5.0.5.

      Wassalamu’alaikum ww

  33. Cahya says:

    Assalamualaikum Pak is.

    Setelah saya meng klik compute, terdapat warning, seperti ini “warning! Extrapolated above cross section table at:”

    Itu bagaimana Dan kenapa ya Pak.? Terima kasih.

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Dugaan saya, HEC-RAS melakukan ekstrapolasi HTab Parameters karena muka air hasil hitungan melebihi muka air tertinggi dalam Hydraulic Table Parameters itu. Buka layar editor geometric data, klik tombol HTab Param di sisi kiri. Perhatikan tabel yang muncul. Apakah muka air melebihi muka air tertinggi dalam tabel? Jika ya, ubah muka air tertinggi.

      Perlu pula diperiksa, jangan-jangan debit aliran di syarat batas hulu (boundary condition) terlalu besar untuk melewati sungai.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Cahya says:

        oh begitu Pak.

        nah itu Pak yang saya bingung, ketika menghitung hidrograf banjir rancangan kan di titik outlet (hilir), tapi ketika di hecras dimasukkan ke hulu. jadi kebesaran debit aliran di boundary condition hulunya pak.

        nah itu bagaimana Pak?
        mohon penjelasannya.
        terima kasih.

        • Istiarto Istiarto says:

          Mas Cahya,

          Hidrograf yang di-input-kan sebagai syarat batas HEC-RAS haruslah hidrograf di lokasi batas model. Contoh, hidrograf aliran sebagai syarat batas hulu adalah hidrograf aliran di batas hulu, bukan di batas hilir.

          Wassalamu’alaikum ww

  34. Cahya says:

    Waalaikumsalam..

    Oh begitu, terima kasih Pak is,
    Jazakallah khayran

  35. saya melakukan run,tapi hasil yang diperoleh yaitu :

    HEC-RAS Error – Incomplete unsteady flow data, the following errors were found:
    plan file: d:\tugas hecras\tugas1.p02
    geom file: d:\tugas hecras\tugas1.g01
    flow file: d:\tugas hecras\tugas1.u01

    Boundary at River: utama Reach: 1 RS: 2
    Stage(s) in time series data are below the cross section minimum.
    maaf pak Is sebelumnya saya jg ada kendala terkait masalah trsebut. lalu lngkah apa yg harus direvisi ya pak? mohon pnjelasannya.
    terima kasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Perhatikan data unsteady flow data di RS 2, Reach 1, River utama. Ada data elevasi muka air yang lebih rendah daripada elevasi dasar sungai. Ini tidak boleh.

  36. Hendra says:

    Pak Istiarto yang saya hormati..
    Saya ingin bertanya terkait input data aliran pada program hecras..
    Sya sekarang sedang ada kajian penanggulangan banjir di kota dumai. dalam kajian ini kita fokus pada genangan air/banjir di perkotaan akibat air hujan dan genangan air/banjir/limpasan air sungai ketika banjir rob..
    pertanyaan saya apakah data flow hydrograf banjir rencana pada periode tertentu adalah selalu sebagai kondisi di batas bagian hulu? begitu juga sebaliknya, apakah data stage hydrograf (data muka air pasut dilapangan sebagi kondisi dibatas bagian hilir? bagaimana menentukan data apa yang di input untuk batas bagian hulu dan hilir..terimakasih atas waktu dan tanggapannya, smg bapak selalu dalam keadaan sehat walafiat..

    • Istiarto Istiarto says:

      Mas Hendra,

      Syarat batas di hulu tidak harus debit aliran, demikian pula syarat batas di hilir tidak harus muka air. Maaf, saya tidak memakai istilah “kondisi batas” untuk menerjemahkan “boundary conditions” karena “condition” di sini berbeda dengan “kondisi” dalam Bahasa Indonesia. Syarat batas di hulu dapat saja berupa hidrograf muka air dan syarat batas di hilir beruba hidrograf debit aliran. Contoh, sebuah saluran intake yang mengambil air dari laut dengan cara dipompa. Aliran dari laut menuju ke rumah pompa melalui saluran intake. Di sini, syarat batas di hulu adalah pasang surut air laut dan syarat batas di hilir adalah debit pemompaan.

