Modul Tutorial HEC-RAS

Sejumlah email permintaan password untuk mendownload modul lanjut telah dan sering saya terima. Tanpa bermaksud menyalahkan atau menggurui, saya akan berterima kasih dan sangat menghargai apabila email yang ditujukan ke saya dituliskan sebagai lazimnya sebuah surat, bukan sebagai sebuah pesan pendek. Saya juga ingin mengenal pengirim surat.

Desember 2016

Didorong oleh pertanyaan pengunjung situs ini tentang panduan pemakaian HEC-GeoRAS dalam Bahasa Indonesia, maka saya tayangkan naskah modul pelatihan pemakaian HEC-GeoRAS yang saya pakai untuk pelatihan (bimbingan teknis) bagi mahasiswa MTPBA yang diselenggarakan tahun lalu, November 2015.

Naskah ini belum selesai saya tulis karena kesibukan saya waktu itu. Bagian simulasi aliran dengan HEC-RAS hanya berisi gambar-gambar. Saat itu, saya memberikan paparan di kelas dan mahasiswa langsung praktik. Bagi pengguna HEC-RAS yang telah membaca HEC-RAS Modul Dasar: Simple Geometry River, langkah simulasi aliran dengan HEC-RAS ini pastilah tidak sulit. Modul dapat diunduh dengan mengklik tautan di bawah ini:

HEC-RAS Lanjut: GeoRAS

Juli 2014

Setelah agak lama beberapa modul lanjut tutorial pemakaian HEC-RAS saya tarik dari peredaran karena adanya kelemahan yang ada di modul-modul tersebut, akhirnya saya telah menyelesaikan revisi yang diperlukan di sebagian modul lanjut. Sebagian modul masih dalam proses revisi, yaitu modul yang membahas simulasi banjir akibat bendung runtuh dan modul yang membahas simulasi banjir melewati pintu air. Selain revisi materi, saya pun telah mengubah urutan modul lanjut dan judul modul untuk memberikan runtutan yang lebih baik dan lebih memudahkan pengguna untuk membaca modul

Pada Juli 2014 ini, modul-modul tutorial pemakaian HEC-RAS yang telah saya revisi adalah:

  1. HEC-RAS Dasar: Simple Geometry River
  2. HEC-RAS Lanjut: Junction and Inline Structures
  3. HEC-RAS Lanjut: Lateral Structure, Storage Area, and Pump Station
  4. HEC-RAS Lanjut: Gates
  5. HEC-RAS Lanjut: Dam Breach Analysis

Saya merencanakan untuk melengkapi modul tutorial pelatihan pemakaian HEC-RAS ini dengan modul-modul yang lain, antara lain HEC-RAS Lanjut: Complex Geometry, HEC-RAS Lanjut: Transpor Sedimen, dan HEC-RAS Lanjut: Kualitas Air.

Dilandasi keinginan untuk berbagi pengetahuan tentang pemakaian HEC-RAS dengan khalayak, khususnya dengan sesama peminat atau pengguna HEC-RAS, saya membuka akses ke modul dasar pemakaian HEC-RAS yang saya susun. Silakan menggunakannya untuk keperluan non-komersial (tidak dipakai untuk bahan ajar kursus atau pelatihan yang bersifat komersial).

HEC-RAS Dasar: Simple Geometry River

Modul Dasar ini diperuntukkan bagi pengguna yang baru memulai belajar memakai HEC-RAS.

Klik untuk membuka link atau klik kanan dan pilih Save Link As untuk menyimpan file kedalam komputer Anda.

HEC-RAS Dasar Simple Geometry River Jul14 (3.323 MB), versi Juli 2014.

HEC-RAS Dasar Simple Geometry River (2 MB), versi Oktober 2012.

HEC-RAS Lanjut

Modul HEC-RAS Lanjut diperuntukkan bagi pengguna yang telah menguasai dasar-dasar pemakaian HEC-RAS. Modul lanjut terdiri dari empat modul.

  1. HEC-RAS Lanjut: Junction and Inline Structures. Modul ini memaparkan penggunaan HEC-RAS untuk memodelkan pertemuan atau percabangan sungai, serta struktur melintang sungai seperti jembatan, gorong-gorong, bendung tetap, dan bendung gerak.
  2. HEC-RAS Lanjut: Lateral Structure, Storage Area, and Pump Station. Modul ini memaparkan penggunaan HEC-RAS untuk memodelkan tanggul, pelimpah samping, kawasan retensi banjir, dan stasiun pompa air.
  3. HEC-RAS Lanjut: Gates. Modul ini memaparkan penggunaan HEC-RAS untuk memodelkan pintu air.
  4. HEC-RAS Lanjut: Dam Breach Analysis. Modul ini memaparkan penggunaan HEC-RAS untuk memodelkan aliran yang dipicu oleh keruntuhan bendung.

Untuk sementara, modul lanjut belum dapat diakses oleh publik. Apabila Anda menginginkan modul ini, silakan mengontak saya melalui Hubungi Saya atau kirimkan email ke istiarto@ugm.ac.id. Saya harap permintaan password untuk mendownload modul lanjut ini tidak disampaikan melalui comment agar comment dapat difokuskan untuk pertanyaan atau komentar/saran/kritik.

HEC-RAS Lanjut (4 modul), versi Juli 2014

HEC-RAS Lanjut (3 modul), versi Oktober 2012

Skema S. Tirtaraya

Dalam mengikuti modul lanjut, pengguna memerlukan dua file skema sungai yang dipakai dalam contoh aplikasi. Kedua file, dalam format jpg, dapat diunduh di bawah ini. Klik untuk membuka link atau klik kanan dan pilih Save Link As untuk menyimpan file kedalam komputer Anda.

Skema Sungai Tirtaraya 2.jpg
Skema Sungai Tirtaraya 4.jpg

File Data Geometri

Untuk memudahkan pembelajar HEC-RAS dalam mengikuti modul HEC-RAS Lanjut, di bawah ini adalah file-file data geometri yang dipakai dalam modul. Pembelajar hanya perlu mengimpor file data geometri di bawah ini apabila tidak sempat membuat file data geometri sendiri. Klik kanan dan pilih Save Link As… untuk mengunduh (download) file-file data geometri di bawah ini.

01Sungai1Cabang.g01
02Sungai2Cabang.g02
03Jembatan.g03
04Gorong-gorong.g04
05Groundsill.g05
06BendungGerak.g06
07KawasanRetensi.g07
08StasiunPompa.g08
09PintuAir.g09
10PintuAirRadial.g10
11PintuAirAutomatik.g11
12BendungRuntuh.g12

HEC-RAS: Sediment Transport Analysis

Saya pernah mendapatkan pertanyaan yang dikirimkan melalui email dari seorang pembaca website saya. Pertanyaan itu berkaitan dengan sediment transport analysis. Pertanyaan dan jawaban saya dapat dibaca di sini.

HEC-RAS: Steady atau Unsteady Analysis?

Jawaban saya terhadap pertanyaan salah satu pembaca mengenai pilihan untuk melakukan simulasi aliran permanen atau tak permanen ada di sini.

HEC-RAS atau HEC-HMS?

Beberapa kali saya menerima pertanyaan mengenai perbedaan antara HEC-RAS dan HEC-HMS. Jawaban saya dapat dibaca di sini.

HEC-RAS: Bridge Scour

Pertanyaan dari salah satu pembaca mengenai hitungan kedalaman gerusan di sekitar pilar dan pangkal jembatan (bridge scour) telah saya coba jawab. Paparan mengenai bridge scour ini agak panjang. Silakan baca di sini.

HEC-RAS: Sungai Berkelok

Paparan mengenai cara memodelkan alur sungai yang berkelok sebagai jawaban atas pertanyaan dari salah satu pembaca dapat dibaca di sini.

HEC-RAS: Situ/Embung/Waduk

Paparan mengenai cara memodelkan situ/embung/waduk yang berada pada alur sungai dapat dibaca di sini.

621 Responses to Modul Tutorial HEC-RAS

  1. hany says:

    salam Pak Istiarto,
    pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada bapak, saya sudah ubek2 internet sepertinya modul pelatihan hec ras yang berbahasa indonesia sepertinya cuma punya bapak, saya belajar HEC RAS daari modul pelatihan dasar dari punya teman..mau nanya pak< kalo modul pelatihan lanjutan apa boleh minta pak?nuhun

    • Istiarto says:

      Pak/Bu Hany
      Terima kasih atas ketertarikan Anda kepada hidraulika saluran terbuka. Saya sudah kirimkan modul yang Anda minta melalui japri.
      Semoga bermanfaat dan selamat belajar.
      Wassalam
      istiarto

  2. hany says:

    salam Pak Is, wah ko cepet sekali pak …nuhun pisan, semoga Tuhan memberi Kesehatan selalu sehingga bapak bisa terus berkarya..kalo misalnya saya ada yang tidak mengerti mohon bimbingannya pak,terima kasih.
    wassalam,

    hany zaim

    • Istiarto says:

      Sama-sama Pak. Kalau ada yang perlu didiskusikan, silakan menuliskan komentar di sini. Insya Allah saya dapat membantu.
      istiarto

  3. sugiono says:

    Alhamdulillah akhirnya ada juga panduan dlm bhs indonesia –apalagi berbentuk modul pelatihan sprt ini– stlah tanya2 di forum, malah ditunjukkin file Help (press F1).
    Mohon ijin untuk modul pelatihan lajutan, pak Istiarto. dan ditunggu –sngt diharapkan– pembahan lain terkait software ini. Trimakasih.
    salam’alaikum.

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Saya telah mengirimkan email melalui japri ke alamat Anda. Semoga bermanfaat.
      Wassalamu’alaikum wr wb
      Istiarto

  4. Gorby Harahap says:

    Assalamu’alaikum..
    Alhamdulillah saya ketemu juga blog yang sangat bermanfaat seperti ini.
    kebetulan saya mengerjakan tugas akhir mengenai sediment tranport di sungai (erosi dan pendangkalan sungai), kira-kira data apa saja yang diperlukan pak?
    bagaimana cara pengerjaannya di Hec-Ras??
    Terima kasih Pak..
    Wassalam

  5. Gorby Harahap says:

    Assalamu’alaikum..
    benar-benar bermanfaat sekali blog yang bapak buat ini. kebetulan saya sedang menyusun skripsi mengenai erosi dan pendangkalan sungai(sediment transport) dengan Hec Ras, kira-kira data apa saja yang dibutuhkan pak?
    bagaimana pengerjaannya di Hec Ras?
    minta modul selanjutnya dong..
    Terima kasih..
    Wassalam

    • Istiarto says:

      Wa’alaikum salam wr wb.

      Data yang Anda butuhkan antara lain geometri sungai (peta situasi, tampang memanjang, tampang melintang), debit aliran, muka air di batas hilir, karakteristik sedimen (diameter butir sedimen, gradasi butir sedimen, atau fraksi sedimen). Jangan lupa untuk berjalan-jalan menyusur sungai tersebut agar mengenalnya dengan baik. Ini akan membantu dalam pemodelan nantinya.
      Untuk modul lanjut, saya kirim email lewat japri.

      Wassalamu’alaikum wr wb
      Istiarto

      • Gorby Harahap says:

        Alhamdulillah Pak, modul lanjutannya sudah berhasil saya download.. Terima kasih Pak..
        Oya Pak, kebetulan saya tertarik dengan bahan kuliah Hidraulika terapan Bapak ..
        Saya menyadari masih banyak yang harus saya pelajari lagi sebagi mahasiswa..
        Mohon kesediaan Bapak untuk menanggapinya, terimakasih..
        Wassalam..

        • Istiarto says:

          Syukurlah kalau sudah dapat mendownloadnya.
          Bahan kuliah Hidraulika Terapan berisi hampir sama dengan gabungan kedua modul, modul dasar simple geometry dan modul lanjut junction and inline structures. Jadi kalau sudah memiliki kedua modul, bahan kuliah tidak diperlukan lagi. Memang, dalam kuliah ada tambahan penjelasan lisan dan diskusi yang berkembang selama kuliah.
          Wassalam
          istiarto

  6. sugiono says:

    maaf pak, baru buka email. Ternyata sdh ada ‘kiriman’ dr pak Istiarto.
    Sy akan sering2 balik kesini deh. Banyak manfaat yg didpt.
    Smoga ruang diskusi terbuka. Alhamdulillah.. Trimakasih skali lg.
    salam’alaikum bpk..

  7. surya says:

    Ass…

    Terimakasih pak Istiarto yang telah membagi ke-pakarannya dengan modul ini, semoga Ilmu yang telah ditularkan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan ilmu yang dimiliki Pak Istiarto akan selalu bertambah dan bertambah.
    Matur nuwun Pak Is

    Wass

    surya

  8. ika apriyani says:

    Asswrwb
    pak terima kasih banyak bpk mw menawarkan modulnya ke kami.
    pak, kalo boleh di kirimkan/diemail modul hec ras yang ada bangunan struktur sama yang pake junction pak…makasih
    oh iy pak mw tanya kapan kita bisa pake yang steady dan unsteady…contohnya kalo sungai yang pake juction, itu running si stady atau unsteady pak…terimakasih atas penjelasannya pak.

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Saya telah mengirimkan email ke alamat Anda. Silakan cek.

      Pilihan melakukan analisis aliran steady atau unsteady bergantung pada kasus yang kita tangani atau tujuan kita melakukan analisis. Steady flow analysis kita pakai kalau aliran yang kita bahas memang steady. Untuk merancang saluran irigasi atau saluran tambak, kita pilih steady flow analysis. Untuk melakukan penelusuran banjir (flood routing) di sungai, kita pilih unsteady flow analysis. Jika hanya ingin memperkirakan muka air banjir di sepanjang sungai, kita pilih steady flow analysis, namun kita menyadari bahwa muka air banjir yang kita peroleh akan lebih tinggi daripada seharusnya (over estimated).

      Keberadaan junction atau struktur hidraulik di sungai tidak mempengaruhi pilihan kita terhadap steady atau unsteady flow analysis.

      Semoga penjelasan singkat saya di atas tidak membuat Anda bingung. Feel free untuk mengontak saya apabila masih ada yang ingin ditanyakan. Saya senang kalau ada pertanyaan karena membuat saya bersemangat untuk belajar hidraulika.

      Wassalamu’alaikum wr wb.
      Istiarto

      • imam agung says:

        Saya mau nambah saran, untuk bisa menghasilkan Debit Banjir tahunan dan Muka air banjir yang akurat, bisa kita lakukan dengan inventori langsung dilokasi sungai yang akan kita uji, dengan cara wawancara dengan penduduk setempat minimal di 3 lokasi hulu, antara hulu-hilir dan hilir, kita bisa menanyakan tinggi muka air/banjir yang paling besar/tertinggi dalam 15 th terakhir di permukiman sekitar sungai, setelah itu disamakan dengan hasil pengukuran tim geodesi. dari tinggi elevasi muka air banjir 15 th ini kita bisa mencari debit banjir yang sesuai di HecRas, hasil running bisa untuk dijadikan cros cek perhitungan Hidrologi apa sudah betul atau kurang dalam pemasukan data hujan karena perhitungan hidrologi bisa menghitung debit banjir tapi tidak diketahui berapa ketinggian muka airnya dan sebaliknya Hecras bisa menganalisa tinggi muka air dengan debit banjir tertentu tapi tidak tahu itu pada kala ulang tahun keberapa. maaf kalo ada kesalahan pada pendapat saya, karena saya juga masih belajar.

        • admin says:

          Benar sekali Pak Imam Agung Suseno. Hal ini merupakan salah satu cara yang efektif dalam simulasi aliran banjir.

          Di samping itu, kita dapat pula memakai informasi muka air banjir tertinggi dengan melakukan cross check di bangunan melintang sungai yang ada di sungai, misal di bendung atau jembatan. Seringkali informasi muka air banjir di tempat-tempat ini sangat membantu untuk mendapatkan hasil simulasi yang baik.

    • ika apriyani says:

      asswrwb,
      pak terima kasih sebelumnya, pak maap ika baru buka emailx,
      mw download dan masukkan password yang bapak kirim lewat email saya tapi tidak bisa terbuka…terima kasih

      • ika apriyani says:

        Asswrwb
        Pak terima kasih,ika dah download modul
        semoga bisa ilmunya bermanfaat bagi kita semua
        dan untuk Pak Istiarto semoga bapak diberi kesehatan yang baik
        Aminn

      • ika apriyani says:

        Asswrwb…makasih ya pak atas kiriman modulnya

        oh iya ika mw tanya lagi ini tentang penggunaan bronjong di hec ras, ngomong2 perlakuannya kurang lebih sama ya pak dengan tanggul atau bagaimana..mohon penjelasannya dan kalo di hec ras langkah2nya gimana pak, terima kasih

  9. ricky says:

    Assalamu’alaikum.wr.wb..
    terimakasih pak atas modul yang telah bapak berikan kpd sy.mw nanya pak,apakah hec ras dapat digunakan untuk gerusan dasar sungai??
    mohon bantuannya pak.
    Terima kasih Pak..
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      HEC-RAS dapat digunakan untuk menghitung gerusan dasar sungai. Ada dua fasilitas untuk keperluan itu, yaitu modul Sediment Transport Analysis dan Hydraulic Design Functions. Modul Sediment Transport Analysis diaktifkan melalui menu Run | Sediment Analysis … Modul ini menghitung kuantitas transpor sedimen di ruas atau penggal sungai. Modul Hydraulic Design Functions diaktifkan melalui menu Run | Hydraulic Design Functions … Modul ini menghitung kedalaman gerusan lokal dasar sungai di sekitar jembatan, yaitu gerusan dasar sungai akibat penyempitan (contraction), di sekitar pilar (pier), atau di sekitar pangkal jembatan (abutment).

      Wassalamu’alaikum wr wb.
      Istiarto

      • ricky says:

        asslamu’alaikum.wr.wb.
        oh iya pak terima kasih atas petunjuknya..
        pak kalo boleh,sy mw minta password untuk download modul lanjut junction,spy sy bs belajar HEC RAS lebih lanjut..
        terima kasih pak atas bantuan nya…
        Wassalamu’alaikum wr wb..

  10. Ratih Kusuma Hartini says:

    Assalamualaikum,
    Pak Is, boleh minta modul HEC-RAS yang lanjutan nya,,, sama mau minta password buar akses bahan kuliah hidraulika terapan nya.. Saya masih ga ngerti materi yang disampaikan oleh dosen di kelas.
    Untuk HEC-RAS saya kalo ada kesulitan boleh nanya ke ruangan nya Pak Is? Kebetulan saya lagi mempelajari HEC-RAS..

    Terimakasih Pak..

    Wassalamualaikum

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Saya telah mengirimkan password untuk mengunduh (download) bahan kuliah Hidraulika Terapan melalui email. Silakan segera mengunduhnya karena masa berlaku password tersebut terbatas. Apabila ingin bertanya atau berdiskusi hal-hal yang berkaitan dengan HEC-RAS, silakan menuliskannya di sini atau menemui saya.

      Selamat belajar, semoga sukses.

      Wassalamu’alaikum wr wb.
      Istiarto

  11. agung says:

    Ass pak, boleh saya minta password HEC RAS lanjutannya? Dan saya mau tanya kalau kursus HEC RAS di Jakarta ada di mana? Terima kasih

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Maaf, saya tidak tahu alamat kursus HEC-RAS di Jakarta. Semoga dua modul dari saya dapat membantu Anda belajar memakai HEC-RAS.
      Wassalam
      Istiarto

  12. eli says:

    ask pak, Pak boleh gak minta pasword Hec Ras lanjutannya pak. Terima kasih pak

  13. Munsu says:

    Trima kasih banyak atas modulnya pak, sangat membantu dalam pengerjaan skripsi saya. Saya bedo’a semoga kebaikan bapak mendapat apresiasi dari Tuhan yang Maha E’sa.
    kalo diijinkan saya juga ingin mempelajari modul lanjutanya.

  14. eli says:

    terima kasih pak, saya sudah baca, dan masih dalam tahap latihan menggunakannya, untuk perbandingan memang saya juga men download user guide yang versi bahasa inggrisnya.

  15. eli says:

    Ask pak, apakah gambar geometri saluran yang akan dimodelkan dapat di import dari file Cad? lalu jika di dalam pemodelan ditemukan gangguan seperti rumah, jalan di dalam bantaran sungai apakah hal tersebut masih mungkin untk membuat modelnya?
    oh iya pak satu lagi saya masih tunggu pasword Hec Ras lanjutannya.
    tks

    • Istiarto says:

      Ya, gambar dapat diimport dari file CAD (.dwg atau .dxf). Gambar ini akan menjadi gambar latar belakang pada layar geometric data editor sehingga memudahkan kita dalam membuat skema alur sungai. Untuk mengimpor file gambar ke dalam layar editor “Geometric Data”, klik papan tombol “Add/Edit background pictures for the schematic” (nomor 6, paling kanan, warna hijau).