      Salam.

  37. utari dwi lestari says:

    assalamualaykum pak istiarto,
    saya mau tanya, saya menambahkan jembatan pada sungai yang saya hitung akan tetapi profil muka air yang diperoleh sgt berantakan pak. kira2 saya salah dimananya ya pak ?
    mohon penjelasannya pak.
    terimakasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Sulit untuk mengetahui penyebabnya dengan hanya informasi yang sangat sedikit seperti ini. Apakah simulasi berjalan lancar tanpa jembatan?

      Wassalamu’alaikum ww

  38. utari dwi lestari says:

    simulasi berjalan lancar pak dengan atau tanpa adanya jembatan. tetapi saat saya add jembatan dan pier, profil muka airnya menjadi berantakan. apakah memang seperti itu ya pak bila ditambah jembatan kasusnya ?

  39. prambudi terrano says:

    pak istiarto saya mau bertanya,
    bagaimana mencari luas daerah genangan selain menggunakan dem?
    terimakasih.

    • Istiarto Istiarto says:

      Luas genangan membutuhkan informasi elevasi lahan. Jika aliran di kawasan genangan penting, maka modelkan dengan fitur 2D. Alternatifnya, modelkan genangan denan memakai fitur Storage Area (SA). Dalam memodelkan SA, ada pendekatan sederhana untuk menghitung luas/volume genangan, yaitu dengan menganggap hubungan linear antara luas genangan dan elevasi lahan. Di sini, data DEM tidak harus ada.

  40. Vania Lulu says:

    Salam sejahtera, Pak Is.
    Saya Vania dari Semarang, Pak.

    Saya sedang menyusun skripsi tentang Sungai Banjir Kanal Barat. Saya ingin bertanya seputar data yang diinput untuk pada Unsteady Flow, khususnya flow hydrograph dan stage hydrograph, Pak. Untuk data yang diinput dalam flow hydrograph apakah benar data hidrograf yang diperoleh dari HEC-HMS? Lalu untuk stage hydrograph apakah benar menggunakan data pasut air laut? Mohon maaf sebelumnya saya bertanya tentang ini, karena saya sudah mencoba mencari penjelasan yang detail, namun saya belum mendapatkannya, Pak.

    Terima kasih banyak sebelumnya, Pak.

    Salam.

    • Istiarto Istiarto says:

      Mbak Vania,

      Maaf, slow response karena kesibukan.

      Benar, flow hydrograph sebagai data masukan ke HEC-RAS dapat memakai hidrograf debit yang diperoleh dari hitungan dengan HEC-HMS. Benar pula, stage hydrograph dapat diisi dengan data pasang surut air laut.

      Salam.

  41. Asep Ferdiansyah says:

    Asslamualaikum pak Is. Saya running pintu di Inline structure. Saya running dengan pintu tertutup. Tapi mengapa di hasil simulasi masih mengalir ya. Bukannya harus terbendung??

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Seharusnya kalau pintu ditutup, maka aliran tidak terjadi atau ada aliran melimpas melalui pintu untuk pintu jenis overflow. Saya dapat memberikan saran apabila saya diberi informasi yang lebih banyak, misal gambar (screenshot) data geometri pintu dan pengaturan pintu yang dituliskan di unsteady flow data. Boleh pula dikirimkan melalui email ke saya; sila klik http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/contact/.

      Wassalamu’alaikum ww

  42. Jimmy says:

    Salam pak Istiarto yang saya hormati, saya mau tanya untuk slope satuan yang digunakan adalah derajat atau persen?, seperti pada saat memilih boundary condition sy memilih “normal depth” di situ ada pemberitahuan untuk imput data slope, kemudian untuk mendapatkan data slope saya harus ambilnya dimana.?

    • Istiarto Istiarto says:

      Slope di-input-kan tanpa skala, misal 0.001. Slope ini adalah kemiringan garis energi. Kedalaman normal adalah kedalaman aliran seragam (uniform flow). Pada aliran seragam, kemiringan garis energi, kemiringan muka air, dan kemiringan dasar saluran adalah sama. Garis energi sejajar dengan muka air dan dasar sungai.