      Rumah atau gangguan yang ada di bantaran dimodelkan sebagai “Obstructions”. Pada layar editor “Cross Section Data”, klik “Options | Obstructions …”, pilih “Multiple Blocks”, masukkan data Station dan Elevation. Misalkan ada rumah setinggi 3 m yang berada di jarak 12 s.d. 18 m, maka masukkan data Start Sta. 12, End Sta. 18, Elevation 3. Obstructions ini dapat dipakai untuk memodelkan berbagai jenis penghalang yang ada di cross section, misal batu besar, pohon, krib, tabat.

      Password telah saya kirimkan melalui email.

      Salam
      Istiarto

      • eli says:

        terimakasih atas penjelasannya pak, sya masih terus coba-coba nih. nanti kalau ada pertanyaan lain , saya tanya lagi ya pak.
        dab terimakasih atas paswordnya pak.

  16. nur says:

    terima kasih banyak atas modulnya, sangat membantu untuk kuliah saya, mohon untuk tutorial lanjut jika bisa di kirim ke email saya, makasih banyak

  17. yessie says:

    terima kasih pak.. modul hec-ras dasar sangat membantu .. 🙂

    dengan modul ini saya lebih mudah untuk memahami dan mengaplikasikan nya .. dan sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah saya.. 🙂

    • yessie says:

      terima kasih juga pak .. baru saja tutorial hec-ras JUNCTION AND INLINE STRUCTURES saya download.. semoga bermanfaat bagi kita semua .. 🙂

  18. triadhi says:

    pak,apakah saya boleh minta Modul HEC RAS yang selanjutnya?

  19. hany says:

    salam pak is, maaf mu merepotkan lagi…kalo contoh hecras pada bridge scouring ada pak?nuhun

  20. Otte Ghea Ghasyiah says:

    Assalammualaikum pak.

    sebelumnya mau mengucapkan terima kasih banyak, karena blog ini sangat bermanfaat.
    kebetulan saya sedang menyusun tugas akhir yang berkaitan dengan sedimentasi di waduk namun saya kebingungan dalam penggunaan HEC-RAS untuk analisis saya ini, apakah sekiranya bapak bisa memberi petunjuk mengenai langkah-langkah penggunaan HEC RAS untuk analisis saya ini??? dan apakah bisa saya mempunyai modul nya pak??
    terima kasih banyak sebelumnya.
    Wassalam

    • Istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb
      Saya tidak menyarankan Anda menggunakan HEC-RAS untuk mengkaji sedimentasi ke dalam waduk. HEC-RAS adalah model 1D sehingga tidak pas apabila dipakai untuk mensimulasikan transpor sedimen di waduk.
      Maaf, saya tidak memiliki modul sedimentasi ke dalam waduk. Saya mempunyai modul dasar dan modul junctions and inline structures. Apakah modul ini yang Anda maksudkan?
      Wassalamu’alaikum wr wb.
      Istiarto

      • Otte Ghea Ghasyiah says:

        mmmmm…. gitu ya pak, terima kasih banyak pak masukkan nya, sangat bermanfaat sekali untuk saya. kalo modul dasarnya saya sudah punya, tapi kalo diperbolehkan saya bisa minta modul yang sediment transport tidak pak?
        terima kasih banyak sebelumnya pak.

        wassalam

        • Istiarto says:

          Saya belum menyusun modul sediment transport. Baru dua modul yang telah selesai saya buat, yaitu Simple Geometry River dan Junction and Inline Structures. Judul ber-Bahasa Inggris, tetapi isi ber-Bahasa Indonesia.
          istiarto

  21. Bunga says:

    Assalamualaikum wr wb,

    Pak is, terima kasih modulnya sangat membatu saya untuk mempelajari HEC-RAS. Saya bisa minta modul lanjutannya pak untuk saya pelajari lebih lanjut, karena saya tertarik mempelajari program ini.

    Wassalam,
    Bunga

  22. pak,,saya masih pemula tolong sharing ilmunya pak,,,trimakasih

  23. Otte Ghea Ghasyiah says:

    iya pak kalo begitu, terima kasih banyak atas informasinya.

    Wassalam

  24. boby says:

    Salam Pak Istiarto,
    saya mau menanyakan, untuk interval time nya kalau mau menggunakan 1,5 jam itu bagaimana setting untuk computation nya?? soalnya kan tidak ada opsi pilihan 1,5 jam, hanyya ada 1 jam atau 2 jam saja…
    Terimakasih….

    • Istiarto says:

      Hallo Mas Boby.
      Kita tidak dapat memakai computation interval 1.5 jam karena HEC-RAS tidak menyediakan pilihan ini. Jika Anda memang membutuhkan informasi setiap 1.5 jam, maka Anda dapat memakai computation interval 30 menit. Memang, Anda mendapatkan informasi 3 kali lebih banyak.
      Semoga jawaban saya dapat membantu Anda.
      Salam
      istiarto

  25. mantap bener ne modul,,,
    tq pak !
    sukses terus websitenya,,,

  26. boby says:

    okey,,,
    terimakasih banyak tanggapannya pak..
    sangat membantu…
    salam… 🙂

  27. Kang Tatang says:

    Terimakasih untuk publikasi ilmu ini semoga menjadi ladang amal yang selalu berbuah di dunia dan akhirat terutama bagi penulisnya. Mohon izin untuk mendapat p/w agar dapat memperoleh informasi yang lengkap.

  28. Nanda Suhada says:

    Ass pak, boleh minta modul hec-ras lanjutannya pak???

    • admin says:

      Hallo Nanda Suhada
      Silakan menuliskan komentar, saran, kritik (sebagai comment di website) terhadap modul dasar yang telah Anda download. Ini saya perlukan sebagai masukan agar saya dapat memperbaiki modul tsb sehingga semakin bermanfaat bagi pembaca yang sedang belajar memakai HEC-RAS. Dengan demikian kita bersama-sama dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada khalayak. Setelah itu, saya akan memberikan password untuk mendownload modul lanjut.
      Istiarto

  29. Mustofa Bisri Efendi says:

    Saya sangat terbantu dengan adanya modul HEC-RAS Dasar Simple Geometry River, Bapak.
    sekiranya boleh saya memberi masukan pemilihan kata dalam penyusunan modul seyogyanya -diperkaya- dengan “kata” kata yang lebih ‘umun’ karena menurut hemat saya tidak menutup kemungkinan berbagai pihak bahkan yang bukan dari ‘teknik’ juga tertarik mempelajari modul Bapak dengan harapan dapat mempermudah dalam mempelajari modul tersebut.

    Mungkin demikian yang dapat saya sampaikan apa bila ada kelancangan dan kesalahan mohon di maafkan.

  30. Mohammad Pierdi says:

    Assalamualaikum,
    Pak Is, Saya tertarik mempelajari HEC-RAS, apakah boleh minta modul HEC-RAS lanjutan dan kalau boleh minta password buar akses bahan kuliah hidraulika terapan? Apakah bapak bisa menyediakan training untuk penggunaan HEC-RAS terapan ini?

    Terima kasih

  31. Andrianus says:

    Terima kasih modulnya sangat membatu saya untuk mempelajari HEC-RAS.
    Mohon modul lanjutannya Pak, untuk saya pelajari lebih lanjut, karena saya tertarik mempelajari program ini.

  32. Anggun says:

    Pak Iswanto, saya memerlukan modul HECRAS tingkat lanjut utk inline structure: bridge and culverts. Saya juga sudah mengirim pesan melalui link kontak yg tersedia. Mohon balasannya ya pak, terimakasih.

  33. Anggun says:

    Selamat Sore pak Is,

    Beberapa komentar untuk modul HECRAS yang pertama adalah:
    1. Cara menampilkan gambar di halaman awal HEC RAS (pada versi 4.1.0 sudah ada) Tidak berpengaruh pada hitungan, tetapi berpengaruh pada hasil presentasi. Background bisa berupa image google earth atau 3D GIS contour.
    2. Tabel koefisien manning’s n
    Untuk gambaran umum dalam perencanaan saluran.
    3. Saya suka penjelasan yang runut dan dilengkapi gambarnya pak. Seringkali saya lihat tutorial jadi kurang paham karena contohnya terlalu kompleks 🙂 jadi, penggunaan contoh hidrograf yang sederhana cukup membantu.
    4. Saya sedang mempelajari juga yang bridge scour. Mohon responnya ya pak bila ada pertanyaan.

    Demikian komentarnya pak, terimakasih 🙂

    Anggun S.

  34. Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
    Pak Ist,
    Sebelumnya terima kasih atas balasan e-mailnya. Saya mencari-cari modul HEC-RAS yang dalam Bahasa Indonesia, namun sulit sekali. Alhamdulillah ketemunya di website Bpk dimana modul tsb Bpk sendiri yang menulisnya.

    Saya telah mendownload, mencetak, dan menjilid modul HEC-RAS dasar yang Bpk susun. Karena baru kemarin, saya belum sempat melihat seluruh isi secara detil. Walaupun demikian, menurut saya isinya sangat bagus Pak, terutama pada bagian dasar ini Bpk menjelaskan bagaimana memodelkan saluran (sungai) sederhana dengan analisis aliran permanen dan tak permanen. Selama ini, analisis aliran permanen yang paling banyak digunakan adalah asumsi aliran seragam karena kemudahan dan kesederhanaan analisisnya. Namun, dengan program HEC-RAS pemodelan aliran permanen dan tak permanen yang tak seragam (yg lebih real) dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Modul Bpk sudah sangat membantu dalam menyampaikan hal tsb. Oleh karena itu, saya merasa sangat appreciate sekali dengan hadirnya modul ini.

    Modul ini saya harap dapat menjadi referensi bagus untuk pendalaman materi kuliah Hidraulika yang saat ini saya ampu. Oleh karena itu, jika tidak keberatan Bpk bersedia memberikan akses untuk ke modul HEC-RAS tingkat lanjutnya.

    Oh ya pak, kalau saya perhatikan selama kuliah dulu sampai dengan sekarang buku-buku teks Teknik Sipil dalam Bahasa Indonesia sangat jarang dijumpai. Buku-buku seperti karangannya Prof. Bambang Triatmodjo bagi kami dulu sangat membantu dalam memahami materi kuliah yang diberikan. Mungkin suatu saat (seperti rencana Bpk untuk menulis modul-modul lanjutan HEC-RAS lainnya), dapat menjadi suatu buku teks yang sangat bermanfaat.

    Salam,
    M. Baitullah Al Amin

  35. Pak Ist, saya sudah berhasil mengunduh modul HEC-RAS lanjutannya. Terima kasih banyak ya Pak sudah mau berbagi. Semoga Bpk selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menyelesaikan modul-modul lainnya. Amin.

  36. Muhammad Ainul Yaqin says:

    Assalamu’alaikum.wr.wb..
    terimakasih pak atas modul HEC-RAS Dasar yang telah bapak berikan. Saya tertarik mempelajari lebih lanjut tentang HEC-RAS, apakah boleh minta modul HEC-RAS lanjutan dan kalau boleh minta password. Mohon bantuannya pak, apakah ada kursus atau pelatihan program HEC-RAS di Surabaya.
    Terima kasih Pak..
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  37. Novie says:

    Bapak, terimakasih sudah merespon email saya.
    Sebenarnya saya dulu sudah pernah mengikuti pelatihan yang bapak berikan tahun 2009 di Jogja, untuk HECRAS versi 3, dengan diluncurkannya modul HEC RAS Dasar baru ini sangat membantu saya terutama dengan versi 4, dengan contoh sederhana, saya lebih mudah mempelajari daripada melihat contoh yang diberikan HECRAS sendiri. Saat ini saya sedang mempelajari tentang pemodelan jembatan untuk itu kalo boleh mohon bapak memberikan password untuk modul lanjutan.
    Terimakasih atas perhatiaannya.

  38. Yudi says:

    Assalamu’alaikum . .
    Terimakasih pak atas modul HEC-RAS Dasar yang telah bapak berikan. Modulnya mudah dipahami dan mudah dimengerti, sangat cocok untuk pemula seperti saya. .
    Kalo saya boleh saran, lebih diperbanyak lagi kasus2 yang lain serta penyelesaiannya dan Analisisnya . .
    Terimakasih . .
    Wassalamu’alaikum . .

  39. Novie says:

    Pak Istiarto, terimakasih atas kiriman password sehingga modul lanjutan HECRAS sudah berhasil saya download.
    Maturnuwun..

  40. Mustofa Bisri Efendi says:

    cukup lama juga setelah saya mendapatkan modul HEC-RAS lanjutan dari Bapak, telah saya pelajari modulnya dan saya ucapkan terimakasih untuk yang kesekian kalinya.
    Terimakasih UGM, Khususnya Bapak Istianto Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan.

  41. marlon says:

    pak saya sudah mendownload modul hec-ras dasar, dan isinya sangat mudah di mengerti, mohon bapak memberikan password untuk modul hec-ras lanjut, sebelumnya terima kasih pak.

  42. Andre says:

    Assalamualaikum.wr.wb
    Terima Kasih kepada pak istiarto sudah membagikan pengetahuan bapak kepada kami sekalian, semoga diberikan kesehatan selalu kepada bapak.
    saya mahasiswa yang tertarik belajar program ini,saya sudah download HEC-RAS versi Dasar dari sini saya sekarang mau belajar versi lanjutannya mohon bapak memberikan password.
    Wassalamualaikum wr wb.

  43. Sumarno says:

    Terimakasih banyak Pak Is atas modul Hec Ras nya. Saya peserta pelatihan hecras di hotel garden dari bbws serayu opak. Mohon ijin download modulnya, sama sekalian request untuk modul hecras yang tingkat lanjut: Junction and Inline Structures. MAsih ingin belajar ttg Hec-RAS. Semoga menjadi menjadi amal bapak dan bermanfaat.

    Salam

  44. benny says:

    Asslmkm..
    terimakasi atas modul dasarnya pak..
    Saya mahasiswa Universitas Riau yang sedang mengerjakan TA dg menggunakan Hecras,
    saya berharap bapak bisa memberi saya salinan dari modul Lanjut yang telah bapak susun untuk membantu saya dalam menyelesaikan TA saya..

    wassalam,
    Benny Hamdi

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Sepertinya saya pernah menerima permintaan Anda ini melalui email. Saya sudah pernah merespon melalui email pada 7 Desember 2011 dan belum ada respon balik dari Anda. Saya telah mengirim-ulangkan email tersebut ke alamat email Anda. Silakan menengok mailbox Anda. Semoga email saya sampai/masuk ke mailbox Anda. Coba cek ke spam folder jika tidak ada di inbox.

      • benny says:

        Maaf pak, baru skrg saya cek lagi.. ternyata email tsb sudah dihapus sistem jika masuk dalam folder spam. beberapa bulan terahir ini saya memutuskan kerja dan menunda skripsi saya. sekarang barulah saya fokus mengerjakan skripsi saya lagi. Jadi jika bapak sempat mohon dikirimkan lagi ke email saya..
        Trimakasih.

  45. Saiful Arfaah says:

    Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Terimakasih atas modul HEC-RAS Dasar yang telah bapak berikan, dan sangat bermanfaat bagi saya untuk mempelajari tentang HEC-RAS. Saya sangat tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang HEC-RAS, untuk itu saya sangat berharap Bapak dapat memberikan modul lanjut yang telah Bapak susun. Atas perhatian Bapak, terimakasih.
    Wassalamualaikum, Wr. Wb.

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Saya telah mengirimkan email. Silakan cek di inbox Anda. Kalau tidak menemukannya, coba cari di spam folder.
      Wass.

  46. siti ima fatima says:

    asslm
    pak saya mau minta bimbingan…sy adlh mahasiswa teknologi pertanian,semester 7 dan dari hasil perbincangan dengan pembimbing saya saya disarankan u.meneliti “metode pendugaan banjir pada suatu DAS”dan beliau menyarankan utk menggunakan HEC HMS’jujur pak sy belum terlalu mengerti sebenarnya apa perbedaan HEC HMS dengan HEC RAS pada suatu metode pendugaan banjir.saya juga belum paham sepenuhnya pada saat penelitian ini sebenarnya data ap yg saya butuhkan,dan bagaimana cara atau metodologi dari penelitian ini,saya msh harus banyak membaca krn pd saat k

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Salam kenal Dik Siti Ima Fatima.

      Saran pembimbing Anda untuk memakai HEC-HMS sudah tepat. Dengan HEC-HMS, maka kita dapat menghitung debit banjir berdasarkan karakteristik DAS dan hujan yang turun di DAS. Dalam bahasa sederhana, HEC-HMS memberikan tool kepada kita untuk mengubah data (curah) hujan yang turun di DAS menjadi besaran debit aliran yang keluar dari DAS tersebut. Nah, kalau kita ingin mengetahui perjalanan aliran banjir tersebut di sungai, maka kita memakai HEC-RAS. Jadi, HEC-HMS kita pakai untuk menghitung debit berdasarkan data hujan, sedangkan HEC-RAS kita pakai untuk menghitung muka air di sepanjang alur sungai berdasarkan masukan debit. Artinya, HEC-HMS memberikan debit banjir di titik kontrol DAS, sedangkan HEC-RAS memberikan informasi muka air banjir di sungai.

      Rasanya, penelitian Anda akan memakai HEC-HMS saja dan tidak memerlukan HEC-RAS. Hasil Anda nantinya adalah debit banjir (hidrograf banjir). Anda tidak perlu melakukan hitungan muka air banjir di sungai. Data yang Anda perlukan untuk memakai HEC-HMS adalah data karakteristik DAS dan data karakteristik hujan.

      Semoga jawaban saya membantu. Jika perlu informasi lebih lanjur, silakan mengontak saya.

  47. siti ima fatima says:

    kuliah saya tidak bgt mendetail dijelaskannya bahkan tdk menggunakan atau mempelajari software ini…kiranya bapak dapat membimbing saya atau jika bapak mempunyai bahan bacaan lainnya tentang metode pendugaan banjir.trimakasih……oia saya mau mendowndload modul bpk tp sy tdk tau ap passwordnya.tq
    wsslm

  48. fajar says:

    assalamualaikum.
    pak, perkenalkan, nama saya fajar, saya mahasiswa ITB
    kebetulan tugas akhir saya tentang pemodelan rainfall runoff yang membutuhkan software HEC-HMS. Apakah bapak memiliki modul pelatihan HEC-HMS?
    mohon bantuannya pak
    terimekasih
    wassalam

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb. Salam kenal kembali. Saya tidak memiliki modul petunjuk pemakaian HEC-HMS. Saya memfokuskan diri pada bidang hidraulika. Ada kolega saya di bidang hidrologi yang telah menyusun petunjuk pemakaian HEC-HMS.

  49. Saiful Arfaah says:

    Assalamualikum, Wr. Wb.
    Alhamdulillah, saya sudah mempelajari contoh yang ada pada Modul Dasar HEC-RAS, namun ada satu pertanyaaan yang masih mengganjal Pak, bagaimana kalau salurannya merupakan saluran tertutup? (gorong-gorong). Apakah bisa dikerjakan seperti contoh yang Bapak berikan? Kalau bisa, mungkin perlu dimasukkan sebagai tambahan contoh.
    Wassalamualaikum, Wr. Wb.

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      HEC-RAS mampu memodelkan aliran melalui saluran tertutup maupun gorong-gorong. Petunjuk cara memodelkan gorong-gorong ada di modul lanjut, Junction and Inline Structures. HEC-RAS dapat pula memodelkan saluran tertutup (pipe flow) dengan opsi penambahan lid pada data cross section.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  50. Devi says:

    Ass. Pak Is….saya mahasiswi semester 3 Teknik Sipil BKU Manajemen Sumber Daya Air. dari penjelasan dosen pembimbing saya diarahkan meneliti “Revitalisasi sistem drainase dalan suatu sub DAS” dalam penentuan debit banjir saya diminta menggunakan HEC-HMS. tetapi saya masih binggung perbedaan antara HEC-HMS dan HEC-RAS. apakah setelah penghitungan debit banjir, saya tetap melakukan perhitungan hidrodinamik sistem drainase dengan menggunakan HEC-RAS. Mohon penjelasannya pak.

  51. admin says:

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Salam kenal Devi. BKU singkatan nama universitas?

    HEC-HMS adalah model hidrologi, HEC-RAS adalah model hidraulika. HEC-HMS memodelkan DAS untuk mensimulasikan respon (tanggapan) DAS terhadap hujan. HEC-HMS menghasilkan hidrograf. HEC-RAS memodelkan saluran/sungai untuk mensimulasikan aliran di alur sungai. HEC-RAS menghasilkan profil muka air di sepanjang alur sungai.

    Pertanyaan Devi mirip sekali dengan pertanyaan Siti Ima Fatima. Coba baca tanggapan saya terhadap pertanyaannya pada 26 Desember 2011. Scroll ke atas, nanti Devi akan menemukan comment Siti Ima Fatima dan tanggapan saya.

    Devi ingin mengetahui hidrograf saja (dengan HEC-HMS) atau ingin pula mengetahui profil muka air di saluran drainase (memakai HEC-RAS)? Coba konsultasikan dengan dosen pembimbing.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

  52. Khairul IQbal says:

    Saleum..

    Bahasan dan pertanyaan dari comment terdahulu sudah menjelaskan banyak tentang program HEC-RAS ini selain dari modul dasarnya sendiri.

    Saya selama ini sering menggunakan alat bantu GIS, oleh karenanya saya ingin bertanya bagaimana dengan konsep HEC-GeoRAS? mudah-mudahan dalam modul lanjutan ada sedikit membahas tentang itu.
    Password untuk mendownload modul lanjutannya saya tunggu pak.

    Terima Kasih

  53. Khairul IQbal says:

    modul lanjutan sudah saya download pak. terima kasih banyak

  54. yahya al ansori says:

    Ass. Pak Is….saya mahasiswa semester 5 Teknik Sipil PNJ, yang sedang dalam agenda menyusun TA dan dari penjelasan dosen pembimbing saya diarahkan untuk mengambil metode HEC RAS, jadi mohon bantuannya dan ilmu nya pak 😀
    sxan tolong juga dikirim ke email saya pak
    trimakasih 🙂

  55. Prabowo says:

    Assalamualaikum Pak..
    Saya alumni D3 sipil ugm Pak, tertarik untuk mempelajari HEC-RAS untuk memodelkan sungai & menghitung banjir. Dimodul HEC-RAS Dasar yang telah bapak berikan sangat bermanfaat untuk belajar tentang HEC-RAS. selanjutnya saya berharap Bapak dapat memberikan pasword untuk mendownload modul HEC-RAS Lanjut Junction and Inline Structures untuk mempelajari model sungai saat ada struktur yg melintang sungai spt bendung, Terimakasih.
    Wassalamualaikum

  56. nur says:

    assalamualaikum,
    saya mau bertanya adakah keterkaitan antara program arcGIS dengan HEC-RAS??? oh ya pak saya boleh mendapatkan password untuk modul pelatihan lanjut, terima kasih

  57. Hary P says:

    Ass. Wr. Wb.
    Salam kenal pak, nama saya hary. saya telah memplajari modul dasar hec ras yang bapak susun. Ternyata sangat membantu sekali untuk mengerjakan tugas akhir yang sedang saya kerjakan. Untuk keperluan penyelesaian tugas akhir ini saya sangat memerlukan cara-cara mengoperasikan junction, struktur dan sedimen. Mohon bantuan bapak agar saya diijinkan mendownload modul tingkat lanjutnya tersebut.
    Terimakasih sebelumnya.

    Wassalam.

    Hary

  58. adam says:

    Ass. Wr. Wb.
    Salam kenal pak, saya adam. saya telah memplajari modul dasar hec ras yang bapak buat. Ternyata sangat membantu sekali untuk saya yang sedang ingin mempelajari hec ras ini. tapi di panduan bapak yang dasar ini saya masih bingung, karna panduan yang bapak berikan seperti putus begitu saja, apakah ini kesalahan ketika mendownload atau memang seperti itu pak?
    Untuk keperluan penyelesaian tugas akhir ini saya sangat memerlukan cara-cara mengoperasikan junction, struktur dan sedimen. Mohon bantuan bapak agar saya diijinkan mendownload modul tingkat lanjutnya tersebut.
    terimakasih

    • admin says:

      Salam kenal kembali.
      Untuk mengetahui keutuhan file modul dasar yang telah Anda download, silakan mengecek ukuran file. Seharusnya 2.11 MB. Cek pula nomor halaman; nomor halaman terakhir adalah 60.

      • kusnadi says:

        assalamu’alaikum
        pak, mau menanyakan mengenai penggambaran alur sungai.
        cara menggambar alur sungai dengan software HEC-RAS ini bagaimana ya pak? soalnya selama ini yang saya tahu hanya dengan mengimport gambar, kemudian menggambarnya manual.
        adakah cara yang lain, semisal dengan input data panjang ruas, sudut belok alur dsb. terimakasih

        • admin says:

          Wa’alaikumsalam wr wb.
          Data alur sungai (river network) dapat dimasukkan ke dalam HEC-RAS melalui cara impor data geometri yang dibuat dengan fasilitas GIS dengan software HEC-GeoRAS.
          Panjang ruas sungai tidak perlu diinputkan. Ini dihitung sendiri oleh HEC-RAS berdasarkan data jarak antar tampang lintang. Demikian pula sudut belok alur. HEC-RAS tidak membutuhkan informasi ini. HEC-RAS “mengetahui” alur berbelok dari data jarak antar tampang LOB, Channel, ROB. Perlu pula kita fahami yang dimaksudkan dengan jarak-jarak LOB, Channel, dan ROB ini. Jarak LOB, misalnya, adalah jarak tempuh aliran di bantaran kiri antara suatu tampang lintang ke tampang lintang berikutnya di sisi hilir. Jadi, bukan jarak antar batas kiri suatu tampang lintang ke tampang lintang berikutnya di sisi hilir. Pengertian ini yang kadang kala tidak difahami oleh pengguna HEC-RAS.
          Wassalamu’alaikum wr wb.

  59. Urhfi says:

    Assalamu’alaikum WRB.
    Salam kenal, blog yang bapak buat ini sangat membantu sekali untuk saya yang sedang ingin mempelajari hec ras. Modul pertama ini membahas tentang Simple Geometry River dan dijelaskan dengan sangat baik, bolehkah saya diberi tahu cara memasukkan/mengimport data sungai dari landdesktop ke dalam hec-ras? dan kalau bisa minta modul selanjutnya..
    Terima kasih..
    Wassalam

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Salam kenal kembali Dik Urhfi.
      Terus terang, saya belum pernah mengimpor data geometri sungai dari land desktop. Kebetulan pula, saya tidak menguasai land desktop. Saya pernah memakai file peta situasi sungai dalam AutoCAD untuk membuat (memasukkan data) river network. HEC-RAS dapat membaca file berformat .dwg atau .dxf.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

    • admin says:

      Email yang saya kirimkan ke alamat Dik Urhfi di Urfhi83@yahoo.co.id tidak berhasil diterimakan ke inbox Anda.

  60. urhfi says:

    maaf pak, mungkin saya menuliskan email saya dengan huruf kapital, yang seharusnya urhfi83@yahoo.co.id

  61. irpan says:

    aslmkm
    selamat sore pa, senang sekali akhirnya ada tutorial hec-ras yang berbahasa indonesia. karena dengan hal tersebut dapat memudahkan seseorang yang ingin belajar software hec-ras.
    setelah saya baca dan praktekan modul dasar yang bapa buat maka banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. meningkatkan semangat untuk terus dan terus lagi belajar.
    ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada bapak mengenai hec-ras, karena saya berpikir alangkah komplitnya program ini jika bisa melakukan hal-hal tersebut. pertanyaan saya adalah:

    1. bagaimana caranya mengexport hasil simulasi hec-ras kedalam bentuk video?
    2. apakah ada fasilitas di hec-ras yang dapat memperkirakan berapa luas genangan yang terjadi jika terjadi banjir dan berapa lama genangan itu akan surut?

    demikian pertanyaan saya, terimakasih atas perhatiannya.

    wslm

    (NB: minta password modul lanjutnya ya pa..hehe)

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Hasil simulasi HEC-RAS yang berbentuk tayangan bergerak, misal tayangan Profile Plot atau Cross Section, dapat disimpan ke dalam file berformat AVI. Lakukan langkah-langkah di bawah ini.
      1) Aktifkan layar tayangan hasil, misal Profile Plot.
      2) Klik tombol yang bertanda bulat warna merah dan klik Yes untuk mengonfirmasi.
      3) Gerakkan tayangan. HEC-RAS akan menyimpan tayangan ke dalam file berformat .bmp, satu file per frame.
      4) Klik tombol yang bertanda bulat warna merah yang akan mengaktifkan layar “Convert HEC-RAS Simulation Bitmaps to an AVI File”.
      5) Klik tombol “Write AVI…”.

      Luas genangan dapat diprediksikan dengan dua cara. Pertama adalah dengan memakai fasilitas GIS pada layar editor data geometri. Dalam hal ini, data geometri sungai (River Network) haruslah dibuat dalam koordinat global, misal UTM. Data Cross Section dapat dipertahankan dalam sistem lokal (relatif terhadap reach) atau sekalian diubah ke dalam sistem koordinat global.

      Cara kedua adalah dengan mengekspor hasil simulasi HEC-RAS ke HEC-GeoRAS. Gunakan HEC-RAS untuk memplot hasil simulasi. Saran saya, sekalian saja data geometri sungai dibuat di dalam HEC-GeoRAS.

  62. wiwiek dwi susanti says:

    Assalamu’alaikum,

    Pak Is, untuk belajar lebih lanjut aplikasi HEC, mohon dikirimkan modul HEC RAS lanjut junction and inline structure..

    tx b4

  63. Ratih Kusuma Hartini says:

    Assalamualaikum,,

    Pak Is, saya mau konsultasi simulasi pemodelan Kali Pepe Hilir. Untuk Geometri nya sudah tidak ada masalah Pak, sudah biru semua tapi pas dibagian unsteady flow simulation nya ga stabil, iterasi nya tidak sampai selesai. Besok Pak Is ada waktu tidak Pak, kalo ada sekitar jam berapa Pak.

    Terimakasih.

    Wasslamualaikum.

  64. Achmad Rivani says:

    Pak, modul HEC-RAS Dasar Simple Geometry River sangat bagus pak.
    Penjelasannya cukup terperinci… Saya pelajari dulu ya Pak..
    Jazakalloh Khoir..

  65. Achmad Rivani says:

    Assalamualaikum wr wb,
    Pak, bolehkah saya dikirimkan pasword untuk Modul HecRas tingkat lanjut??
    terimakasih banyak Pak.
    Wassalam..

  66. Nur azizah says:

    makasih pak is..filenya bermanfaat bgt..tlg diemail ya yang modul2

  67. Amithya Anindita says:

    assalamu’alaikum, pak.
    saya ingin mempelajari tentang bridge scouring pada hec-ras untuk tugas akhir saya.
    saya ingin menanyakan data apa saja yang saya butuhkan?
    dan dimana saya bisa mendapatkan example sets?
    apakah saya membutuhkan modul hec-ras lanjut?
    terima kasih sebelumnya….

  68. enung says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Apa kabar pak?saya pernah bimbingan tesis sama bapak tentang awal gerak sedimen tahun 2007. senang sekali bisa bersilaturahmi lagi dengan bapak..
    Pak,kalau boleh saya mohon ijin untuk menggunakan modul HEC RAS dasar sebagai salah satu bahan referensi untuk mata kuliah hidrolika yang sekarang saya ampu.Insya Allah saya ada rencana untuk memberikan materi kuliah tambahan HEC RAS pada mata kuliah hidrolika.Dan kalau boleh apakah saya bisa mendapatkan modul lanjutnya dan modul mengenai bridge scour?
    Terima kasih sebelumnya.semoga bisa menjadi amal ibadah untuk bapak.
    Wassalamualaikum..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Senang bertemu kembali dengan Dik Enung. Bekerja di mana?
      Silakan menggunakan modul saya sebagai referensi bahan ajar hidraulika. Semoga dapat bermanfaat.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  69. Febrian Tandayu says:

    asalamualaikum Pak Istiarto. sya mau minta modul buat belajar hec-ras nya pa. soalnya sya menggunakan hec – ras untuk skripsi atau tugas akhir. tolng bantuannya ya pak. terimakasi sebelumnya pa.

  70. enung says:

    Alhamdulillah saya ngajar di politeknik negeri bandung.mudah2an saya bisa jadi pengajar yang baik seperti pak is..
    Terima kasih pak untuk modul lanjutannya.sudah bisa saya download.

  71. Febrian Tandayu says:

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih. telah membalas e-mail saya pa. setelah saya baca saya sebagai orang yang awam sekali dengan software ini. menurut sya bahasanya agak sulit dipahami, percobaan-percobaannya jga kurng penjelasan pa, mungkin sama kurangnya gambar untuk menjelaskan suatu prosedur. mudah-mudahan sya bsa mendownload modul yg kedua ya pa.

  72. aris says:

    modul yang simple geometri sudah bagus……
    bahsa mudah dimengerti alias tidak NJLIMET……
    mohon modul slnjutnya……..thanks pak is

  73. Sujatmiko says:

    Yth. Pak Istiarto,
    Saya adalah alumnus teknik sipil UGM, saya sangat tertarik dengan modul software HEC-RAS dalam bahasa Indonesia.

    Kalau tidak keberatan boleh tidak saya minta softcopy modul aplikasi tersebut ? terima kasih sebelumnya.

  74. Sujatmiko says:

    Terima kasih Pak atas jawaban melalui Email, sebenarnya tidak sengaja menemukan website ini di internet, kebetulan saya mendapat proyek dari klien untuk merencanakan banjir tahunan pada sungai dengan sofware HEC-RAS. Saya sangat kesulitan dengan tutorial yang ada dalam bahasa inggris yang sangat komplek dan susah dipahami.
    Saya terus mencari melalui google pedoman HEC-RAS dalam bahasa Indonesia, dan saya menemukan hanya website inilah satu-satunya yang ada dan setelah saya pelajari sangat mudah dipahami. Saya sangat terbantu dengan adanya Website ini. Terima kasih.

  75. sutiono says:

    Assalamualaikum Pak Istiarto, saya membutuhkan penjelasan mengenai hasit running (output) dari HEC-RAS, mohon bantuannya untuk mendownload modul selanjutnya.
    Terimakasih sebelumnya…
    Wassalam

  76. Amithya Anindita says:

    sebelumnya terima kasih, Pak sudah membalas email saya.
    saya sudah membaca modul simple geometry river, dan alhamdulillah cukup bisa saya kuasai.
    menurut saya ini adalah sebaik-baiknya modul HEC-RAS dalam bahasa indonesia.
    dan modul ini mungkin tidak bisa untuk jadi lebih sederhana lagi.
    saya amat terbantu dengan adanya modul ini sebagai pengetahuan awal saya dalam memahami software ini.
    Terimakasih, Pak.
    dan saya juga ingin mempelajari modul lanjutan untuk Tugas Akhir saya.
    Mohon bantuannya.
    Terimakasih sebelumnya, Pak.

  77. fajar says:

    sebelumnya terima kasih kepada Pak Istiarto sudah membalas email saya.
    saya sudah membaca dan mempelajari modul simple geometry river
    Menurut saya modul tersebut sangat bagus dan cukup rinci dalam menjelaskan program hecras khususnya pengetahuan bagi pemula seperti saya.

    Namun mungkin perlu dilengkapi penjelasan sedikit mengenai proses atau metode penghitungan input data terutama debit sungai sebelum diinput ke hecras (seperti penghitungan debit rencana banjir)

    Alhamdulillah pengetahuan saya tentang hecras menjadi terbuka dan saya sangat terbantu dengan adanya modul ini.

    Terimakasih, Pak.
    dan saya juga ingin mempelajari modul lanjutan untuk Tugas Akhir saya.
    Mohon bantuannya.
    Terimakasih sebelumnya, Pak.

  78. Harie Prabowo says:

    Assalamu’alikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah setelah browsing kesana-kemari, akhirnya saya menemukan tutorial Hec-Ras versi bahasa Indonesia. Saya bekerja di salah satu perusahaan konsultan di Pulau Lombok. Untuk meningkatkan ilmu, saya sangat antusias untuk mempelajari lebih lanjut untuk program yang bapak ajarkan. Untuk itu mohon saya dikirimkan password untuk tutorial selanjutnya.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alikum Wr. Wb.

  79. saputra says:

    Assalamu’alaikum pak Istiarto, apakah boleh saya minta password HEC RAS lanjutannya.??
    Terima kasih sebelumnya.

  80. Rizki Mujianto says:

    sebelumnya Saya ucapakan Terimakasih Pak telah menjawab Email Saya.
    setelah Saya baca modul dasar simple geometry river Menurut Saya modul tersebut sangat bangus, dengan tutorial yang simple dan Rinci serta mudah di mengerti bagi pemula,
    tapi mungkin perlu di tambahkan tentang analisis pemodelan secara spasial dengan mengintegrasikan dengan sistem informasi geografis agar dapat di pahami oleh bidang ilmu lain. Dan juga penjelasan mengenai HEC HMS, dan HEC geo RAS.

    Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan modul dasar Bapak sebagai orang yang masih awam tentang Hec RAS.

    Terimakasih Pak. semoga bermanfaat.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  81. Rizki Mujianto says:

    Matursuwun Pak.. Modul tingkat lanjut sudah berhasil saya Download..

  82. saputra says:

    Assalamu’alaikum,….
    terima kasih pak telah membalas email saya,..
    saya tertarik untuk mendalami ilmu tentang hecras, terutama tentang pemodelan DAS untuk menampah ilmu pngetahuan saya,.
    saya tunggu paswodnya pak ya,.
    terima kasih sebelumnya,.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Mas Saputra Eka, email saya yang manakah yang sampai ke Mas Saputra? Yang pertama atau yang kedua? Email pertama saya tujukan ke alamat email yang Mas Saputra tuliskan pada comment ini, tetapi email tersebut mental kembali ke saya. Kemudian saya coba mengirimkan email kedua dengan menambahkan “r” pada kata saputa menjadi saputra pada alamat email Mas Saputra.
      Silakan memenuhi syarat untuk mendapatkan password seperti yang saya tuliskan pada email tersebut.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  83. imam says:

    pak saya sedang belajar HEC-Ras, saya ingin bertanya bagaimana cara cepat memasukkan data long atau cross dari file cad..?

    • istiarto says:

      Apabila Anda menggunakan CAD Land Development, eksporlah data koordinat setiap vertex di semua cross section. Imporlah file tersebut ke dalam RAS dengan menggunakan HEC-GeoRAS.
      Jangan lupa untuk memeriksa dengan cermat bentuk cross section, khususnya di tempat yang memiliki perubahan elevasi mencolok antar vertex berurutan. Contoh adalah di tebing sungai.

      Saya sendiri biasanya hanya menggunakan gambar situasi sungai dari AutoCAD sebagai gambar latar pada layar editor Geometric Data untuk menggambarkan alur sungai (river reach). Pada banyak kasus, data cross section saya masukkan ke dalam Geometric Data dengan cara “manual”. Data cross section sangat penting dalam memodelkan sungai, sehingga saya harus yakin bahwa data cross section telah benar-benar mencerminkan tampang lintang sungai sesungguhnya.

  84. imam says:

    Bagaimana cara menjadikan file Cad menjadi gambar latar di layar editor geometric data, saya sudah coba tapi tidak berhasil….
    terima kasih pak penjelasannya…

  85. imam says:

    terima kasih penjelasannya.., alhamdulillah bisa pak…
    saya ingin bertanya lagi pak, bagaimana dengan skalanya..? apakah skala panjang sungai harus sesuai dengan hasil penggambaran d CAD..?
    Bagaimana agar skalanya sesuai dengan gambar CAD hasil pengukuran..?

    maaf pak saya klo banyak bertanya, saya baru tahap awal belajar..
    Terima kasih…

    • istiarto says:

      Skala gambar di HEC-RAS tidak harus sama dengan skala di CAD. Ingat, gambar “river network” di layar editor Geometric Data hanyalah gambar sketsa untuk keperluan tampilan yang membantu kita. HEC-RAS tidak membaca gambar tersebut sebagai input data geometri sungai, namun HEC-RAS membaca data geometri sungai dari angka-angka yang kita masukkan ke dalam layar editor Cross Section Data.

      Saya berikan ilustrasi sebagai contoh. Misalkan saja kita gambarkan pada layar editor Geometric Data sebuah alur sungai (river reach) yang berkelok-kelok, namun angka yang kita masukkan ke dalam isian LOB, Channel, ROB pada Downstream Reach Lengths pada layar editor Cross Section Data sama (LOB=Channel=ROB), maka HEC-RAS mengenal alur sungai kita sebagai sungai lurus.

      Namun demikian, saya menyarankan Anda untuk menyamakan skala gambar di HEC-RAS dan di CAD. Sebaiknya pula, gambar di CAD berskala 1:1 dan dalam satuan meter. Apabila gambar di CAD dalam satuan selain meter, maka sebaiknya diubah dulu menjadi bersatuan meter.

      Selamat mencoba.

  86. imam says:

    terima kasih pak atas penjelasannya…
    semoga bapak tidak pernah bosan untuk berbagi ilmu…

  87. Choly Nuradil says:

    Assalamu’alaikum, wr, wb.

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas modul HEC-RAS-nya. Modul tersebut sangat membantu sekali pak Is. Mohon ijin untuk mendapatkan modul HEC-RAS lanjutannya pak.

    Saya pernah mendengar bahwa Autocad Civil 3D dapat meng ekspor & mengimpor data ke HEC-RAS, apakah pak Is punya referensi mengenai ini? Terima kasih.