  43. hendra says:

    asmlkm pak, ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan
    saya membuat model sungai dimana di tengah sungainya ada waduk yg sya modelkan sebagai storage area, ketika saya running muncul warning sbb:

    “SA/2D Connection: 943
    The “start” part of the connection must reference a storage area or cross section.
    The “end” part of the connection must reference a storage area or cross section.”
    mungkin ada solusinya pak..trimakasih.

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Dengan cara atau struktur apakah koneksi antara SA dengan reach? Apakah koneksi langsung antara reach dengan SA atau melalui lateral structure? Jika koneksi langsung, pastikan bahwa SA berkoneksi dengan reach (ada titik bulat sebagai tanda koneksi). Jika koneksi melalui lateral structure, periksa Tailwater Connection dan pastikan merujuk kepada SA itu.

      Wassalamu’alaikum ww

  44. Hendra says:

    Sya koneksikan langsung dari reach ke SA pak, alhamdulillah telah terpecahkan warningnya pak..trimakasih atas bimbingannya pak..

  45. Mia says:

    Salam Pak,

    Saya Mia , saya ingin menanyakan seputar skripsi saya ttg Pengaruh Pasang Surut Terhadap Tinggi Muka Air Banjir. Jika saya ingin input data pasut apakah saya harus menggunakan steady flow atau unsteady flow ? Dan dimenu apakah saya harus memasukkan data pasang surut tersebut ?

    • Istiarto Istiarto says:

      Mbak Mia, selamat malam.

      Data pasut dimasukkan (di-input-kan) sebagai Stage Hydrograph dalam Unsteady Flow Data. Klik menu Edit, pilih Unsteady Flow Data. Pada layer editor Unsteady Flow Data, klik isian di samping RS tempat data pasut. Pilih Stage Hydrograph dan tuliskan data pasang surut.

      Semoga berhasil.

      • Mia says:

        Terima kasih pak atas jwbnnya..

        Pak saya ingin bertanya lagi, jka saya sudah mendapatkan data debit puncak dan pasang tertinggi bisakah saya memasukan/menginput data tersebut di steady flow ?
        Kalau bisa bagaimana caranya ?

        • Istiarto Istiarto says:

          Bisa.

          Data debit aliran dan muka air laut di-input-kan dalam Steady Flow Data. Klik menu Edit, pilih Steady Flow Data. Ketikkan nilai debit aliran dalam kolom PF1. Klik tab Reach Boundary Condition. Klik Known WS dan ketikkan elevasi muka air laut.

          Apabila kurang jelas, silakan membaca HEC-RAS Dasar: Simple Geometry River halaman 18-19. Modul pembelajar ini dapat didownload dari http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/hidter/HEC-RAS%20Dasar%20Simple%20Geometry%20River%20Jul14.pdf.

          • Mia says:

            Slmt pagi pak sya ingin bertanya lagi ..
            Reach boundary conditions untuk pengisian known ws yg berisi nilai pasang surut harus diisikan di upstream ato downstream ya pak ? Atau ke 2-2nya ?

            Terima kasih pak

          • Istiarto Istiarto says:

            Mbak Mia,

            Syarat batas (boundary condition) Known WS diisikan di batas model tempat elevasi muka air atau pasang-surut itu diketahui. Untuk sebuah model sungai atau saluran yang mengalir dan bermuara di laut, maka syarat batas Known WS diisikan di hilir (laut). Untuk sebuah saluran intake yang mengambil air laut, dialirkan untuk suatu keperluan di darat, maka syarat batas Known WS diisikan di hulu (laut).