    Wassalamu’allikum Wr, Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb

      Benar, kita dapat memakai Autocad Civil 3D untuk menyiapkan data geometri sungai dan HEC-RAS tinggal memanggil (mengimpor) data tersebut. Simpan file data dalam format GIS. Dari layar editor Geometric Data, gunakan menu File | Import Geometric Data | GIS Format … untuk memasukkan data tersebut ke dalam HEC-RAS. Sering kali kita masih ingin mengedit data geometri tersebut. Untuk itu, gunakan menu GIS Tools.

      Kalau saya, data dari Autocad Civil 3D hanya saya pakai sebagai bantuan dalam pembuatan alur sungai (river network). Untuk data cross section, saya lebih senang memakai data hasil pengukuran tampang sungai. Saya selalu berhati-hati apabila cross section diperoleh dari interpretasi peta situasi, apalagi kalau peta situasi tersebut diinterpretasikan dari data pengukuran tampang lintang. Lha ini namanya ‘kan malah muter-muter.

      Harap dilihat pula skala peta situasi sungai. Jikalau pun 1:5000, dan kita ingin titik-titik elevasi di cross section berjarak setiap 10 m, maka titik-titik cross section tersebut di peta situasi adalah berjarak 2 mm. Kalau peta situasi Anda dibuat dari DEM, berapa kerapatan titik data ukur yang dipakai untuk membuat DEM tsb?

      Pertanyaan yang bagus. Saya senang karenanya.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  88. danang bimo says:

    terimakasih pak saya modul yang bapak berikan sangat bermanfaat bagi saya dan mungkin yg selama ini merepotkan saya adalah bagaimana memasukan data cros section dengan cepat mengingat sungai eksisting dengan bentuk yg masih alami berbeda beda satu sama lain.

    dan karena saya sebenarnya mendapat input data dari surveyor yg menggunakan autocad land development dan disana ada fasilitas export ke hec saya berharap ada tambahan di modul tentang fasilitas pertukaran data antar 2 aplikasi ini cuntuk memotong workflow agar lebih singkat dan bisa menghemat waktu

    terimakasih pak

  89. Hizbul says:

    asslamu’alaikum.wr.wb.
    Sebelumya saya ucapkan terima kasih atas panduan Hecras nya pak, untuk memperdalam ilmu tentang hecras kalo boleh,sy mw minta password untuk download modul lanjut junction,spy sy bs belajar HEC RAS lebih lanjut..
    terima kasih pak atas bantuan nya…
    Wassalamu’alaikum wr wb..

  90. Akhmad M. says:

    Assalamu’alikum Wr. Wb.
    terima kasih Pak atas sharing ilmunya. saya sangat terbantu sekali dengan modul bapak. saya juga mengharap ada tutorial mengenai export dari civil 3d ke hecras.
    terima kasih

    Wassalamu’allikum Wr, Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Terima kasih atas usulan ini. Akan saya usahakan modul Complex Geometry segera dapat saya susun. Materi tentang transfer data geometri dari CAD termasuk yang ingin saya masukkan ke dalam modul tersebut.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  91. Hizbul says:

    Terima kasih atas emailnya pak,
    saya mau nanya tentang sungai yg berbelok belok, bagaimana penerapanya dalam HEC RAS ?, atau di HEC RAS sungai itu di anggap lurus?,

    terima kasih.

    • istiarto says:

      Terima kasih Mas Hizbul. Pertanyaan yang bagus.

      Supaya informasi mengenai hal ini dapat lebih mudah diketahui oleh pembaca yang lain, maka jawaban saya tayangkan pada halaman post. Sila jenguk http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/2012/04/hec-ras-sungai-berkelok/.

      Semoga bermanfaat.

      • Hizbul says:

        Setelah membaca penjelasan bapak saya jadi mengerti kalau penginputan data geometri sangat penting dalam pemodelan HEC RAS. untuk menentukan sungai itu berbelok atau lurus tergantung pada pengisian data jarak antar cross section (LOB,Channel,ROB).
        terima kasih atas penjelasanya pak,
        oh iya, bolehkah saya minta password untuk download HEC-RAS Junction and Inline Structures.
        matur suwon,
        وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  92. akhmad m. says:

    Assalamu’alaikum pak Istiarto,
    apa saya boleh minta password HEC RAS tingkat lanjutnya.??
    Terima kasih sebelumnya pak.
    Wassalamu’allikum Wr, Wb.

  93. phohan says:

    assalamualaikum Wr. Wb,
    saya ingin bertanya pak is, mengenai input data LOB, Chanel, ROB
    angka yang dimasukkan berupa angka apa ya pak? apakah jarak memanjang sungai nya pak?
    jika LOB, Chanel dan ROB hanya dimasukkan di hilir dan di hulu saja bagaimana pak?
    terimakasih pak

  94. rosyid says:

    terimakashih buat sharenya pak.. semoga jadi tambahan amal ibadah.
    saya fresh graduate dari salahsatu PT di Lampung pak, pengen belajar software ini.
    kalau boleh mohon ijin untuk minta password file tutorial untuk Hecrass Lanjutanya pak.
    terimakasih..

  95. muhammad khidir says:

    Ass pak, boleh saya minta password HEC RAS lanjutannya?
    Dan saya mau tanya apakah hec ras bisa digunakan untuk analisa dimensi+elevasi+debit saluran/sungai?

    Terima kasih

    • istiarto says:

      Ya, HEC-RAS dapat dipakai untuk keperluan itu. HEC-RAS dapat pula dipakai untuk membantu merancang dimensi saluran/sungai.

      • muhammad khidir says:

        setahu saya untuk analisa dimensi ruas saluran dibutuhkan data Panjang + Catchment area + koef. run off saluran, + curah hujan rata2, bagaimana carax memasukkan semua data tsb dlm hec-ras?
        saya selama ini menganalisa hidrolika saluran/sungai dengan menggunakan program excel. mudah2an dngn hec-ras bisa lebih akurat & cepat proses analisax

        • istiarto says:

          Dalam merancang dimensi saluran (tata letak/trase saluran, tampang melintang, tampang memanjang, struktur hidraulik yang harus dibuat di saluran: gorong-gorong, jembatan, terjunan, pintu, dsb), HEC-RAS memerlukan input atau data masukan debit aliran yang akan lewat saluran yang kita rancang. Tentu saja, ada data lain yang diperlukan, antara lain peta situasi, peta topografi, tanah, serta kriteria desain. Nah, data yang Mas Muhammad Khidir sebutkan di atas, yaitu catchment area dan curah hujan, dipakai untuk menghitung debit aliran yang akan kita lewatkan ke saluran. Di sini, curah hujan yang turun di catchment area (DAS) diubah menjadi debit aliran. HEC-RAS tidak dapat melakukan hal ini. HEC-RAS meminta data debit aliran sebagai data masukan. Nah, untuk keperluan pengubahan curah hujan menjadi debit aliran, kita dapat memakai bantuan HEC-HMS. Dia ini dapat dikatakan “saudara kandung” HEC-RAS.

          Silakan baca juga comment saya mengenai HEC-RAS dan HEC-HMS. Silakan scroll ke atas, atau klik http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/training/modul-hec-ras/#comment-252 dan juga http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/training/modul-hec-ras/#comment-306.

          • muhammad khidir says:

            trimakasih banyak pak, akan saya coba.
            oya pak, dalam hec-ras bagaimana carax agar kita bisa melihat perlunya rencana normalisasi dimensi+elevasi sungai ? misalnya dari data eksisting lebarx 4m, tinggix 1m, setelah dianalisa menjadi 6x2m. Atau dari eksistingx tidak ada sungai menjadi ada sungai karena dibutuhkan sudetan?
            semoga bapak tidak bosan-bosan berbagi ilmu dan kalau bisa minta modul selanjutnya..
            Terima kasih..
            Wassalam

          • istiarto says:

            Keperluan untuk pembesaran dimensi saluran dapat di-“baca” dari hasil simulasi aliran. Apabila hasil simulasi aliran pada tampang saluran saat ini (existing cross sections) menunjukkan muka air di saluran menyebabkan jaraknya ke tebing saluran lebih kecil daripada tinggi jagaan (freeboard) atau bahkan muka air di saluran lebih tinggi daripada tebing sungai, maka perbesaran tampang perlu dilakukan. Lakukan simulasi aliran permanen (steady flow analysis) untuk mencoba berbagai dimensi saluran. Setelah menemukan dimensi yang dirasa “pas”, silakan melakukan simulasi aliran tak permanen (unsteady flow analysis). HEC-RAS memiliki fasilitas “Channel Design/Modification” untuk memudahkan kita dalam menemukan dimensi saluran yang pas.

            Sudetan biasanya berupa floodway (kanal banjir) atau by-pass channel. Sudetan berfungsi untuk mengurangi beban aliran di suatu ruas sungai dengan cara mengalihkan sebagian aliran tersebut ke saluran/sungai baru atau sungai lain yang ada di dekatnya. Jika ujung hilir sudetan bermuara di tempat yang berbeda dengan muara sungai asal, maka sudetan disebut floodway. Jika ujung hilir sudetan bertemu kembali dengan sungai asal, maka sudetan disebut by-pass channel. Dalam hal sudetan bersambung dengan saluran/sungai baru, biasanya permasalahan berat yang dihadapi adalah pada upaya penyediaan lahan. Dari sisi desain hidraulik, tidak ada kesulitan yang berarti.

            HEC-RAS membantu kita dalam mendesain saluran baru melalui fasilitas “Channel Design/Modification” yang ada di layar editor Geometric Data, pada menu Tools. Paragraf-paragraf di bawah ini memaparkan langkah-langkah utama dalam mendesain sungai baru.

            1. Buatlah alur sungai baru (river network) berdasarkan trase sungai yang kita rancang.
            2. Masukkan data topografi tampang lintang koridor sungai sepanjang trase sungai tersebut.
            3. Buat tampang lintang sungai baru berdasarkan template yang kita desain ke setiap tampang lintang koridor sungai tersebut. Ini dilakukan dengan memakai menu Channel Design/Modification.
            4. Lakukan simulasi aliran permanen.
            5. Jika hasil simulasi menunjukkan kalau desain kita “menjanjikan”, teruskan simulasi dengan memasukkan semua struktur hidraulik yang dibutuhkan (jembatan, gorong-gorong, terjunan, dsb).
            6. Lakukan simulasi aliran permanen ataupun tak permanen untuk memastikan bahwa desain sungai kita sudah sempurna.

            Selamat mencoba.

  96. janto says:

    Terima kasih pak Is modulnya sangat bermanfaat bagi saya kalo berkenan saya apakah bisa minta untuk modul lanjutan, ada 1 pertanyaan untuk membuat geometrik apakah bisa langsung meng input data dari exell/autocad land development desktop yang sudah berbentuk koordinat (x,y) terima kasih

    • istiarto says:

      Setahu saya, data (x,y) dari Excel tidak dapat dibaca langsung oleh HEC-RAS. Tetapi, kita dapat meng-copy daya (x,y) tsb ke clipboard dan mem-paste-kannya ke tabel data cross section di HEC-RAS. Cara ini sudah lumayan mempercepat pemasukan data (x,y) ke HEC-RAS daripada menuliskannya satu per satu. Apabila data berasal dari AutoCAD Land Development, sebaiknya disimpan saja ke format GIS yang nantinya dapat dibaca oleh HEC-RAS.

      • janto says:

        Terima kasih Pak atas penjelasannya, dari modul dasar bapak saya mencoba menginput beberapa data cross section yang saya ambil dari data topographi (tidak dengan metode interpolasi seperti yang ada di modul) saya menginput mulai dari bagian hilir ke ke bagian hulu tetapi data yang masuk di dalam geometrik terbalik yang harusnya cross section di hulu menjadi hilir, mohon di bantu pak apakah saya salah memasukkan data ataukah ada langkah2 yang salah. terima kasih

        • istiarto says:

          Coba cek nomor river station (RS). Nomor RS diurutkan, nomor terkecil adalah RS paling hilir dan makin ke hulu nomor RS makin besar.

  97. irfan says:

    Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Pak Istiarto kalo boleh, sy mau minta password untuk download modul lanjut junction,spy sy bs belajar HEC RAS lebih lanjut..
    terima kasih pak atas bantuan
    Wassalamu’alaikum wr wb..

  98. ari susanto says:

    maaf Pak, bisa minta tolong diemailkan modul hec ras-nya ke email saya.
    terima kasih.
    saya alumni teknik pengairan universitas brawijaya malang, tapi agak gaptek di software : ) karena itu saya ingin belajar.

    terima kasih sebelumnya

    ari susanto

  99. imam says:

    Asslamuallaikum….
    Maaf pak saya mau bertanya ouput dari hecras seperti tabel, saya kurang mengerti cara membaca tabel keluaran hecras..
    Bagaimana cara mengetahui (kalibrasi) hasil simulasi hecrass apakah sudah benar atau sesuai dengan kondisi sebenarnya… Saya belum tahu metode apa saja yang dapat di gunakan untuk kalibrasi hecrass.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Ada dua jenis tabel output HEC-RAS, yaitu tabel yang menunjukkan parameter hidraulika hasil hitungan di suatu tampang lintang (River Station, RS) dan tabel yang menunjukkan paramater hasil hitungan di sepanjang ruas (reach). Tabel cukup informatif. Cobalah melakukan simulasi aliran yang sederhana (dapat memakai project yang ada di modul dasar). Lihat tabel output. Di sana ada informasi mengenai EG Elev (Energy Gradeline Elevation), WS Elev (Water Surface Elevation), Q Total, dsb.

      Kalibrasi merupakan langkah yang sangat penting dalam pemodelan. Yang paling sering, dan tampaknya paling mudah, dilakukan adalah mengkalibrasikan elevasi muka air. Di sini, elevasi muka air hasil hitungan HEC-RAS dibandingkan dengan elevasi muka air di lapangan. Parameter model yang diubah atau disesuaikan nilainya dalam upaya membuat HEC-RAS menghasilkan elevasi muka air yang mirip dengan elevasi muka air di lapangan adalah nilai kekasaran Manning dan/atau koefisien atau parameter di struktur hidraulik yang ada di alur (jembatan, gorong-gorong, bendung, dsb).

      Elevasi muka air yang manakah yang dikalibrasikan? Seharusnya, HEC-RAS dikalibrasi terhadap berbagai nilai elevasi muka air. Tetapi, data ini seringkali tidak ada. Pada beberapa kasus, saya lihat kalibrasi hanya dilakukan dengan data elevasi muka air maksimum atau yang lebih dikenal sebagai tanda/marka banjir. Dalam situasi seperti ini, kita harus berhati-hati. Pertama, kalibrasi jangan sampai menghasilkan nilai kekasaran Manning atau nilai parameter di struktur hidraulik yang tidak realistis. Kedua, kita harus ekstra hati-hati apabila nilai hasil kalibrasi tersebut akan dipakai untuk mensimulasikan aliran dengan debit yang sangat berbeda dengan debit yang dipakai pada langkah kalibrasi.

  100. masdar says:

    ass…saya baru belajar hec-ras pak. jadi mohon maaf kalo pertanyaannya dianggap “belum berisi”
    1. pada input data untuk sungai yang berkelok, dapat diaplikasikan dari jarak ROB, Channel, dan LOB. pada input cross sectionnya kan kita menyesuaikan dengan kondisi existing lapangan, termasuk mungkin tebing. dalam hal ini, kita tidak bisa menentukan dimana elevasi ROB, channel maupun LOB.
    2. untuk pertemuan dua atau lebih anak sungai yang sudah ditentukan debitnya, ketika terjadi pertemuan sungai, apakah debitnya dapat langsung dihitung oleh HEC-RAS ataukah harus dihitung tersendiri pak.
    3. matur nuwun..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Apakah yang Mas Masdar maksudkan adalah kesulitan menentukan batas kanan LOB dan batas kiri ROB (batas kiri dan kanan Channel)? Bantaran banjir (overbank) tidak selalu ada. Suatu alur sungai dapat saja hanya terdiri dari alur utama (main channel) tanpa bantaran banjir, atau alur utama dan satu bantaran banjir di kiri atau kanan saja. Di alur berkelok, alur utama biasanya berada di sisi luar kelokan dan sisi luar kelokan mungkin saja berupa tebing terjal sehingga tidak ada overbank. Beberapa sungai, khususnya yang melewati kawasan permukiman, seringkali sudah tidak memiliki bantaran banjir. Di tempat ini, tanggul berada mepet dengan alur utama. Pada modul dasar, saya memberikan contoh alur sungai yang hanya memiliki alur utama.

      Pada pertemuan sungai, kita tinggal menjumlahkan debit yang datang dari masing-masing anak sungai sebagai debit yang mengalir ke sungai induk (alur sungai setelah pertemuan anak-anak sungai). Pada percabangan sungai (sungai induk berpisah menjadi anak-anak sungai), langkah simulasi berbeda antara simulasi aliran permanen dan aliran tak permanen. Pada simulasi aliran permanen (steady flow analysis), kita perlu melakukan “trial-and-error” untuk mendapatkan distribusi debit aliran dari sungai induk ke masing-masing anak sungai. Sesudah run, lihatlah pesan error/warning/note. Adakah pesan error/warning/note di titik cabang? Jika ada, ubahlah syarat awal (initial conditions) debit di setiap alur di titik cabang (junction). Saya memberikan paparan tentang hal ini pada modul lanjut.

      Apabila kita melakukan simulasi aliran tak permanen (unsteady flow analysis), kita dapat lebih longgar dalam penetapan syarat awal (initial conditions) debit di setiap alur pada junction. Kalaupun toh debit kita tidak benar, maka seiring waktu, pengaruh kesalahan syarat awal tersebut pada hasil simulasi akan berkurang. Akan lebih baik lagi kalau waktu simulasi dipanjangkan di bagian awal dengan syarat batas (debit dan muka air) yang konstan pada perpanjangan waktu simulasi ini. Misalnya, simulasi utama kita adalah hidrograf banjir dengan waktu simulasi 24 jam. Nah, waktu simulasi kita tambah beberapa jam di bagian awal, katakanlah ditambah 12 jam. Pada waktu 12 jam pertama, syarat batas dibuat konstan.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  101. irfan says:

    terus terang pak istiarto, sy tertarik dengan Modul Hec-Ras krn sy sendiri dapatkan dari wabsite bapak, dimana sebelumnya di perkuliahan jg sy belum dapatkan dan sekarang sy melanjutkan Kuliah lagi tentunya ingin mempelajari lebih dalam lagi. Sy ingin mempelajari bagaimana Penggunaan Hec-Ras dengan Arcgis dalam perencanaan mengenai sungai krn sy bekerja di bidang fispra Bappeda kota Palu

  102. Faisal says:

    Assalamualaikum …
    Pak, bisa minta password untuk download HEC-RAS Lanjut: Junction and Inline Structures
    Terima Kasih

  103. benny hamdi says:

    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kpd bpk atas modul dasar yg sdh saya download sebelumnya..
    sekarang saya ada sedikit kendala pak dalam memasang b.culvert dalam simulasi saya. di user manual (F1) nya disebutkan harus mengklik terlebih dahulu lokasi barulah bisa menambah b.culvert
    “Select the river and reach that you would like to place the culvert in. This selection is accomplished by pressing the down arrow on the river and reach boxes and then selecting the river and reach of choice.”

    pada simulasi saya cuma ada 1 river n 1 reach dan sudah saya klik tapi tidak ada perubahan. maksud dari selec the river itu seperti apa ya pak?
    trimakasih.

    • istiarto says:

      Karena hanya ada satu river dan satu reach saja, maka river dan reach tersebut telah aktif. Dik Benny tinggal menambahkan box culvert. Pilih layar editor Inline Structure Data, pilih menu Options | Add an inline structure …, dan masukkan nama box culvert. Aturan penamaan box culvert sama dengan aturan penamaan river station.

      Saya telah memberikan contoh pemodelan culvert di modul lanjut. Silakan mendownload modul tersebut.

  104. imam says:

    pak sebenarnya angka main channel bank station pada input data cross section merupakan angka apa..? saya belum mengerti apa maksud dari main channel bank station…
    terimakasih pak..

    • istiarto says:

      Angka tersebut adalah angka Station pada koordinat (Station, Elevation) yang merupakan batas kiri dan kanan alur utama. Kedua angka ini harus dicuplik dari tabel data koordinat (Station, Elevation) yang ada di sisi kiri layar editor Cross Section Data. Kedua angka ini menandai batas antara alur utama dan bantaran banjir. Left Bank adalah batas antara alur utama dan bantaran banjir kiri. Right Bank adalah batas antara alur utama dan bantaran banjir kanan.

      Saya perlu mengingatkan bahwa suatu cross section tidak harus memiliki bantaran banjir. Dalam hal bantaran banjir tidak ada, maka pada isian data Main Channel Bank Stations dituliskan angka Station batas terluar cross section.

  105. benny says:

    Baiklah pak. modulnya lanjutanya sudah berhasil saya download dan akan saya pelajari…
    terimakasih atas ilmunya pak. Semoga berkah…
    kedepanya jika ada kendala saya harap bapak mau membantu dalam memberikan penjelasan dan solusinya.
    Terimakasih.

  106. azhari says:

    Ass. Pak Is. Kalau untuk kondisi sungai yang terkena pengaruh pasang surut ada contoh penyelesaian studi kasusnya dengan Hec Ras? kalo ada mohon di share pak. terus kalo pemukiman pada badan sungai, namun yang mempengaruhi aliran adalah tiang-tiang rumah (bukan lantai urukan) misalnya dari kayu ulin bagaimana memodelkan sebagai obstructnya pa? dan terakhir, boleh minta password untuk modul lanjutnya?sebagai bahan belajar…..

    • istiarto says:

      Wa’alaikum wr wb.

      Salah satu kasus yang dibahas di modul dasar adalah contoh sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Pengaruh pasang surut dicerminkan oleh syarat batas muka air di hilir yang merupakan fungsi waktu (muka air berubah terhadap waktu).

      Cara memodelkan tiang-tiang penyangga rumah panggung di sungai ada dua. Cara pertama adalah dengan memakai angka koefisien kekasaran dasar sungai (Koefisien Manning) yang besar, katakanlah lebih besar daripada 0.8. Kita dapat mengacu pada buku Open Channel Hydraulics (Ven Te Chow) untuk memperkirakan nilai koefisien ini. Angka pasti akan diperoleh setelah melakukan kalibrasi model.

      Cara kedua adalah dengan memakai fasilitas Obstructions. Setiap tiang penyangga rumah dimodelkan sebagai sebuah block dari obstruction yang berupa multiple blocks. Pada layar editor “Cross Section Data”, klik “Options | Obstructions …”, pilih “Multiple Blocks”, masukkan data Station dan Elevation untuk setiap tiang. Misalkan ada tiang, dari dasar sungai sampai elevasi +7 m yang berada pada jarak 32 s.d. 32.6 m, maka masukkan data Start Sta. 32, End Sta. 32.6, Elevation 7. Ini dilakukan untuk setiap tiang yang ada di cross section.

  107. zaragoza yudistira says:

    salam hormat pa istiarto. Terima kasih atas modul hec-rasnya pa. setelah saya coba dan pelajari ternyata ini adalah sebuah wacana dan jendela baru bagi saya. Untuk kedepannya jika ada permasalahan, saya harap bpk bisa membantu saya. terima kasih.

  108. benny says:

    Assalamualaikum wr wb pak…
    pada saat memasukkan data unsteady flow, kenapa flow hidrograph saya tidak aktif atau tidak bisa di klik ya pak? sehingga saya ga bisa masukkan syarat batas..
    mohon bantuanya,
    terimaksih.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Maksud Dik Benny apakah nama River, Reach, RS tidak muncul pada layar editor Unsteady Flow Data? Jika seperti itu, mungkin ada kesalahan pada geometry data.
      Ataukah maksud Dik Benny adalah River, Reach, RS ada pada layar editor Unsteady Flow Data dan setelah diklik, muncul layar editor Flow Hydrograph, namun layar ini tidak dapat diedit? Jika seperti itu, coba cek pilihan antara Use Simulation Time dan Fixed Start Time. Ubahlah pilihan ini. Kalau semula Fixed Start Time, ubahlah menjadi Use Simulation Time.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • benny says:

        oke pak, sudah teratasi..
        terimakasih pak..

        setelah itu saya coba masukkan unsteady flow data, namun ketika akan Compute tidak bisa running dan keluar tulisan “time series data needs to span the simulation windows”.
        untk informnasi, data simulasi jam jaman saya memiliki rentang 18 jam. maka saya masukkan data starting 0000 dan ending nya 1800 , namun tetap saja keluar erorr seperti diatas.
        kemudian,
        saya mengikuti sprti modul simple geometrik river, dengan mengisikan 0600 dan 1800 pada starting dan ending time..
        tetap saja muncul tulisan seperti tadi.

        mohon pencerahanya pak. terimaksih.

        • istiarto says:

          Silakan periksa tabel Flow Hydrograph pada layar editor Unsteady Flow Data. Apabila ada 18 jam data, berarti kurang 1 jam karena dari 0000 s.d. 1800 adalah 19 jam. Silakan pula periksa tanggal pada Starting Date dan Ending Date. Mungkin ada salah ketik pada isian di sana.

  109. phohan says:

    assalamualaikum, Wr Wb,

    pak istiarto, sy ingin menanyakan sedikit keluar alur dari pembahasan hec-ras,
    mengenai data input PF (Debit) saya mempunyai data masukan yang berasal dari beberapa metode, seperti HSS Gamma I, Rasional, Nakayasu, weduwen, dan sneijder,
    nah, menurut bapak debit masukan (input PF) yang paling baik atau tepat untuk wilayah indonesia (lampung khususnya) menggunakan metode yang mana ya pak?
    dan alasannya seperti apa ya pak, mohon bantuannya,
    terimakasih banyak pak.

    • istiarto says:

      Setiap metode hitungan/penetapan debit aliran yang Anda sebutkan memiliki keunggulan dan kelemahan. Lihatlah “syarat” metode tersebut dapat dipakai. Misal, suatu metode hanya sesuai untuk DAS kecil, dsb. HEC-RAS sebenarnya dapat membantu memilihnya. Lakukan simulasi aliran dengan debit yang diperoleh dari metode-metode tersebut untuk suatu kala ulang tertentu dan cermati muka air di saluran/sungai. Lihatlah apakah muka air tersebut cukup “logis”? Kadang-kadang ada suatu debit yang menghasilkan muka air terlalu besar atau sebaliknya terlalu kecil.

      Pilihan metode memang tidak mudah. Kadang-kadang, pengalamanlah yang membantu kita dalam memilih metode.

  110. Alan Dyka says:

    Assalamualaikum pak, boleh saya minta password modul HEC RAS lanjutan?
    Terima kasih

  111. phohan says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    pak istiarto, saya ingin menanyakan mengenai kalibrasi pada hec-ras.
    kalibrasi disini dalam artian membandingkan elevasi muka air yang ada pada hasil output hec-ras dengan data primer yang ada di lapangan,
    nah, yang ingin saya tanyakan yaitu seberapa besarkah atau batasan perbandingan selisih antara tinggi elevasi yang ada di lapangan dengan hasil simulasi hec-ras tersebut?
    sekiranya mungkin terdapat batasan selisih yang dimungkinkan (berapa persen).
    terimakasih pak.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Kalibrasi merupakan salah satu langkah penting dalam simulasi aliran. Bagus sekali bahwa Mas Phohan melakukan kalibrasi.

      Prinsip, elevasi muka air hasil HEC-RAS harus “mirip” dengan elevasi muka air yang diukur di lapangan. Seberapa “mirip”? Sepanjang yang saya tahu, tidak ada patokan baku untuk tingkat kemiripan ini. Menurut saya, ada dua hal: magnitud selisih dan persentase selisih antara keduanya. Jika selisih tersebut dalam beberapa centimeter, katakanlah, belasan centimeter, sudah bagus sekali. Selisih sampai sepuluh persen rasanya masih bagus.

      Berapa jumlah nilai muka air yang Mas Phohan kalibrasikan? Idealnya, model dikalibrasi terhadap banyak nilai muka air. Dengan kata lain, kalibrasi dilakukan terhadap liku kalibrasi debit (rating curve), bukan terhadap satu nilai muka air saja. Lebih bagus lagi, kalibrasi dilakukan di beberapa titik kontrol, tidak hanya di satu lokasi.

      Parameter apa sajakah yang Mas Phohan atur (adjust) untuk mendapatkan hasil kalibrasi? Biasanya, nilai kekasaran dasar sungai (Koefisien Manning) yang diatur. Jika sungai memiliki struktur hidraulik (melintang maupun sejajar alur), atur pula koefisien-koefisien yang ada di setiap struktur tersebut. Perlu dicamkan bahwa nilai koefisien-koefisien tersebut memiliki kisaran (range) tertentu. Jangan sampai kalibrasi menghasilkan nilai koefisien yang di luar batas kewajaran.

  112. Ayu says:

    Assalamu’alaikum Pak..

    Saya ingin bertanya mengenai pemodelan kolam tampungan dan pump station. Kebetulan saya baru belajar dan masih awam terhadap hecras, Pak..
    Saya memodelkan sungai yg banjir –> dilimpaskan ke storage area (dg elevasi minimum tertentu). Kemudian air dari storage tsb akan dipompa keluar menuju sungai yg kapasitasnya lebih besar.
    Setelah saya run, saya mengecek menu “Stage and Flow Hydrograph” untuk “type – storage area”. Disitu grafik “net inflow” storage area nya berfluktuasi antara nilai positif dan negatif. Apakah itu mungkin Pak, bahwa net inflow bisa bernilai negatif? Kalau memang tidak mungkin, kira2 kemungkinan besar letak salahnya dimana ya Pak?
    Kemudian di grafik stage storage area tsb, ada nilai stage yg < dari elevasi minimum yg telah di-input-kan di data storage area. Lagi2, apakah itu mungkin Pak? Kalau memang tidak mungkin, kira2 kemungkinan besar letak salahnya dimana ya Pak?

    Mohon penjelasan dari Bapak mengenai hal tsb ya..
    Terimakasih banyak Pak sebelumnya..

    Wassalamu'ailakum..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Net inflow di SA bernilai negatif menunjukkan aliran keluar dari SA dan, sebaliknya, net inflow bernilai positif menunjukkan aliran menuju ke SA. Jadi, net inflow memang dapat bernilai positif atau negatif.

      Stage (muka air) di SA seharusnya tidak turun sampai di bawah nilai minimum. Coba cek data WS Elev Off pada Pump Operations. Apakah nilai WS Elev Off lebih kecil daripada elevasi minimum SA? WS Elev Off adalah elevasi muka air di SA saat pompa berhenti bekerja. Jadi, nilainya tidak boleh lebih kecil daripada elevasi minimum SA.

      Semoga jawaban saya dapat membantu Dik Ayu.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • Ayu says:

        Terimakasih banyak Pak atas jawabannya. Sangat membantu..

        Oiya Pak, saya ada pertanyaan lain. Untuk kalibrasi kebenaran model hec-ras, parameter apa yg bisa saya gunakan selain tinggi muka air? Karena saya tidak memiliki data tinggi muka air banjir sungai tsb Pak.. Apakah saya bisa mengasumsikan bahwa: “selama bentuk grafik stage (type cross section) menyerupai grafik flow hydrograph, maka pemodelan bisa diterima” ?

        Mohon penjelasannya ya Pak..
        Terimakasih..

        • istiarto says:

          Kalibrasi model mengacu pada perbandingan muka air antara hasil model dengan muka air hasil pengukuran. Kalau Dik Ayu tidak memiliki data muka air, maka Dik Ayu tidak dapat melakukan kalibrasi. Bahkan idealnya, kalibrasi dilakukan tidak hanya terhadap satu nilai muka air, tetapi terhadap banyak nilai muka air (dengan debit aliran berbeda-beda, tentu saja). Kemiripan bentuk hidrograf muka air dengan hidrograf debit tidak dapat dipakai sebagai acuan kalibrasi model.

          • Ayu says:

            Wah, terimakasih banyak Pak atas penjelasannya.. Sangat2 membantu..
            Oh iya Pak, kalau boleh, sy juga ingin meminta password utk mendownload 2 modul tutorial hec-ras Bapak..

            Terimakasih banyak ya Pak..

          • istiarto says:

            Sama-sama, semoga dapat membantu Dik Ayu dalam melakukan simulasi.

  113. masdar says:

    assalam…

    mohon maaf pak…apa bisa saya dikirim password hec-ras lanjut ya pak…

    matur nuwun.

  114. Agung DP Putra says:

    Assalamualaikum.

    Salam kenal Pak.
    saya tertarik dengan adanya program HEC-RAS. Namun saya masih bingung cara pengoperasiannya. Bolehkah saya meminta modul pengoperasian program HEC-RAS dan mungkin dengan contoh soalnya atau contoh permasalahannya?

    Smoga karya-karya Pak Istiarto dapat bermanfaat bagi kita semua.
    Amin.

  115. Didit says:

    Assalamu’alaikum Pak Istiarto,
    Saya mahasiswa S2 T. Sipil UNDIP Pak, kebetulan tesis saya menggunakan HEC RAS untuk analisa hidrolika sungai. Permasalahannya adalah di sungai tersebut ada bendung gerak pembagi banjir (Inline Structure). Pada ulasan di atas Pak Istiarto jg membuat modul mengenai Inline Structure, boleh apa tidak Pak sy mendownload modulnya dan bagaimana cara mendownloadnya, terima kasih banyak.
    Wassalamu’ailakum..

  116. Julio says:

    Assalamualaikum,
    Pak Is, boleh minta modul HEC-RAS yang lanjutan nya… Saya mahasiwa IPB tingkat akhir, dan penelitian saya menggunakan HEC-RAS untuk mebuat simulasi…

    Terimakasih Pak..

    Wassalamualaikum

  117. benny says:

    Assalamualaikum pak..
    dalam TA saya, motode yg digunakan metode rasional (Q=CIA) dan jenis aliran unsteady.. namun ketika memasukkan data debitnya, saya sedikit bingung dengan flow hidrograph dan stage hidrograph yang data inputnya /jam. sementara hasil hitungan berupa debit maksimum saja.
    mohon bantuanya pak. soga bpk tidak bosan untuk membantu saya, memberikan solusi masalah
    TA saya.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Dalam kasus seperti ini, Dik Benny dapat menetapkan hidrograf aliran berbentuk segitiga. Puncak segitiga adalah debit maksimum yang Dik Benny peroleh dari Persamaan Rasional. Posisi puncak hidrograf ada pada waktu yang sama dengan waktu konsentrasi (time of concentration). Apabila durasi hujan (dianggap) sama dengan waktu konsentrasi, maka hidrograf akan berbentuk segitiga sama kaki. Puncak hidrograf sama dengan debit maksimum dan lebar hidrograf adalah dua kali waktu konsentrasi. Apabila durasi hujan berbeda dengan waktu konsentrasi, maka hidrograf tidak berbentuk segitiga sama kaki. Prinsipnya, ordinat puncak hidrograf adalah debit maksimum dan absis puncak hidrograf adalah waktu konsentrasi.

      Hidrograf aliran yang saya pakai pada contoh kasus pada modul lanjut (Junction and Inline Structures) adalah contoh hidrograf aliran berbentuk segitiga sama kaki.

      Ada beberapa persamaan untuk menghitung waktu konsentrasi. Salah satu yang dapat dipakai adalah Persamaan Kirpich.
      tc = 0.0663 L^0.77 / S^0.385
      tc adalah waktu konsentrasi dalam satuan jam, L adalah panjang alur sungai dalam satuan kilometer, dan S adalah kemiringan lahan di DAS.

      Ada pula persamaan Bransby-Williams untuk menghitung waktu konsentrasi ini.
      tc = 0.243 L / (A^0.1 S^0.2)
      A adalah luas DAS dalam satuan kilometer-persegi.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • benny says:

        Baik pak terimakasih antas penjelasnya, saya anggap segitiga sama kaki saja…
        selanjutnya satu pertanyaan lagi Pak,
        jika dalam 1 saluran yg akan di simulasikan itu terdapat 2 buah inlet yg menyumbangkan debit sebesar Q1 dan Q2, boleh tidak saya bikin inlet itu sebagai junction 1 untuk Q1 dan junction 2 untuk Q2.
        dengan masing2 hanya 1 crossection dan panjang saluran inlet tsb dibuat pendek sekali.
        sekian pertanyaan saya pak. Mohon bantuanya..

        Benny Hamdi

        • istiarto says:

          Gunakan syarat batas “lateral inflow” di kedua inlet tersebut. Lateral inflow ini dimasukkan pada data aliran (unsteady flow data).

          Aktifkan layar editor unsteady flow data.
          Klik tombol “Add RS …” dan klik nomor cross section yang berada di inlet.
          Pada RS tersebut, klik syarat batas “Lateral Inflow Hydr.”.
          Masukkan data hidrograf debit yang masuk ke inlet.

          Jangan memodelkan inlet tersebut dengan penambahan junction dan reach pendek. Kalau kita ingin memodelkan alur sungai dengan baik, justru kita butuh alur yang panjang. Batas hulu dan hilir model harus jauh dari ruas sungai yang menjadi objek kajian simulasi. Mengapa perlu alur panjang? Karena di dekat batas, model masih dipengaruhi oleh kesalahan/ketidak-tepatan syarat batas (boundary conditions).

          • benny says:

            Baiklah pak, saya gunakan lateral inflow data.
            terimakasih.

            Selanjutnya ketika memasukkan data debit pada Flow hydrograph, hanya bisa berupa data time interval yang seragam dan kontinu. jika tc saya sebesar 2,53 jam bisakah saya menggunakan pendekatan 2,5 jam dan memilih data time intervalnya 30 menit?
            dan jika dalam satu saluran itu mendapat debit awal dari 2 DTA yang berbeda, bagaimana cara menyatukan debit tersebut karena masing2 DTA memiliki tc dan besar debit yang berbeda.
            mohon bantuanya pak..

            Benny Hamdi

          • istiarto says:

            Ya, Dik Benny dapat memakai time interval 30 menit. Dik Benny dapat pula membulatkan nilai tc, menjadi 2 atau 3 jam.

            Untuk memasukkan data hidrograf dua lateral inflow tersebut, ada dua cara.
            Cara pertama. Apabila kedua lateral inflow masuk ke alur di tempat yang sama (pada RS yang sama), maka kedua hidrograf digabungkan dengan cara superposisi kedua hidrograf. Pada setiap absis (waktu), jumlahkan ordinat (debit).
            Cara kedua. Apabila kedua lateral inflow masuk ke alur di tempat yang berbeda, gunakan dua syarat batas. Setiap lateral inflow ditempatkan pada river station (RS) yang berbeda.

  118. Peppy to says:

    Alhamdulillah Pak Is..dah bisa d Download tuk Modul lanjutan…Moga menjadi ladang Amal Buat bapat kelak..aamiin 🙂

    Terima Kasih Pak

  119. nizar achmad says:

    Yth Pak Istiarto
    Saya dulu mahasiswa Bapak di dan pernah menjadi bimbingan Bapak di Akademik dan juga dosen penguji.
    Alhamdulilah halamannya sudah ramai mebahas HEC RAS, dan ternyata banyak yang tertarik . Bagi yang sudah pengalaman boleh ikut menjawab ya pak? Sayangnya saya belum pengalaman menggunakan, baru satu project saja Pak.
    Aplikasi HEC RAS ada beberapa modul yang ditawarkan, belum modul Kualitas dan bisa melakukan hitungan Dam Break juga. Apakah ada jadwal kursusnya di Kampus Pak Istiarto. Ilmu kalau dibagikan tidak habis malah semakin bertambah.
    Terima kasih Pak Istiarto, saya sudah diperkenankan mampir.

    Salam Hormat

    • istiarto says:

      Hallo Mas Nizar.
      Saya senang kalau ada pertanyaan. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya belajar banyak, baik tentang HEC-RAS maupun tentang hidraulika. Saya akan bertambah senang apabila ada pula yang membantu memberikan jawaban atau menambahkan penjelasan. Dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita dapat saling belajar.
      Tentang kursus bagi pengguna HEC-RAS, jadwal tidak tentu, bergantung pada calon peserta. Kursus agak rutin dikoordinasikan oleh Lab Komputasi dengan c.p. Mbak Dwi di dwi@tsipil.ugm.ac.id.
      Wassalam.

  120. ma'ruf says:

    Yth Pak Istiarto
    Assalamu’alaikum

    Pak Istiarto salam kenal
    saya ma’ruf, sangat senang sekali ada website yang bisa untuk konsultasi tentang Hec Ras
    Pak Istiarto saya ingin bertanya mengenai analisis untuk bendung dengan 2 pelimpah, yaitu pelimpah tegak lurus dan samping..apakah di Hec RAs bisa dilakukan?dan bagaiman caranya input datanya..mohon bantuannya Pak Istiarto..
    terimakasih banyak

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Aliran dari kedua pelimpah tersebut menuju ke alur sungai yang sama atau aliran dari masing-masing pelimpah menuju ke tempat yang berbeda?
      Apabila keduanya berhubungan dengan alur yang sama, perlakuannya hampir tidak berbeda dengan pelimpah tunggal. Tinggal menyesuaikan geometri bendung, yaitu pada definisi embankment atau mungkin perlu pula menyesuaikan geometri pinti (gate).
      Apabila aliran dari masing-masing pelimpah mengalir ke tempat yang berbeda, saya terus terang belum memiliki pengalaman. Cara yang saya pikirkan adalah dengan memakai dua struktur. Struktur yang pertama adalah bendung (inline structure) untuk memodelkan pelimpah tegak lurus tampang lintang. Struktur yang kedua adalah lateral stucture untuk memodelkan pelimpang samping. Peluap samping ada di sisi hulu dan bendung ada sisi hilir. Kita memerlukan tampang lintang (river station) yang rapat untuk memodelkan kedua struktur ini. Mungkin pula, kita akan terpaksa untuk mengubah posisi pelimpah samping agak menjauh dari bendung daripada jarak sebenarnya di prototipe. Kalau ada informasi yang lebih rinci, mungkin saya akan dapat memberikan saran yang lebih baik.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • ma'ruf says:

        terimakasih byk Pak Is

        aliran dari kedua pelimpah tersebut menuju ke alur yang sama (2 pelimpah dalam satu kesatuan bangunan bendung)..
        untuk sementara saya mencoba memodelkan dengan mengumpamakan bahwa untuk pelimpah samping sebagai pintu (gate) disamping pelimpah tegak lurus,namun saya kurang yakin, apa seperti itu bisa dipakai hasilnya ya Pak?..
        jika Bapak berkenan saya akan mengirimkan desain bendung tersebut..
        atas perhatiaannya terimakasih banyak Pak Is

        Salam Hormat

  121. fajar vikri al-qamar says:

    untuk download modul tersebut dmna ya pak karena saya butuh untuk pengerjaan tugas pak. makasih sebelumnya..