          • Mia says:

            Terima kasih pak atas jawabannya,
            Pak saya ingin bertanya lagi ,

            Pak saya sudah running 2 project hec ras di steady analysis dengan data debit yang sama di PF dengan berbagai kala ulang, namun di reach boundry condition – downstreamnya untuk known ws nya berbeda…
            Project pertama yg dlm keadaan normal diisikan “1”
            Project ke dua yg dipakaikan pasang surut diisikan “3,7” sesuai dengan pasang tertinggi.
            Yang ingin saya tanyakan pak, mengapa kenaikan air dari keadaan normal ke pasang tertinggi setiap kala ulang semakin menurun ? Contohnya pak kenaikan di kala ulang 5 thn = 0,96 , kala ulang 10 thn = 0,78 , kala ulang 25 thn = 0,49 , kala ulang 50 thn = 0,38 , kala ulang 100 thn = 0,28 . Terima kasih pak .. mohon pencerahannya

          • Istiarto Istiarto says:

            Saya kurang dapat memahami pertanyaan ini. Maksud kenaikan muka air adalah perbedaan muka air pada saat syarat batas hilir 3.7 dan 1? Saya kira hasil simulasi itu tidak bermasalah. Memang muka air berbeda jika syarat batas berubah, baik syarat batas muka air (pasang-surut) maupun syarat batas debit aliran.

  46. Abdul Hasyim says:

    Assalamu’alaikum.
    Pak, sya sdang melakukan analisa normalisasi sungai. Dsni sya mencoba menganalisa penampang sungai apakah perlu di normalisasi atau tidak berdasarkan tinggi muka air banjir hasil htungan saya dengan kala ulang tertentu. Apabila sya memodelkannya ke dalam Hec-ras dengan analisa 2D, apakah sya hrus menggunakan Steady atau Unsteady ? Jika sya menggunakan Steady flow, apakah saya bisa menggunakan syarat batas “Known ws” dari tinggi MAB hasil htungan sya ? Dan Jika hasil running sya nanti menunjukan bahwa terjadi banjir dititik-titik tertentu, bagaimana cara agar saya bisa menghitung luas daerah yang terkena bajir ?
    Terima kasih.

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb

      1. Simulasi dapat dilakukan dengan pilihan steady flow analysis atau unsteady flow analysis.

      2. Syarat batas “Known WS” dapat dipakai. Saya kurang faham dengan kalimat “… dari tinggi MAB hasil hitungan saya?”. MAB adalah output HEC-RAS. HEC-RAS memang menghitung profil muka air di sepanjang sungai.

      3. Daerah genangan dapat ditampilkan dan dibaca dari menu RAS Mapper. Gunakan terrain data dengan resolusi yang memungkinkan untuk melakukan analisa geospasial genangan banjir. Saya sendiri belum pernah memiliki data terrain yang mencukupi untuk pemetaan genangan banjir di HEC-RAS 2D. Kalau Mas Abdul Hasyim memiliki data terrain resolusi tinggi, saya akan sangat berterima kasih apabila Mas Abdul Hasyim berkenan mengirimkannya kepada saya untuk saya pakai belajar menggunakan fitur 2D di HEC-RAS.

      Wassalamu’alaikum wr wb

  47. Vania Lulu says:

    Baik terima kasih untuk responnya, Pak.

    Saya ingin bertanya lagi. Apabila saya ingin melakukan “Run” pada unsteady flow, tetapi muncul jendela dengan kata-kata seperti ini, Pak.

    “HTab parameter for starting elevation is lower than the lowest elevation in the cross section main channel”

    Ini berarti maksudnya bagaimana ya, Pak?
    Mohon bantuannya, Pak Is.

    Terima kasih banyak.

    • Istiarto Istiarto says:

      Mbak Vania Lulu,

      Itu salah satu “kerewelan” versi 5. Sejak versi 5.0 sampai versi 5.0.6, itu tidak selalu muncul. Itu sebabnya, saya masih bertahan di versi 4.

      Permasalahan terletak pada geometry preprocessor HEC-RAS 5, yang salah. Untuk memperbaikinya, buka layar editor Geometry Data. Aktifkan HTab Param (tombol di sisi kiri-bawah). Pada tabel yang muncul, pilih kolom Starting El. Klik tombol Reset Defaults. Klik OK dan simpan file Geometry Data.

      Semoga berhasil.

  48. fitri febriyani says:

    assalamualaikum pak, izin bertanya saya mahasiswi tingkat akhir sedang menyusun skripsi mengenai aliran balik menggunakan hecras, disini sya menggunakan unsteady flow, yang ingin saya tanyakan apakah bisa pada flow hydrograph hanya menggunakan debit puncak hasil dari metode rasional? kemudian apakah nilai debit yang lainnya bisa menggunakan asumsi? terimkasih pak mohon jawabannya

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb

      Ya, flow hydrograph boleh diisi dengan debit puncak saja, dari awal sampai akhir waktu hidrograf.

      Saya tidak faham dengan pertanyaan kedua, “… apakah nilai debit yang lainnya bisa menggunakan asumsi?”

      Saya malah bertanya. Jika flow hydrograph hanya berisi debit puncak saja, mengapa tidak memakai steady flow analysis?

      Wassalamu’alaikum wr wb

      • Fitri Febriyani says:

        maksudnya bagaimnaa dengan nilai pada stagenya sedangkan sya hnya pya satu debit? apakah bsa pak, sedangkan penelitian sya tntang analisis pengaruh back water dimana pada hilir ada dua opsi yang pertama tanpa pengaruh pasang srut dan yang kedua dengan pengaruh pasang surut. terimkasih pak mhon infonya.

        • Istiarto Istiarto says:

          Kalau begitu, lakukan dua kali simulasi. Syarat batas hilir pada simulasi pertama adalah Stage Hydrograph yang memiliki elevasi muka air konstan sepanjang waktu (kurva hidrograf berupa garis lurus horizontal). Syarat batas hilir pada simulasi kedua adalah Stage Hydrograph, berupa hidrograf elevasi muka air yang mengikuti gerak pasang surut air.

    • Ranny says:

      Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat Pagi Pak, Perkenalkan saya Ranny, mau bertanya. Saya sedang melakukan run pada hecras versi 5.03 untuk unsteady flow tetapi pada saat proses komputasi berhenti pada computing XS Interpolation Surface, sudah saya coba tunggu semalam, tetapi tetap tidak ada perkembangan. Mohon solusinya Pak, terimakasih.

  49. Vania Lulu says:

    Salam sejahtera, Pak Is.
    Mohon bantuannya lagi Pak IS.

    Saya sedang mengerjakan Tugas Akhir menggunakan HEC-RAS versi 5.0.1. dan menggunakan unsteady flow. Semua data sudah saya masukkan, tetapi berkali-kali saya mendapatkan hasil seperti ini:

    HDF5-DIAG: Error detected in HDF5 (1.8.11) thread 0:
    #000: ..\..\src\H5F.c line 2044 in H5Fclose(): invalid file identifier
    major: Invalid arguments to routine
    minor: Inappropriate type
    HDF5-DIAG: Error detected in HDF5 (1.8.11) thread 0:
    #000: ..\..\src\H5T.c line 1761 in H5Tclose(): not a datatype
    major: Invalid arguments to routine
    minor: Inappropriate type

    Saya sempat searching di internet ke beberapa situs dan katanya dengan mengganti format region, date, time dll. Tetapi hasilnya tidak ada perubahan Pak meskipun saya sudah mencoba hal tersebut, mohon bantuannya Pak Is.

  50. A. Hasyim says:

    Assalamu’alaikum.
    Pak, kegunaan “Ineffective Flow Areas” pada cross section apa ya ?? (Misal dalam pengaplikasian pada jembatan/gorong-gorong). Apakah harus dibuat “Ineffective Flow Areas” pada daerah jembatan/gorong-gorong tersebut atau itu hanya optional ?
    Terima kasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb

      Ineffective Flow Areas dipakai untuk menmbuat sebagian luasan tampang lintang yang berisi air tidak diperhitungkan sebagai luas tampang batas dalam hitungan aliran. Secara sederhana, pengertian ini dapat diartikan bahwa air mengisi bagian ineffective area tetapi air itu tidak ikut mengalir. Contoh situasi seperti ini adalah di cross section (RS) sebelum dan sesudah sebuah struktur/bangunan. Sebuah bendung memiliki sayap. RS sebelum dan sesudang bendung memiliki bagian ineffective flow area yaitu di hulu dan hilir sayap bendung.