    • istiarto says:

      Modul dasar dapat didownload dengan mengklik nama modul tersebut (di bagian atas post ini).

  122. phohan. says:

    assalamu’alaikum wr wb,
    pak, saya ingin menanyakan mengenai lebar efektif atau lebar yang dibutuhkan untuk penampang melintang sungai, kira2 ada batasan atau standard khusus tidak pak untuk sungai dengan besaran debit tertentu,
    terimakasih pak,
    wassalamu’alaikum wr wb

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Tidak ada standar lebar sungai. Tetapi kalau Anda sedang merancang suatu saluran, maka lebar saluran dapat ditentukan dengan mengacu pada “saluran stabil”. Saluran dirancang sedemikian hingga transpor sedimen tidak terjadi atau transpor sedimen terjadi dalam kuantitas berimbang antara erosi dan sedimentasi. Untuk mencapai hal ini, lebar saluran bergantung pada berbagai faktor, antara lain debit aliran, bentuk tampang (kemiringan talud), kemiringan memanjang saluran, dan material dasar saluran.
      HEC-RAS menyediakan menu Run | Hydraulic Design Functions …
      Wassalamu’alaikum wr wb.

      • phohan says:

        terimakasih banyak pak, pernyataan sangat membantu sekali dalam proses menyusun laporan TA saya. benar kata bapak, sya sedang mendesain kapasitas sungai baru (studi kasus sungai way batanghari-lampung timur).
        sekali lagi terimakasih pak istiarto, akan saya coba analisis.

  123. wiwin says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Yth. Bpk. Istiarto, terima kasih banyak saya sudah berhasil mendownload modul HEC-RAS lanjut,.

    Sekali lagi terima kasih banyak

  124. Achmad Iskandar says:

    terimah kasih banyak pak istiarto, modul lanjutannya sudah bisa didownload, modulnya sangat membantu pak untuk perencanaan, sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih

  125. Hanif says:

    Ass Wr Wb Allhamdulillah modul lanjutannya telah berhasil sy download. Mohon bimbingan nya bila nanti ada kesulitan pada aplikasi ini. Terima kasih banyak

  126. Dedy says:

    asslmkm pak saya mau tanya tentang running HEC-RAS yang error,, saat running trdapat beberapa catatan nya,, saya ingin tau solusinya sprti apa,,
    TA (Sistem tata air yang dipengaruhi oleh pasang surut) saya mrencanakan irigasi pasang surut dimana untuk menghitung debitnya menggunakan drainange modul, pintu air saya mnggunkan boundary condition elevasi gate control, untuk bagian hulu trdpat 4 cbang masukan dgan kndisi batas flow hydrograph smuanya,,
    untuk hasil runningnya saya krimkan ke email bapak berupa printscreen dalam word,, trims sebelumnya pak..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Run mengalami permasalahan ketidak-stabilan. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidak-sinkronan aliran dengan geometry saluran. Coba cek geometri saluran untuk mengontrol adanya geometri (tampang lintang maupun tampang memanjang) yang “aneh”. Perhatikan tempat-tempat yang memiliki perubahan tampang mendadak atau perubahan elevasi yang mencolok. Cobalah mendekatkan jarak antar tampang lintang. Jika tidak ada data tampang lintang yang berjarak dekat, lakukan interpolasi antar tampang lintang.

      Apabila langkah di atas tidak menyelesaikan masalah, cobalah untuk melakukan run bertahap, diawali dengan syarat batas (boundary conditions) sederhana dan berlanjut dengan syarat batas yang lebih kompleks.

      Awali run dengan syarat batas hulu berupa debit konstan yang sama dengan debit puncak (di keempat batas hulu) dan syarat batas hilir berupa hidrograf muka air yang berubah linear dari muka air tertinggi ke muka air terendah (muka air tertinggi pada jam ke-0 dan muka air terendah pada jam terakhir, waktu yang lain diisi dengan muka air hasil interpolasi linear). Syarat batas internal yang berupa pintu air (gate) dibiarkan selalu terbuka.

      Jika run di atas berhasil, ganti syarat batas hilir dengan hidrograf muka air sesuai pasang surut. Jika run ini berhasil, ganti syarat batas hulu dengan debit sesuai hidrograf sesungguhnya, satu per satu di keempat batas hulu.

      Apabila run di atas berhasil, barulah syarat batas internal (pintu air) diatur sesuai kebutuhan atau mengikuti desain buka-tutup pintu tersebut.

      Selamat mencoba, semoga berhasil.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  127. benny says:

    Assalamualaikum wr wb..
    terimakasih pak.. simulasi saya sudah running.. namun saya kesulitan membaca hasil running berupa water surface profil. dugaan saya hasil running saya tidak benar karena bentuk nya tidak serapi seperti contoh2 yang saya kerjakan di contoh soal dalam Modul bapak. untuk lebih mudahnya saya kirimkan ke Email bapak contoh water surface saya.
    Semoga bapak tdk bosan membantu saya..

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Benny Hamdi

  128. imam says:

    pak saya ingin tanya, saya melakukan pembuatan tanggul untuk sungai pada hecras, tetapi mengapa masih ada air disamping tanggul yang saya buat padahal aliran sungai tersebut sudah saya tanggul agar tidak meluap….

    • istiarto says:

      Hal itu terjadi karena Mas Imam tidak mendefinisikan titik mercu tanggul sebagai ‘levee’ (tanggul), tetapi hanya memasukkan data koordinat (Station,Elevation) pada data tampang lintang (cross section). HEC-RAS membaca data tersebut laiknya data koordinat (Station,Elevation) tampang lintang, tetapi HEC-RAS tidak tahu kalau ada tanggul pada tampang lintang tersebut. HEC-RAS harus diberi tahu keberadaan tanggul di suatu alur dengan mendefinisikan titik mercu tanggul sebagai ‘levee’.

      Langkah untuk mendefinisikan tanggul saya paparkan pada paragraf-paragraf di bawah ini.
      1) Pada layar editor ‘Cross Section Data’, tampilkan tampang lintang tempat tanggul berada.
      2) Aktifkan menu ‘Options | Levees…’. Pada layar akan muncul editor ‘XS Levee Data’.
      3) Masukkan koordinat tanggul. Pada isian ‘Station:’ dan ‘Elevation:’, masukkan masing-masing data Station dan Elevation tampang lintang yang bertepatan dengan posisi mercu tanggul sebelah dalam. Lakukan langkah ini untuk tanggul kiri dan tanggul kanan.
      4) Klik tombol ‘OK’.

      Setelah tanggul didefinisikan, lakukan simulasi (‘Run’). Kali ini, muka air akan berada di dalam badan sungai (di antara tanggul kiri dan tanggul kanan). Air akan melimpas keluar badan sungai hanya apabila muka air melebihi mercu tanggul.

      Selamat mencoba, semoga sukses.

  129. Jeisen Pailalah says:

    Pak, saya mengambil tugas akhir mengenai desain drainase perkotaan. Untuk simulasinya tentu saja membutuhkan simulasi unsteady. Bolehkan saya meminta password untuk modul HEC-RAS lanjutannya? terima kasih pak.

  130. imam says:

    terima kasih pak atas penjelasannya, sangat bermanfaat sekali….
    sukses selalu untuk bapak….

  131. Moch. Tendean says:

    Assalamu’alaikum Pak Istiarto,

    Sebelumnya perkenankan saya ucapkan banyak terima kasih atas modul pelatihan hec ras yang berbahasa indonesia yang sudah saya download. Semoga bapak tetap sehat, tetap berkarya, bermanfaat bagi kita semua.

    Mohon kalau berkenan untuk modul pelatihan lanjutan, kami bisa mendapatkannya. Terimakasih.

    Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

  132. laurence says:

    hallo pak, bisa minta modul lanjut (junction and inline structures),
    terima kasih sebelumnya pak..

  133. Andre says:

    Assalamualaikum Bapak
    Saya mahasiswa yg sedang skripsi tentang penanggulangan banjir, saya mau bertanya , apabila saya mau merubah tampang sungai dengan memperlebar atau memperdalam nya itu caranya seperti apa ya pak, merubah data dari edit gometri data nya langsung apa seperti apa caranya?Terima Kasih
    Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.

      Modifikasi tampang lintang sungai dapat dilakukan dengan mengubah langsung pada data geometri (mengedit langsung pada tabel Sta dan Elev) atau dengan menggunakan fitur Channel Design/Modification… Menu ini ada pada layar editor Geometric Data. Klik menu Tools | Channel Design/Modification… Pada menu ini disediakan template tampang lintang. Ada dua jenis bentuk tampang lintang, yaitu Simple Trapezoid (bentuk tampang trapesium) atau User Entered Table (bentuk sesuai keinginan pengguna).

      Apapun cara yang Anda gunakan untuk mengubah tampang lintang, saya sarankan untuk menyimpan data tampang baru hasil modifikasi dengan nama file yang berbeda dengan file tampang lintang asli. Sebelum mengubah tampang lintang, lakukan penyimpanan file data geometri asli ke file bernama baru. Dari layar editor Geometric Data, pilih menu File | Save Geometry Data As…

      Wassalamu’alaikum ww.

      • Andre says:

        Assalamualaikum Bapak terima kasih atas petunjuk dan saran nya semoga bapak diberikan kesehatan selalu oleh Allah SWT amin
        Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

  134. yan sesa says:

    selamat siang pak, saya mahasiswa semester akhir yang maw mengambil Tugas Akhir penanggulangan banjir… saya sangat membutuhkan HEC-RAS Lanjut: Junction and Inline Structures… boleh saya minta pak.
    terima kasih banyak sebelumnya pak..

  135. Aritonang says:

    pak, saya mau tanya :

    bisakah/bagaimana memasukkan nilai slope jika antar sta berbeda ?..trimakasihh

    • istiarto says:

      Kita tidak perlu memasukkan data kemiringan dasar saluran karena HEC-RAS akan menghitung sendiri kemiringan dasar saluran ini berdasarkan data geometri tampang lintang saluran. Data tampang lintang saluran berupa Sta yang merupakan posisi (absis atau jarak), Elev yang merupakan elevasi titik-titik pada tampang lintang saluran, serta jarak antar tampang lintang saluran. Nah, kemiringan dasar saluran adalah beda elevasi dibagi jarak antar tampang tersebut.
      Seandainya yang kita miliki adalah data kemiringan dasar saluran, maka kita hitung dulu elevasi dasar saluran berdasarkan kemiringan dasar saluran dan jarak antar tampang. Misal kita tahu elevasi dasar saluran di suatu tampang adalah +10 m, jarak ke tampang berikutnya adalah 20 m, maka jika kemiringan dasar saluran adalah 0.001, maka elevasi dasar saluran pada tampang berikutnya tersebut adalah +10.02 m.
      Semoga jawaban saya dapat membantu Anda.

      • Aritonang says:

        terimakasih pak masukannya.

        saya mencoba membandingkan hitungan manual dengan HecRas, ketika untuk suatu tampang sederhana dengan kapasitas Q = 9 m3/dtk (manual), dengan tampang ukuran yg sama saya input di HecRas tetapi hasilnya tampang tidak penuh dengan air (gbrnya air hanya 1/4 tinggi tampang), hal itu disebabkan apa ya pak ?,
        padahal nilai n, slope, ukuran tampang sama.
        bisakah bapak memberikan modul yang terkait dengan itu ?
        terimakasih..

        • istiarto says:

          Saya menduga, yang Anda maksud dengan cara hitungan manual adalah hitungan kedalaman aliran dengan memakai persamaan (rumus) Manning. Perbedaan hasil tersebut mungkin disebabkan oleh syarat batas (boundary condition) di hilir yang berbeda pada kedua cara hitungan. Di samping itu, pada saat Anda melakukan hitungan “manual”, berapakah panjang saluran? Tak berhingga?

          Nah sekarang pada HEC-RAS, silakan mengganti syarat batas hilir menjadi Normal Depth dan saluran diperpanjang, katakanlah 30 km. Lakukan steady flow analysis. Semoga hasilnya tidak lagi berbeda dengan hasil hitungan “manual”.

          Pada modul dasar, saya memberikan contoh kasus saluran prismatik lurus. Silakan mendownloadnya.

          • Aritonang says:

            terimakasih pak masukannya…
            sangat membantu saya dalam belajar HecRas…
            bisakah saya minta password untuk download modul lanjutnya ?..terimakasih…

  136. Dani says:

    selamat sore pak..

    saya mau nanya ttg steady flow :
    untuk masukan nilai steady flow, klik “reach boundary conditions” untuk upstream dan downstreamnya dimasukin nilai apa ya pak ?..

    terimakasih..

    • istiarto says:

      Syarat batas (boundary conditions) di hulu tidak perlu diisi, biarkan kosong. Syarat batas di hilir dipilih salah satu dari: Known WS (jika Anda tahu elevasi muka air di hilir), Normal Depth (jika saluran sangat panjang dan di hilir terjadi aliran seragam), Critical Depth (jika muka air di hilir adalah kedalaman kritis, misal terjadi pada terjunan atau muka air di hilir saluran Anda lebih lebih rendah dari muka air kritis), atau Rating Curve (jika Anda punya informasi hubungan antara muka air dan debit aliran di hilir).

      Pada modul dasar, saya berikan contoh kasus saluran sederhana. Saya berikan pula ilustrasi mengenai pemilihan jenis syarat batas di hilir. Silakan mendownload modul tersebut.

      • Dani says:

        terimakasih pak, sangat membantu..
        saya mau bertanya lg pak, ttg saluran yang disepanjang pinggirnya ditempati/dipenuhi dengan rumah warga (saluran trbuat dari pasangan, shg kebanyakan tepi saluran drainase tsb mjd pondasi rumah warga), ada kah perlakuan khusus yg dilakukan ?..

        terimakash banyak pak…

        • istiarto says:

          Apabila fondasi rumah berupa tiang-tiang pancang, maka kita dapat memodelkannya dengan memakai nilai koefisien Manning yang besar. Cara lain adalah memodelkannya dengan memakai fitur “Obstructions” yang memodelkan hambatan di tampang lintang. Jika fondasi atau bagian rumah yang menghalangi aliran cukup besar, pakailah fitur obstructions tersebut.

          Cara memasukkan data hambatan aliran di suatu tampang lintang sungai sebagai “Obstructions” pernah saya bahas pada salah satu comments. Lihat di comment ini.

      • dani says:

        saya mau minta masukan bapak mengenai syarat batas, jika saluran yang saya tinjau hanya 2 km dan lebar saluran dihilir (5m bawah dan 8m atas), dan saluran tersebut bermuara di sungai utama(besar), terkadang backwater terjadi (shg ada pintu banjir)…
        apa yg menjadi acuan saya dalam menentukan syarat batas ?..terimakasih pak..
        saya sangat mengharapkan masukan dari bapak..

        • istiarto says:

          Syarat batas di hilir adalah muka air di sungai. Pada desain saluran, tidak jarang syarat batas muka air itu perlu ditetapkan dengan memperhatikan berbagai kemungkinan posisi muka air di sungai tersebut.

          • dani says:

            terimakasih pak…bisakah saya memilih “normal depth” dengan memasukkan nilai slope rata2 ?..

          • istiarto says:

            Mengingat alur Mas Dani hanya pendek, syarat batas kedalaman normal tidak tepat. Seperti Mas Dani sampaikan, di saluran dapat terjadi muka air efek pembendungan karena pengaruh muka air di sungai. Syarat batas yang lebih tepat dalam kasus Mas Dani adalah Known WS alias elevasi muka air yang diketahui. Elevasi muka aiar di hilir ini sama dengan elevasi muka air di sungai.

  137. andi prayitno says:

    assalamualaikum wr. wb pak.
    pak maaf sebelumnya kalau saya minta file 2 modul yang bapak susun sekarang boleh ga pak.
    terima kasih banyak sebelumnya.

  138. Falaah Nugraha says:

    Ass.wr.wb.. salam sejahtera pak.. saya Falaah mahasiswa tingkat akhir..
    saya sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih karna bapak berkenan untuk berbagi ilmu kepada kami. kebetulan saya sedang menyusun tugas akhir mengenai Hec Ras, mohon bantuannya pak untuk berbagi modul lanjutan nya..
    terima kasih ..

  139. Falaah Nugraha says:

    Sepertinya bapak istiarto sedang sibuk sehingga belum membalas .. mohon bantuannya kepada rekan2 yg sudah memiliki modul lanjutan dr pak istiarto untuk mengforward kembali ke email saya karena saya membutuhkan referensi lebih lanjut.. saya harap bantuan dr rekan2 yg sudah memiliki modul lanjutan pak istiarto .. terima kasih ..
    email : funugraha@gmail.com ..

  140. Falaah Nugraha says:

    pak..alhamdulillah sudah bisa didownload modul lanjutannya.. terima kasih banyak pak?
    blog ini sangat bermanfaat.. salam sejahtera..

  141. Ori says:

    Ass. wr. wb, saya tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai Hec-Ras ini pak,
    kalau boleh saya minta untuk modul lanjutannya.
    Terima kasih.

  142. willem says:

    slmt siang pak ist, salam sejahtera,,
    sblumnya perkenalkan , saya dulu salah satu murid pak ist jg dan skrg bkerja pada bidang SDA, jika bpk tidak keberatan, boleh saya mengetahui bagaimana cara mengunduh manual HEC-RAS tingkat lanjutnya?? tks bny sblumnya,, sukses slalu buat bpk & ttp berkarya terus.. =)

  143. Rizky says:

    Selamat pagi bapak,
    saya mahasiswa teknik sipil suatu universitas negeri yang sedang menjalani masa tugas akhir, tema tugas akhir saya adalah perencenaan kolam retensi. Mohon bantuannya untuk mengforward email password modul lanjutan, setelah saya surfing di internet hanya di website ini saja yang menyediakan tutorial hec ras berbahasa indonesia, kalau bapak berkenan tolong password email untuk modul lanjutan bisa diemail ke email saya strider.wicaksanaagami@gmail.com , terima kasih pak, sukses selalu buat bapak…..

  144. Heddy Bramantya says:

    Assalamualaikum Pak, perkenalkan nama saya Heddy. Saya bekerja di perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan SDA. Saya sangat tertarik untuk mempelajari HEC-RAS lebih dalam, oleh karena itu saya mohon bantuan Bapak untuk bisa mendapatkan password modul lanjutan ke email saya : heddybramantya17@gmail.com. Terimakasih banyak.

  145. Deddy says:

    assalamualaikum wr wb.
    perkenalkan saya deddy mahasiswa univ. riau.
    saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya tentang penanggulangan banjir pada sungai dg Hecras 4.1.0.
    semua data crossection dan boundary condition sdh saya inputkan dan tidak terjaddi erorr pada running simulasinya. namun yang menjadi maslah adalah hasil simulasi tidak menampilkan muka air (yg berwarna biru), hanya Ground saja yang muncul pada kotak legend. bagaimana cara menampilkan ws perjamnya pak.?

    sekian pertanyaan saaya saat ini. semoga bapak berkenan mmbantu saya.
    wassalamualaikum.

    Deddy Irwandi

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Pada layar tampilan hasil simulasi, pilih menu Option | Variables …, dan aktifkan variabel yang ingin ditampilkan dengan mengklik segiempat di samping nama variabel tersebut.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  146. wawan Sudarmawan says:

    Assalamualikum . . . .
    pak . . . mau tanya lagi ini . .
    ada tidak program komputer yang dipakai untuk menghitung analisis neraca air . . selain Program Water Resource Management Model . . . mohon bantuannya pak . .
    terima kasih . . . semoga ilmu bapak dapat berguna untuk semua . . . amin . .