      Wassalamu’alaikum wr wb

  51. Uki A.P.S. says:

    Assalamu’alaikum pak

    Bagaimana mengetahui debit air banjir dengan diketahuinya muka tinggi air saat terjadi banjir menggunakan HEC-RAS?

    Terimakasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb

      Debit aliran di RS dapat dibaca dari tabel hasil run, Cross Section Output. Untuk menampilkan tabel ini, pilih menu View | Detailed Output Tables. Pilih RS dan waktu (profil) yang ingin ditampilkan. Salah satu angka dalam tabel adalah Q Total (m3/s). Ini adalah debit aliran di RS itu.

      Wassalamu’alaikum wr wb

  52. Tammiya says:

    Selamat malam Pak Is. Saya mau bertanya, ketika saya selesai compute yg unsteady flow terjadi eror pak berupa

    Error – Incomplete unsteady flow data, the following errors were found:
    Restart File: “” not found.

    maksudnya bagaimana ya pak? tolong penjelasannya. terimakasih pak.

    • Istiarto Istiarto says:

      Mbak Tammiya,
      Mestinya error message itu muncul pada awal unsteady flow run, bukan ketika selesai run.
      Error message menyatakan bahwa restart file tidak ditemukan. Periksa Unsteady Flow Data | Initial Conditions. Di bawah Initial Flow Distribution Method, pilih Enter Initial flow distribution. Jangan pilih Use a Restart File.

  53. Assalamualaikum selamat siang Pak Istiarto,
    Perkenalkan pak nama saya Tari, warga umum yg masih menjadi pemula dlm menggunakan HECRAS. Salam kenal pak ya
    Saya mau bertanya pak,
    1. apakah ada ketentuan untuk menentukan computation interval pada unsteady flow?
    karena setelah selesai komputasi dgn mencoba mengganti computation interval, simulasi model banjir menjadi berbeda-beda

    2. juga dalam penentuan simulation time window, apakah memang harus disesuaikan dengan hidrografnya? jika hidrograf berjalan dalam waktu 64 jam, maka diasumsikan waktu simulasi juga berjalan untuk 5 hari, apakah benar begitu pak?

    Terimakasih Pak Is, mohon pencerahannya

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Mbak Tari, salam kenal kembali.

      Computation (time) interval adalah salah satu parameter model. Jika memungkinkan, lakukan kalibrasi model. Sensitivity analysis dapat pula dilakukan untuk mendapatkan nilai computation interval. Faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan nilai computation interval adalah, pertama, hidrograf dalam unsteady flow data. Jika hidrograf curam, perubahan dari debit kecil ke debit puncak terjadi dalam waktu pendek, maka computational interval harus kecil. Pertimbangan kedua adalah akurasi dan stabilitas hitungan dalam model. Ini dilakukan dengan memakai nilai Angka Courant, Cr = Vw (Delta_t/Delta_x). Cr <= 1. Vw adalah cepat rambat gelombang banjir, Delta_t adalah computational interval, dan Delta_x adalah jarak antar RS. Ada factor-factor pertimbangan lain, tetapi dua factor itu yang Utama. Durasi simulasi, dari Starting Date-Time s.d. Ending Date-Time tidak boleh melebihi Panjang data. Boleh lebih pendek. Semoga jawaban saya dapat membantu. Wassalamu'alaikum wr wb

  54. M Rizky says:

    Assalamualaikum pak,
    Saya ingin bertanya, apakah HEC-RAS dapat digunakan untuk memodelkan saluran spillway bendungan? dan apakah itu cukup bila dijadikan judul tugas Akhir? Terimakasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Ya, HEC-RAS dapat digunakan untuk memodelkan aliran melalui spillway apabila aliran masih berada di spillway. HEC-RAS tidak dapat dipakai jika spillway berupa flip bucket.
      Wassalamu’alaikum wr wb

  55. Tammiya says:

    Selamat malam Pak, saya mau bertanya lagi. Saya sedang membandingkan metode steady dan unsteady mengenai tinggi muka airnya. Berdasarkan teori yang bapak bilang begitupun juga di jurnal2 lain, tinggi muka air menggunakan steady flow akan lebih tinggi dibanding unsteady. Namun setelah saya running, hasil tinggi muka airnya malah tinggi yang unsteady. Itu karena apa ya Pak? Apakah ada yg salah? Terimakasih mohon pencerahannya Pak.

    • Istiarto Istiarto says:

      Seharusnya tidak demikian. Apakah syarat batas yang dipakai dalam kedua simulasi itu?

      • Ta says:

        normal depth dan know ws untuk steady
        dan normal depth dan flow hydrograph untuk unsteady

        • Istiarto Istiarto says:

          Untuk dibandingkan, seharusnya syarat batas disamakan. Jika unsteady flow: normal depth dan flow hydrograph, maka steady flow: normal depth dan debit aliran (bukan Known WS).

  56. Febrita Rahmantia says:

    Selamat siang Pak, saya ingin bertanya mengenai unsteady flow analysis. Saya sedang mengerjakan TA analisis banjir menggunakan HEC-RAS dengan pemodelan unsteady. Setelah memasukkan geometric data, flow hydrograph pada Sta. bagian hulu, dan rating curve (utk kapasitas pompa pada bagian hilir), saya melakukan running pada HEC-RAS. Namun, hasilnya tertulis:
    Unstable for Initial Iteration at 10MAY2019 0600

    Writing Results to DSS

    **** The Model Has One Or More Error(s) ****

    Unsteady Flow Simulation Terminated

    Kira-kira apa penyebabnya ya Pak? Mohon bantuannya, terima kasih.

    • Istiarto Istiarto says:

      Mbak Febrita Ramantia,

      Kemungkinan besar, error bersumber dari ketidak-cocokan antara geometri dan syarat batas (boundary conditions). Saran saya, lakukan terlebih dulu steady flow analysis untuk mendapatkan gambaran atau feeling terhadap aliran di sungai yang dimodelkan. Steady flow analysis biasanya lebih mudah untuk berhasil dibandingkan dengan unsteady flow analysis. Lakukan steady flow run dengan berbagai nilai debit aliran dalam kisaran debit unsteady flow. Misal, hidrograf debit berkisar antara 20 s.d. 500 m3/s. Lakukan steady flow analysis dengan debit aliran 20, 100, 300, 400, 500 m3/s. Perhatikan profil muka air dan profil aliran hasil simulasi steady itu untuk memperoleh feeling sebelum melakukan unsteady flow analysis.

      Silakan kirim comment kembali jika nantinya masih mengalami kesulitan.

  57. Riska says:

    Assalamualaikum pak,
    Saya mau bertanya, saya sedang mengerjakan tugas memperkirakan banjir di salah satu sungai dengan menggunakan HECRAS metode unstady flow. Namun saat saya compute justru terus menerus muncul
    “Minimum error exceeds allowable tolerance at 22May 2019 24:00:00”
    Maksudnya bagaimana ya?
    Dan kenapa juga saat menjalankan post process selalu berwarna merah (gagal) ya pak?
    Terima kasih banyak pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Pesan error itu menunjukkan bahwa simulasi gagal karena hitungan dalam HEC-RAS tidak berhasil konvergen. Saran saya, lakukan steady flow analysis terlebih dulu untuk mendapatkan feeling terhadap sungai yang sedang dikaji. Hasil steady flow run dapat dipakai sebagai dasar untuk menetapkan strategi unsteady flow analysis. Lihat pula beberapa jawaban saya terhadap permasalahan sejenis yang dituliskan dalam diskusi/comments di web ini.
      Post processor tentu saja berhenti manakala simulasi belum sampai pada akhir waktu simulasi.
      Wassalamu’alaikum wr wb