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Maaf dalam hal ini saya kurang berpengalaman. Mungkin RIBASIM memiliki fitur ini.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  147. alif says:

    selamat sore pak…
    trimakasih atas waktu yg bpk berikan dlm membantu dlm bljar program HECRAS..
    saya mhswa tgkat akhir, skripsi sy ttg evaluasi saluran drainase kota.,memakai HecRas dlm pengerjaannya..
    sy masih kebingungan ttg pengisian syarat batas pd hitungan steady, pada modul 1 yg saya download bpk tidak mengisi nilai yg “upstream” itu knapa ya pak ?..
    trimakasih

    • istiarto says:

      Di batas hulu (upstream boundary) tidak diisi karena di situ sudah ada aliran dengan debit yang diketahui, yaitu 4 m3/s dan 6 m3/s. Coba bayangkan situasi seperti ini: ada saluran air di depan rumah kita. Di ujung hulu, diberi aliran dengan debit tertentu. Profil muka air dan kecepatan aliran di sepanjang saluran itu akan bergantung pada muka air di ujung hilir. Jika muka air di ujung hilir diubah-ubah, maka profil muka air dan kecepatan aliran di saluran akan berubah pula.

      • alif says:

        terimakasih pak…
        untuk penentuan downstreamnya itu apa ya pak ?, mksud saya untuk satu contoh saluran itu lebih tepat digunakan syarat batas “normal”, “critical”, “rating curve”, atau “Known WS” ?, jika dihilir saluran itu tidak ada terjunan…
        terimakasih untuk waktunya pak…

        • istiarto says:

          Pilihan jenis syarat batas hilir antara Normal Depth, Critical Depth, atau Known WS bergantung pada elevasi muka air di hilir yang harus kita ketahui. Lihat paparan saya pada modul dasar HEC-RAS Dasar: Simple Geometri River, halaman 28.
          Syarat batas Rating Curve (kurva kalibrasi debit) dipakai jika kita memiliki data hubungan antara elevasi muka air dan debit. Syarat batas ini dipakai jika batas hilir berada di stasiun pengukuran, misal di stasiun yang memiliki AWLR (Automatic Water Level Recorder), atau di groundsill atau bendung. Tempat-tempat seperti itu umumnya memiliki kurva kalibrasi debit.

  148. Retno says:

    Assalamualaikum pak….saya sangat berminat dengan modul HEC-RAS lanjutan, mohon sekiranya dapat dikirimkan….terima kasih pak..

  149. wiwin says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bpk. Istiarto…

    Saya sdh mendownload modul dasar maupun lanjutan dari bapak dan sangat membantu untuk saya..
    saya masih bingung mengenai batas hilir, kalau kita tidak tahu tinggi air di hilir bagaimana? kalau memasukkan kedalaman normal (slope saluran) bisa atau tidak?
    Apa dengan memasukkan batas hilir itu berarti saluran sudah ada air sebelum diberi debit?
    Trimakasih sebelumnya pak, maaf banyak pertanyaan

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Kita harus memberitahu HEC-RAS posisi muka air di hilir. Jika kita memasukkan air dengan debit tertentu ke dalam suatu saluran, maka ada sejumlah tak berhingga profil muka air yang mungkin terbentuk. Nah, mestinya hanya ada satu yang cocok dengan kasus yang sedang kita modelkan atau simulasikan. Profil muka air yang benar ini bergantung atau ditentukan oleh posisi muka air di batas hilir. Posisi muka air di batas hilir dapat berupa posisi yang diketahui elevasinya, muka air yang pas dengan kedalaman kritis aliran, atau muka air yang pas dengan kedalaman normal aliran.

      Batas hilir kedalaman (aliran) normal dipakai apabila aliran di sisi hilir batas model adalah aliran normal. Aliran normal dicirikan oleh kesamaan antara kemiringan garis energi, kemiringan muka air, dan kemiringan dasar saluran. Kalau Mas Wiwin tahu bahwa aliran di sisi hilir batas model adalah aliran normal, silakan klik Normal Depth sebagai syarat batas hilir. Apabila ruas di hilir batas model adalah saluran yang sangat panjang, kemiringan dasar saluran sama atau relatif tidak berubah, tampang saluran sama atau relatif tidak berubah-ubah, kekasaran dasar pun juga tidak berubah banyak, maka ada kans bahwa aliran di ruas di hilir batas model itu berupa aliran normal.

      Untuk pertanyaan terakhir, saya jawab “ya”. Tetapi tidak tertutup kemungkinan sebagian ruas kering. Cobalah mengubah syarat batas pada contoh Saluran Sederhana pada modul saya. Misal, syarat batas hilir muka air pada elevasi +0.5 m sepanjang waktu dan syarat batas hulu debit nol sepanjang waktu. Lihat hasil simulasi. Tampak bahwa separuh ruas saluran hulu kering, sedang separuh saluran hilir berisi air.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  150. Falaah Nugraha says:

    Ass.wr.wb..
    pak, ada beberapa hal yg ingin ditanyakan, diantaranya :
    1. untuk junction, panjang junction itu dari mana kemana ya pak?ngikutin pertemuan As kedua sungai (main channel) atau mengikuti panjang LOB/ROB atau langsung ditarik garis lurus pada As sungai RS4485 (tirtaraya hilir) ke As sungai RS0 (tirtagiri gunung) seperti pada modul Junction And Inline Structures pada gambar 15..mohon penjelasannya pak?
    2. falaah coba diasumsikan dulu junction, debit dan intial condition nya, saat mau dirunning terdapat kesalahan yg bertuliskan..
    River “Sungai Bengkong” Reach “Main River” RS.2715*
    – The last two points of a cross section cannot go DOWN vertically (going up is OK).
    peringatan tersebut sampai RS.2795.. setelah falaah liat X, Y dan Z nya sepertinya tidak ada masalah (tidak ada tampang yg turun extrim sehingga jd aliran super kritis) masih normal2 saja pak..bagaimana solusinya pak?
    terima kasih pak..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Panjang junction adalah jarak tempuh aliran dari RS terakhir di reach hulu sampai ke RS pertama di reach hilir junction. Jarak tempuh aliran adalah jarak tempuh aliran rata-rata. Untuk memperkirakan dengan baik jarak tempuh aliran, diperlukan pengamatan di lapangan. Sebagai pendekatan awal, atau apabila tidak mungkin pergi ke lapangan, jarak ini dapat disamakan dengan jarak geometrik antar kedua RS tersebut. Ini yang saya contohkan pada modul saya.

      Saya belum pernah menjumpai error message seperti itu. Perkiraan saya, kesalahan itu ada di dua titik terakhir pada data geometri tampang lintang. Data Elevation pada kedua titik terakhir RS 2715* menunjukkan bahwa posisi titik terakhir berada tepat (segaris) di bawah titik di sisi kirinya. Jadi, kedua titik terakhir RS 2715* memiliki nilai Station yang sama, sedangkan nilai Elevation titik terakhir lebih kecil daripada nilai Elevation titik di sisi kirinya. Bentuk tampang lintang seperti ini tentu saja tidak logis karena tampang lintang itu tidak memiliki tebing kanan. Artinya, tepi kanan sungai tidak ada. Coba cek Cross Section Data RS 2715*. Benarkah perkiraan saya?

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  151. Robbi Mediansyah says:

    Assalamualaikum pak….saya sangat berminat sekali dengan modul HEC-RAS lanjutan dari Bapak di atas.
    Mohon kiranya dapat dikirimkan via email saya, Pak. Terima kasih banyak atas waktu dan perhatian dari Bapak.

    Wassalamualaikum wr. wb

  152. Assalamu’alaikum
    bapak istiarto,, saya juga sangat berminat dengan modul HEC-RAS bapak, karena saya masih bingung dengan ada junction.
    mohon bisa dikirim via email ke alamat saya.. terima kasih banyak bapak istiarto..
    Wassalamualaikum wr. wb

  153. Assalamu’alaikum bapak istiarto,
    saya mau tanya, Tugas Akhir saya tentang Pengendalian Perencanaan Banjir pada suatu Sungai.. Ada materi tentang scouring dan sedimentasi,, data apa saja yang saya butuhkan nnti dan literatur atau buku apa yang menjelaskan tentang scouring dan sedimentasi..
    karena saya ingin mempelajari lebih dalam materi ini..
    Terima kasih..
    Wassalamualaikum wr. wb

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Buku-buku transpor sedimen, yang banyak dijumpai di perpustakaan, merupakan acuan yang baik untuk mempelajari sedimentasi dan scour. Untuk scour, mungkin dapat membaca buku “Scour Manual”, penulis G.J.C.M Hoffmans dan H.J. Verheij, tahun 1997, penerbit A.A. Balkema, Rotterdam.
      Data terkait sedimentasi dan gerusan di sungai antara lain geometri sungai (alur, tampang memanjang, tampang melintang), material dasar sungai (diameter butir, gradasi ukuran butir, rapat massa butir), aliran (debit, kedalaman).
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  154. Assalamu’alaikum wr wb,,
    maaf bapak istiarto, apa bapak punya modul tentang scouring dan stabilitas bendung untuk sungai tunggal..
    apabila ada, bolehkah saya minta, , terima kasih
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Saya tidak memiliki kedua modul tersebut. Namun, saya pernah menayangkan cara memodelkan gerusan di sekitar pilar jembatan dengan HEC-RAS. Silakan jenguk di sini.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  155. Imam Agung says:

    Assalamu’alaikum wr wb…
    Terimakasih kasih pak, modul lanjutan sudah dapat saya download.
    Semoga menjadi menjadi amal bapak dan bermanfaat untuk semua.

  156. sunoto says:

    Assalamualaikum pak.

    Salam kenal dari saya ..sunoto
    Saya ingin tertarik dengan hec ras.. saya inginbejar lebih lanjut….mohon bimbingan dari njengengan pak . matur nuwun

  157. saiful arfaah says:

    Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Kami sedang memodelkan saluran (sungai) dimana pada beberapa bagian ruas sungai dipasang saluran tertutup (pipa diameter 60 cm) yang cukup panjang untuk mengurangi debit sungai. Tujuan dari model ini untuk mengetahui berapa penurunan muka air di sungai setelah adanya pipa. Kami coba gunakan opsi “lid” , tapi setelah kami pelajari sepertinya opsi ini untuk memodelkan pemasangan penutup pada penampang sungai (mohon dikoreksi kalau salah). Untuk itu saya mohon masukan dari bapak tentang masalah di atas. Atas masukan dari Bapak kami sampaikan terimakasih.
    Wassalamualaikum, Wr. Wb

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Langkah memakai opsi “Lid” untuk memodelkan aliran di dalam pipa (pressurrized flow) pada kasus Mas Saiful Arfaah di atas sudah benar.
      Opsi “Lid” dapat dipakai untuk memodelkan aliran di dalam pipa (pressurrized flow) pada aliran tak-permanen (unsteady flow) dengan mengaktifkan “Preissman Slot” pada setiap cross section yang memiliki lid. Pada setiap cross section pipa, separuh pipa di bagian bawah dimodelkan melalui cross section data dan separuh pipa di bagian atas dimodelkan melalui opsi lid. Aktifkan opsi “Preissman Slot” pada cross section yang memiliki lid. Opsi ini diakses dari layar editor data geometri, Geometric Data Editor | Tables | Preissman’s Slot on Lidded XS’s…
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  158. subhan says:

    Trima kasih Banyak Pak Istiarto, modulnya sudah bisa saya download,… mohon kesediaannya dan bantuannya bila saya menemukan kesulitan dalam pengaplikasiannya nanti…

  159. saiful arfaah says:

    Assalamual’aikum, Wr. Wb.
    Sebelumnya saya mohon maaf Pak Is kalau sering merepotkan. Menyambung pertanyaan saya pada tanggal 8 Desember 2012 yang lalu, saya sudah simulasikan pemodelan saluran pipa pada beberapa titik cross section sungai memakai opsi “Lid”. Hasil output perhitungan HEC-RAS ternyata “water surface profiles” pada saluran pipa, profil muka air maksimumnya berada di atas profil pipa. Apa memang demikian? atau ada kesalahan dalam proses simulasi?
    Wassalamu’alaikum, Wr. Wb

  160. istiarto says:

    Wa’alaikumsalam wr wb.
    Sepertinya pertanyaan ini pernah muncul beberapa waktu yang lalu dan sudah pernah saya jawab. Sila jenguk http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/2012/11/hec-ras-lanjut-dua-modul-baru/#comment-1570.
    Wassalamu’alikum wr wb.

  161. eka says:

    Assalamualaikum… Wr.Wb.
    Salam kenal Pak… Saya sudah mempelajari modul Hec-Ras Dasar dari bpk dan saya sangat tertarik untuk mempelajari Hec-Ras ini lebih lanjut. untuk modul Hec-Ras lanjutan apa boleh di download?
    Terima kasih…

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Modul boleh didownload. Silakan mengajukan permintaan password melalui email.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  162. daus. says:

    Assalamualaikum pak,
    Saya meminta izin untuk mendownload modul bapak.

  163. daus. says:

    Assalamualaikum pak.
    Ada yang ingin saya tanyakan, apakah hec-ras ini dapat merencanakan sistem drainase suatu daerah? setelah saya baca modul dr bapak, yg saya temukan hanya mengenai pemeriksaan aliran sungai saja. mohon bimbingannya pak. terima kasih

    Wassalam

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      HEC-RAS dapat dipakai untuk membantu merancang tata saluran drainase suatu kawasan. Saya sudah beberapa kali melakukan ini. Biasanya, dalam merancang sistem drainase kawasan, saya memakai HEC-HMS untuk menghitung debit aliran yang harus di-drain, dan HEC-RAS untuk merancang tata salurannya. Modul saya, rasanya sudah memadai sebagai bekal perancangan tata saluran.
      Wassalamu’alaikum wr wb.

  164. Rama says:

    Assalamualaikum Pak Is,

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kpd Pak Is, krn melalui blog dari Bapak ini sedikit banyak membuka wawasan saya mengenai penerapan dari Program HEC RAS..
    Sebelumnya saya mohon maaf kpd Bapak klo di kemudian hari saya banyak sekali bertanya dalam rangka menimba ilmu kpd Bapak..
    Semoga ilmu yang Bapak berikan kpd kita semua bermanfaat dan memperoleh pahala yang sebesar-besarnya dari Allah SWT..
    Amiiin..
    Saya mau menanyakan kpd Bapak, klo utk melakukan running program HEC RAS utk keperluan normalisasi sungai (dalam hal ini menormalisasi dimensi sungai, sehingga dapat menampung debit Q25 tanpa melakukan peninggian tanggul), sebaiknya menggunakan modul dari Pak Is yang mana ya, Pak?, karena proses running utk kondisi eksisting sungai sudah berhasil saya lakukan, sedangkan untuk tahapan normalisasinya belum. .
    Mohon pencerahan dari Bapak mengenai hal ini..
    Apabila Bapak tidak berkeberatan, saya mohon untuk diberikan kunci/password untuk mengakses modul yang Bapak berikan..
    Terima kasih banyak, Pak..
    Sukses Selalu..
    Salam..
    Rama

    • istiarto says:

      Sepertinya saya telah pernah menerima pertanyaan yang sama melalui email dan telah saya jawab. Silakan Mas Rama mengecek inbox email Anda. Jawaban saya antara lain saya cuplik di bawah ini.

      Lakukan perubahan dimensi sungai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan fitur Hydraulic Design atau menggunakan fitur Channel Design/Modification. Saya sarankan Mas Rama menggunakan Channel Design/Modification. Untuk pemula, ini lebih mudah untuk dilakukan dan difahami. Fitur ini ada di layar editor Geometric Data; pilih menu Tools | Channel Design/Modification… Prosedur modifikasi tampang lintang sangat mudah untuk diikuti pada layar editor yang muncul. Silakan mencobanya.

      • Rama says:

        Terima kasih banyak atas petunjuk yang Bapak berikan, Pak.
        Saya sudah mengecek inbok email saya, tetapi hingga saat ini msh blm ada balesan dr Bapak.
        Apabila Bapak berkenan, mohon untuk diberikan modul HEC RAS dalam Bahasa Indonesia mengenai tahapan-tahapan modifikasi/proses normalisasi sungai ini, Pak.
        Terima kasih banyak sblmnya.
        Sukses selalu untuk Bapak..

        Salam,

        Rama

  165. willem says:

    slmt siang pak ist,

    apa kbr,,
    sblmnya tksh utk modul2x sblumnya yg telah saya unduh thn kmrn. jika tdk keberatan, boleh saya mendapatkan pasword utk mengakses/download modul untuk HEC-RAS lanjut versi okt.2012.. tksh bny sblumnya, sukses slalu buat pak ist & ttp berkarya trus..

    salam,
    willem.

  166. Sri Surya Ningsih says:

    Assalamualaikum.
    Perkenalkan saya sedang mengambil tugas akhir mengenai desain drainase perkotaan. Bila diperkenankan, bolehkah saya meminta password untuk modul HEC-RAS lanjutannya?
    Terima kasih Pak.

  167. Rama says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Masih mengenai tahapan normalisasi yg kmrn smpt saya konsultasikan kpd Bapak, s/d skrg saya msh bingung gmn caranya, Pak.
    Mohon pencerahan dari Pak Is, langkah-langkah dalam tahapan normalisasi sungai gmn, Pak.
    Dengan Program HEC RAS, sebaiknya apa dulu yang saya lakukan.
    Terima kasih banyak sblmnya.

    Sukses selalu

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      Saya coba berikan langkah-langkah utama, sedangkan langkah-langkah detail dapat dikembangkan sendiri.

      (1) Lakukan simulasi aliran di sungai yang menjadi objek kajian Mas Rama berdasarkan situasi sungai saat ini. Pelajari hasil simulasi. Perhatikan tempat-tempat yang bermasalah, dalam arti tempat-tempat yang kapasitas tampangnya tidak mencukupi untuk mengalirkan debit desain.

      (2) Kunjungi tempat-tempat tersebut dan kenali penyebab permasalahan. Buatlah desain normalisasi di tempat-tempat tersebut. Beri nama untuk memudahkan identifikasi setiap jenis tampang desain normalisasi ini. Desain mencakup pula struktur hidraulik yang diperlukan, misal tanggul, parapet wall, terjunan, saluran curam, krib, galian, pembersihan bantaran sungai, revetment, dsb. Di samping itu, desain mencakup pula koridor di kanan kiri sungai. Tanggul atau jalan di sepanjang tepi tanggul perlu pula dimasukkan dalam desain.

      (3) Kembali ke HEC-RAS. Simpan data geometri dengan nama lain. Lakukan modifikasi tampang sungai pada layar editor Geometric Data. Aktifkan menu Tools | Channel Design/Modification.

      (4) Klik tombol Template Design. Masukkan tampang lintang menurut desain normalisasi. Pada isian Template, tuliskan nama tampang desain seperti pada butir (2). Pada isian Type, pilih User Entered Table dan masukkan data tampang lintang sesuai dengan desain normalisasi. Nilai Koefisien Manning disesuaikan dengan desain tampang lintang.

      (5) Pada langkah butir (4), saya tidak menyarankan pilihan Simple Trapezoid pada isian Type karena pilihan ini tidak dapat menangkap kawasan di bantaran maupun koridor di kanan-kiri tepi sungai.

      (6) Kembali ke layar Channel Design/Modification Editor dan klik tombol Modify a Range of XS… Lakukan modifikasi tampang lintang pada tampang lintang atau serangkaian tampang lintang menurut Template Design yang telah dibuat, sesuai dengan desain normalisasi.

      (7) Simpan data geometri yang baru dan lakukan simulasi aliran.

      Selamat mencoba, semoga sukses.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  168. Rama says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Msh dg tahapan normalisasi Pak, saya sudah cb untuk proses normalisasinya dengan jalan mendesain tampang lintangnya. Dalam proses mendesain tampang lintangnya, saya menemui kesulitan dalam menentukan nilai DX dan DY, Pak. Mohon petunjuk dari Bapak mengenai hal ini.

    Terima kasih banyak sblmnya.

    Sukses Selalu utk Bapak

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam wr wb.

      DX adalah jarak horizontal dan DY adalah jarak vertikal. Contoh, tampang trapesium dengan lebar dasar 20 m, kedalaman 3 m, kemiringan talud 1:1. Isian DX dan DY adalah sbb.
      Baris ke-1. Left: DX=10, DY=0. Right: DX=10, DY=0.
      Baris ke-2. Left: DX=3, DY=3. Right: DX=3, DY=3.
      Pada baris ke-2, klik pilihan Bank? untuk mendefiniskan batas tebing kiri dan tebing kanan.

      Jika tampang di atas memiliki bantaran banjir, maka data DX dan DY bantaran ini dituliskan pada baris ke-3 dst. Jangan lupa untuk mengklik pilihan Bank? pada lokasi yang menunjukkan batas tebing kiri dan kanan alur utama. Ingat, yang diklik adalah batas kiri dan kanan ALUR UTAMA, bukan batas kiri dan kanan bantaran banjir.

      Wassalamu’alaikum wr wb.

  169. ale says:

    Assalamu’alaikum Pak.
    Mau tanya,kl data awlr yg ada,untuk pengisian data steadyflownya apa bisa langsung pakai data awlr tnpa hrus dianalisa dl hidrologinya Pak?

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.

      Halo Ale.
      Data muka air yang diperoleh dari stasiun AWLR dapat langsung dipakai sebagai input boundary condition di batas hilir. Tetapi umumnya data ini dipakai sebagai syarat batas hilir unsteady flow. Kalau steady flow, tidak maka muka air di hilir adalah konstan.
      Wassalamu’alaikum ww.