  58. Riska says:

    Assalamualaikum pak,
    Saya mau bertanya, saya sedang mengerjakan tugas untuk memprediksi titik banjir pada sungai di HECRAS dengan metode unstedy flow. Namun saat saya compute justru muncul tulisan
    “Minimum error exceeds allowable tolerance at 22May 2019 24:00:00”
    Itu maksudnya apa ya pak dan bagaimana solusinya?
    Kemudian kenapa saat post process hasilnya merah (gagal) ?
    Terima kasih pak

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      HEC-RAS Versi 5 (sampai 5.0.7 saat ini) masih belum “stabil”. Saya memiliki pengalaman dengan beberapa error yang terjadi dalam versi 5, antara lain dalam geometry pre-processor yang kadang tidak benar dalam menghitung rating curve di RS. Kesalahan ini dapat diperbaiki dengan mengendit Hydraulic Parameter Table yang ada di geometry data editor.
      Saran saya, gunakan saja HEC-RAS 4.1.0. Saya sendiri baru akan menggunakan HEC-RAS versi 5 setelah keluar varian 5.1. Saya masih menunggunya.
      Wassalamu’alaikum wr wb

  59. bayu hambajawa says:

    selamat siang pak, saya mau bertanya saya running unsteady flow. ternyata hasilnya error dan ada notice : ” water surface tolerance outside of range [0.0000001 to 0.06]
    storage area tolerance outside of range [0.0000001 to 0.06].
    itu kesalahannya dimana? dan cara menyelesaikan bagaimna pak?
    mohon pencerahannya.
    terima kasih banyak.

    • Istiarto Istiarto says:

      Pesan error itu menunjukkan bahwa hitungan tidak dapat konvergen. Coba diperiksa data geometri dan data aliran. Sering kali, kesulitan hitungan disebabkan oleh ketidak-sinkronan antara data geometri dan data aliran.

  60. Novan says:

    Assalamualaikum Pak Is, semoga dalam keadaan sehat, aamiiin. Izin bertanya Pak, jika terdapat 2 sungai (A & B) dimana sungai A airnya masih bisa melimpah ke sungai B bila cross section diperpanjang (disebabkan oleh topografi wilayah studi landai), cara simulasi yg tepat bagaimana Pak Is? Terima kasih *simulasi menggunakan steady flow

    • Istiarto Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Dalam hal ini, cross section Sungai A sebenarnya tidak perlu diperlebar. Sungai A dan Sungai B tetap terpisah. Gunakan Lateral Structure di Sungai A. Pada isian Tailwater Connection, pilih Type: Cross section(s) of a river/reach. Kemudian, pada pilihan TW RS, klik Set TW RS dan pilih RS di Sungai B tempat aliran dari Sungai A masuk ke Sungai B.
      Wassalamu’alaikum wr wb

  61. Novan says:

    Terima kasih Pak Istiarto atas waktunya. Setelah mengikuti saran Bapak, sy mendapat pesan “Weir data needs at least two station elevation points” . Menyikapi pesan tsb bagaimana Pak? Dan untuk kolom “TW flow goes:” memilih opsi “to a point between two XS’s” atau “over multiple XS’s”? Terima kasih

    • Istiarto Istiarto says:

      Titik data yang mendefinisikan weir/embankments terdiri dari minimum dua titik. Tidak bisa kalau hanya satu titik data. Tidak mungkin bendung atau timbunan hanya didefinisikan dengan satu titik koordinat, bukan?
      Pilihan to a point between two XS atau over multiple XS menyesuaikan dengan kenyataan di lapangan dan data potongan melintang yang dimiliki atau dipakai dalam geometric data.

  62. yuli says:

    Assalamualaikum Pak Is. Izin bertanya Pak, apabila debit di hulu dengan di hilir sama dan simulasi menggunakan unsteady flow apakah itu mungkin?
    Terima kasih

  63. Istiarto Istiarto says:

    Wa’alaikumsalam wr wb
    Ya, hal seperti itu dapat dilakukan, tidak masalah. Jika alur sungai hanya memiliki satu batas hulu dan satu batas hilir, sebaiknya salah satu boundary conditions, di hulu atau hilir, adalah muka air.
    Wassalamu’alaikum wr wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.