      • ale says:

        Jadi dr data awlr yg ada, ga bisa diambil debit banjir maksimalnya? trus dimasukkan di flow change locationnya Pak?

        • istiarto says:

          Oh kalau itu bisa. Dari data di stasiun AWLR tsb, muka air diubah menjadi debit sesuai dengan rating curve di stasiun tersebut. Debit ini dimasukkan di tempat itu sebagai flow change location.

  170. Andy Eka Saputra says:

    Selamat pagi pak, mohon dapat di kirim ya pak pasword hec-ras lanjutannya, sebagai
    bahan pembelajaran mahasiswa di Politeknik Negeri Lampung.

    Terimakasih atas perhatian dan kesediaannya.

  171. agus sulistio says:

    pak saya baru belajar HEC-RAS bila untuk penelusuran pasang surut dari muara sungai gimana caranya pak, trimakasih…

    • istiarto says:

      Alur sungai yang dimodelkan mulai dari hilir di tempat pasang surut diketahui sampai ke batas hulu yang diketahui debitnya. Data pasang surut tersebut dimasukkan sebagai syarat batas hilir ‘stage hydrograph’ pada unsteady flow data. Langkah kerja dapat mengacu pada contoh yang saya berikan di modul dasar.

  172. bungatongeng says:

    Terima kasih banyak. Anda benar2 membantu saya. Insya allah berberkah

  173. Riza says:

    Assalamu’alaikum Pak.
    Maaf Agak Melenceng dari pembahasan HEC-RAS bpk. saya mau tanya tentang HEC-HMS pak.
    bagaimana cara membuat peta DAS di HEC-HMS atau mengubah peta DAS di autocad ke HEC-HMS. mungkin bpk tau..
    Terima Kasih pak..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww
      Saya tidak menguasai HEC-HMS dengan baik. Menurut saya, sebaiknya peta DAS tersebut dipakai sebagai gambar latar saja untuk membuat peta DAS di HEC-HMS. Jika format .dwg tidak dapat dibaca, cobalah untuk mengubahnya terlebih dulu ke dalam format .dxf.
      Wassalamu’alaikum ww

  174. Adi says:

    Assalamu’alaikum wr wb pak istiarto

    Pak istiarto, saya baru dapat link blognya, saya baru belajar hec-ras namun saya masih kesulitan untuk mengerti program ini. Arahan dari dosen saya rasa terlalu cepat, padahal saya tidak punya dasar hec-ras sebelumnya.
    setelah mencari-cari di internet panduan dalam bahasa indonesia saya temukan d blog anda. namun saya kesulitan dalam mendownload yang ada di link bapak itu.
    saya baca-baca komen diatas, ada beberapa rekan-rekan yang langsung di kirimkan ke emailnya. mohon bapak berkenan untuk mengirimkannya ke japri saya.
    terima kasih sebelumnya saya ucapkan, saya harap bisa belajar dengan bapak.
    semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi amal untuk bapak. amin..

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.

      Mas Adi, modul dasar dapat didownload dari link yang telah saya berikan (http://istiarto.staff.ugm.ac.id/index.php/hec-ras/modul-hec-ras/). Klik pada tulisan “HEC-RAS Dasar Simple Geometry River” atau klik kanan dan pilih Save untuk menyimpan ke komputer Anda. Modul tersebut membahas cara memodelkan aliran permanen maupun tak permanen dengan berbagai jenis syarat batas. Apabila telah menguasainya dan ingin belajar cara menyimulasikan aliran di sungai yang memiliki struktur hidraulik, maka Anda dapat belajar dari modul lanjut.

      Wassalamu’alaikum ww.

  175. Rama says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Mohon pencerahannya Pak, bagaimana langkah-langkah utk memodelkan kolam retensi dimana penempatan kolam itu berada di dalam badan sungai? (mengingat space penggunaan lahan yg terbatas), krn stlh saya pelajari modul dari Bapak, sepertinya penempatan kolam retensi ditempatkan di sisi kanan/kiri tanggul sungai. Kemudian ketika direncanakan pembuatan kolam retensi dengan sistem gravitasi, dmn pd outletnya dialirkan ke sungai lain yang bersebelahan dg sungai semula (studi kasus ada dua DAS yg bersebelahan) dan tidak dimasukkan lg ke dlm sungai semula, mnrt Bapak sebaiknya menggunakan tahapan-tahapan sprti apa, Pak?.
    Terima kasih banyak sblmnya.
    Salam Hormat,

    Rama

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Kasus pertama, kolam retensi berada di badan sungai. Saya sarankan kolam retensi ini disatukan dengan alur sungai dan geometri kolam dimodelkan dengan tampang lintang sungai. Cara ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan perlakuan khusus.

      Kasus kedua, kolam retensi menghubungkan dua sungai. Pertanyaan saya, apakah Mas Rama mengkaji aliran di sungai pertama saja plus kolam retensi, atau mengkaji pula aliran di sungai kedua? Jika yang menjadi objek kajian adalah sungai pertama dan kolam retensi, maka saya sarankan untuk membuat kolam retensi “dummy” di hilir kolam retensi utama. Kolam retensi utama menerima kelebihan (luapan) dari sungai pertama, kolam retensi “dummy” menerima kelebihan air dari kolam retensi utama. Elevasi dasar kolam retensi “dummy” dibuat sangat rendah sehingga kolam ini hanya menerima air dari kolam retensi utama.

      Wassalamu’alaikum ww

      • Rama says:

        Maaf Pak, klo saya sering meminta saran dari Bapak. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat karunia kpd Bapak sekeluarga.
        Amiiin…
        Mohon pencerahan dari Bapak, dalam hal ini masih dg kasus yg di atas, Pak.
        Utk kasus yg pertama :
        Pada waktu memulai prosedur perhitungan dengan menggunakan program HEC-RAS, apakah saya jg harus membuat ilustrasi storage area di dalam alur sungai, Pak?, mengingat contoh kasus yg Bapak sampaikan di Buku Modul tsb utk penempatan kolam retensi di sisi kiri/kanan tanggul sungai.
        Utk kasus yg kedua :
        Saya sudah me-running utk kondisi eksisting penampang sungai dari dua DAS tsb, Pak. Utk penampang sungai dari DAS yg pertama, dr hasil running dengan menggunakan Program HEC-RAS tidak terjadi luapan pada tanggul kiri maupun tanggul kanan sungai. Sedangkan utk sungai pada DAS yg kedua terjadi luapan/limpasan pada kedua sisi tanggul sungai. Dari hasil analisa tsb, saya ingin merencanakan kolam retensi di antara kedua sungai pada kedua DAS tsb Pak, yg mana utk mengurangi beban kapasitas tampung penampang sungai di DAS yg kedua, maka outlet dari kolam retensi tsb rencananya akan saya alirkan/dibuang di sungai pada DAS yg pertama.
        Menurut Bapak, utk dua contoh kasus tsb, langkah-langkah dalam menganalisa permodelan dg menggunakan Program HEC-RAS bagaimana, Pak?.
        Terima kasih banyak sebelumnya.

        Salam Hormat,

        Rama

        • istiarto says:

          Mas Rama
          Agak sabar ya, kebetulan saya sedang ada jadwal kesibukan.

        • istiarto says:

          Untuk kasus pertama. Tidak perlu membuat storage area pada data geometri. Kolam retensi diwakili oleh tampang lintang sungai (River Station). Tampang lintang di bagian kolam retensi tentu saja akan lebih lebar daripada tampang lintang di alur sungai yang lain.

          Untuk kasus kedua. Buatlah storage area di antara kedua sungai. Hubungkan storage area ini ke kedua alur sungai melalui lateral structure di masing-masing sungai. Prosedur pemodelan sama dengan prosedur pemodelan storage area pada umumnya.

          Semoga berhasil.

          • Rama says:

            Assalamualaikum Wr. Wb.

            Mohon maaf sebelumnya Pak, masih dengan kasus saya yang di atas, mungkin Bapak punya contoh penerapan yg mirip dengan contoh kasus yang saya hadapi di atas Pak, bisa saya minta modul/penjabaran mengenai langkah-langkah atau tahapan-tahapan dalam menjalankan Program HEC-RAS nya. Karena saya masih awam sekali dengan program ini, sedangkan dalam modul yang Bapak sampaikan di dalam blog ini berbeda dengan kasus yang saya alami.
            Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kpd Bapak.
            Amiiin.
            Terima kasih banyak sebelumnya.

            Hormat Saya,

            Rama

          • istiarto says:

            Wa’alaikumsalam ww

            Saya tidak punya contoh kasus yang mirip. Saya sarankan untuk mengerjakannya kasus per kasus. Mulai dengan kasus pertama yang lebih sederhana dan lebih mudah daripada kasus kedua. Saya bantu melalui media maya ini.

            Mulailah membuat model sungai tanpa memikirkan kolam retensi terlebih dulu. Buat model sungai tersebut dengan mengikuti langkah-langkah pemodelan seperti yang ada di modul dasar. Mulailah dengan satu sungai terlebih dulu. Lupakan sungai yang kedua untuk sementara ini. Lakukan simulasi aliran permanen (steady flow analysis). Setelah semua berjalan dengan baik, lakukan simulasi aliran tak permanen (unsteady flow analysis).

            Saya tunggu sampai kedua simulasi berhasil. Silakan mulai, saya tunggu.

            Wassalamu’alaikum ww

  176. Harie Prabowo says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pak Is, saya bekerja di salah satu konsultan di Mataram, Lombok. Saat ini saya sedang mengerjakan proyek normalisasi di salah satu sungai yang mengalir di Kota Mataram. Sebelumnya saya haturkan “Matur Sembah Nuwun Sanget” atas modul yang Bapak berikan, sangat membantu untuk pemula seperti saya untuk belajar dan mengenal HEC-RAS. Selain itu untuk menambah bahan dalam laporan saya, saya juga mengutip habis “Bahan Kuliah Hidarulika (Teknik Sungai), Pengedalian Banjir Sungai” yang Bapak tulis. Tentunya dengan menyebutkan nama Bapak sebagai sumbernya.
    “Masalah” mulai muncul ketika saya mencoba menggunakan software ini. Saya ingin menampilkan background untuk membuat alur sungai (padahal baru awalnya ya Pak). Saya coba klik gambar hijau disebelah kanan (Add/Edit background pictures). Tapi gambar Cadnya kok ndak mau muncul ya? Yang ada hanya gambar kotak warna hitam dan ditengahnya ada gambar kotak warna merah kosong tidak ada gambarnya. Saya sudah coba Zoom dan Full plot, tapi tetap blank. Kemudian untuk kasus seperti proyek saya ini (perhitungan penampang sungai dengan debit yang sudah ditentukan) yang saya pakai steady atau unsteady flow ya Pak? Mohon penjelasannya Pak Is. Dan satu lagi, mohon saya diberikan password untuk membuka modul yang satu lagi.
    Saya harap Pak Istiarto ndak bosan-bosan untuk memberikan penjelasan. Sak Derengipun Matur Sembah Nuwun.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Senang apabila artikel saya di blog ini bermanfaat bagi Mas Haris Prabowo. Mengenai gambar CAD yang tidak muncul sebagai latar, cobalah untuk menyimpan file CAD tersebut kedalam file berformat .DXF. Apabila gambar latar tetap tidak muncul, cobalah untuk menyisipkan gambar .DXF tersebut dari awal. Buat file geometri baru dan sisipkan file .DXF sebagai langkah pertama saat layar editor geometri sungai masih kosong.

      Apabila langkah di atas tetap tidak menyelesaikan masalah, ada kemungkinan masalah ada di file CAD. Cobalah hapus semua gambar selain gambar yang dibutuhkan. Kalau tidak salah ada perintah zoom all atau zoom extent (?) di CAD untuk mengecek seluruh gambar yang ada di file cad.

      Untuk mendapatkan password, silakan mengirimkan permintaan melalui email.

      Wassalamu’alaikum ww.

  177. Harie Prabowo says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sebelumnya terima kasih atas jawaban Bapak pada pertanyaan saya terdahulu. Sudah saya coba dan Alhamdulillah berhasil. Pak Is saya punya pertanyaan lagi, semoga Bapak tidak bosan-bosan untuk menjawabnya :
    1. Apakah ada metode yang lebih cepat untuk input data penampang melintang sungai, jarak antar titik penampang (LOB, Channel, ROB) serta Main channel bank station? Apakah bisa diketik dulu di Excel baru kemudian dicopy ke Cross Section Data?
    2. Pada modul Bapak yang pertama sepertinya belum ada penjelasan tentang jembatan dan teman-temannya.
    3. Kalau ketemu bendung (weir) untuk input datanya apakah sama dengan input data cross section atau ada input khusus?
    4. Pak apa perbedaan antara HEC RAS dengan HEC GEO RAS?
    5. Apakah Bapak juga mengeluarkan modul tentang HEC GEO RAS. Kalau ada mohon dikirim ke email saya dan juga sekalian dengan softwarenya.
    Demikian Pak pertanyaan dari saya, semoga Bapak berkenan menjawabnya. Oh ya Pak, saya sudah kirim email ke Bapak untuk meminta password untuk modul selanjutnya. Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      1. Data (Station, Elevation) dapat dikopikan dari data yang telah ada di spreadsheet (MSExcel), kemudian ditempelkan di tabel HEC-RAS. Klik di pojok kiri atas tabel dan tempelkan (Control+v) untuk menyalin semua data (Station, Elevation) sekaligus. Data LOB, Channel, ROB dapat diedit melalui menu Table | Reach Length di layar editor data geometri. Data Main channel bank station dapat diedit melalui menu Table | Bank Stations yang juga ada di layar editor data geometri.

      2 dan 3. Jembatan dkk, termasuk bendung, ada di modul lanjut.

      4. HEC-GeoRAS mengolah data geometri sungai melalui fasilitas GIS dan mengolah hasil hitungan HEC-RAS untuk dibaca/ditampilkan dengan fasilitas GIS. Lihat pula menu GIS Tools di layar editor data geometri. Bagi seseorang yang menguasai GIS, fasilitas GeoRAS dan GIS Tools ini sangat membantu dalam mengolah data geometri sungai untuk dibaca oleh HEC-RAS maupun dalam membaca, menampilkan, dan mengolah hasil hitungan HEC-RAS. Untuk mengolah data geometri sungai, diperlukan DTM dalam format ArcInfo TIN. Kalau penguasaan GIS dan dukungan data spasial berformat GIS tidak ada, saya sarankan tidak perlu memakai fasilitas ini.

      5. Saya tidak memiliki modul pemakaian HEC-GeoRAS.

      Wassalamu’alaikum ww.

  178. ihsan fernando says:

    assalamualaikum pak is
    maf sblum ny pak is, saya sngat tertarik mempelajari sofwer pak.
    mungkin saya masih minim pengalaman d proyek pengairan. saya mau nanya pak, apa bisa program ini untuk pkerjaan normalisasi sungai dan data nya apa bisa d input k autocad pak untuk tampilin gambar long & cross section ny pak??

    mohon maaf pak, apa bisa sayaminta modul lanjutan ny pak.
    klo boleh tau link sofware ny yg lengkap ada g pak, soal ny saya mau mmplajari ny pak..
    terimakasih sblum ny pak..

  179. istiarto says:

    Wa’alaikumsalam ww

    HEC-RAS dapat membantu desain normalisasi sungai. Hasil hitungan di HEC-RAS tidak dapat ditampilkan di AutoCAD. Hasil hitungan HEC-RAS dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik di HEC-RAS. Hasil hitungan dapat pula diekspor ke format yang siap dibaca oleh program pengolah data spasial GIS.

    Mengenai password untuk mendownload modul lanjut, sila jenguk http://istiarto.staff.ugm.ac.id. Saya sarankan Mas Ihsan Fernando untuk khatam modul dasar terlebih dulu sebelum membaca modul lanjut, kecuali kalau Mas Ihsan Fernando sudah memiliki bekal dalam bidang pemodelan aliran banjir di sungai. Untuk membantu mendesain normalisasi sungai, modul dasar mungkin telah mencukupi.

    Wassalamu’alaikum ww

  180. Rama Dwi Aryandi says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Sebelumnya saya mohon maaf Pak, karena saya terlalu banyak menyita waktu Bapak dengan pertanyaan-pertanyaan saya di atas. Semoga Allah SWT memberikan nikmat dan karunia kepada Bapak sekeluarga.
    Amiiin..
    Masih dengan kasus pertama yang saya alami di atas, Pak. Syukur Alhamdulillah, sesuai dengan petunjuk yang Bapak sampaikan lewat modul dasar, saya telah berhasil me-running permodelan sungai untuk kondisi eksisting, baik pada DAS yang pertama maupun pada DAS yang kedua.
    Sebagai gambaran, setelah di-running untuk kondisi eksisting, maka penampang sungai dari DAS yang pertama tidak terjadi luapan pada tanggul kiri maupun tanggul kanan sungai. Sedangkan untuk sungai pada DAS yang kedua terjadi luapan/limpasan pada kedua sisi tanggul sungai.
    Mohon petunjuk dari Bapak, apabila saya akan merencanakan kolam retensi dengan penempatan kolam retensi di dalam badan/alur sungai, langkah-langkah apa saja yang sebaiknya saya lakukan, Pak?.
    Matur sembah nuwun sanget, Pak.

    Hormat Saya,

    Rama

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Oke, mari kita lanjutkan dengan kasus pertama, yaitu kolam retensi berada di badan sungai. Di lokasi kolam retensi ini, lakukan modifikasi tampang lintang yang sudah ada atau tambahkan tampang lintang baru. Tampang lintang ini adalah sekaligus tampang lintang kolam retensi. Jadi, data (Station, Elevation) pada tampang-tampang lintang di kolam retensi ini mencerminkan kolam retensi. Silakan tentukan sendiri jumlah dan lokasi tampang lintang di kolam retensi. Intinya, tampang lintang ini harus mencerminkan geometri kolam retensi yang Mas Rama desain. Nilai koefisien kekasaran Manning mungkin perlu diperhatikan; beri nilai kecil untuk kolam yang dalam.

      Hanya data geometri itu saja yang perlu disesuaikan. Data aliran, steady flow data atau unsteady flow data, masih tetap kan?

      Silakan mencoba. Semoga berhasil.

      Wassalamu’alaikum ww

  181. adhystira mardjuni says:

    Assalamualaikum wr wb
    Selamat pagi pak saya sedang melakukan permodelan sungai untuk tugas akhir, mohon pencerahannya pak

    Maaf pak jika permasalahan saya sepele
    Dalam permodelan saya urutan stasionnya tertukar hulu-hilir & hilir -hulu nya
    Padahal saya telah memasukkan data cross nya dari hilir ke hulu. Tapi yang terjadi stasion hulu nya menjadi stasion hilir. Mohon pencerahannya pak . Kira kira apa yang menyebabkan hal ini

    Salam

  182. istiarto says:

    Wa’alaikumsalam ww

    Sebenarnya, urutan pemasukan data tampang lintang boleh tidak urut, boleh pula dari hulu ke hilir. Di modul saya masih mencantumkan bahwa pemasukan data tampang lintang harus urut dari hilir ke hulu. Dalam hal urutan RS tertukar antara hulu dan hilir, coba cek nomor RS. Pastikan bahwa nomor RS urut dari kecil di batas hilir sampai nomor besar ke arah hulu. Jika nomor RS sudah benar, cek gambar reach pada layar editor data geometri. Apakah arah anak panah sudah benar dari hulu ke hilir? Jika terbalik, berarti pada waktu membuat sketsa reach terjadi kesalahan. Reach digambarkan dari hulu ke hilir.

    Wassalamu’alaikum ww

    • Adhystira says:

      terimakasih banyak pak. ternyata masalahnya di anak panahnya. karena sungai saya berkelok dan arah anak panah tidak mencerminkan arah air secara overall tapi di titik itu saja.

      salam

  183. adhystira says:

    Assalamualaikum wr wb

    selamat malam pak
    saya ingin bertanya mengenai storage area
    pada tampilan luas storage area hec-ras terdapat keterangan “(1000 m)” ( dimana kalimat sepertinya terputus)
    jadi memasukan angka luas nya dengan skala 1000 m?
    namun dalam modul bapak bapak memasukkan angka 5000 untuk 5000 m2
    jadi apakah angka 1000 m ini tidak berarti apa apa?

    mohon pencerahannya pak, mohon maaf jika merepotkan
    terimakasih banyak

    salam

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww

      Terima kasih sekali untuk comment Mas Adhystira ini. Setelah saya cek, memang ada kesalahan pada data luas storage area di modul lanjut tersebut. HEC-RAS memakai satuan ribu meter persegi (1000 m2). Jadi, jika luas storage area adalah 10 ha (100.000 m2), maka angka yang dimasukkan ke HEC-RAS adalah 100. Di bawah ini adalah dimensi storage area yang benar.

      Storage Area Luas
      [ha]
      HEC-RAS
      [1000 m2]
      Elev min
      [m]
      Lembah Tirtasari 10 100 15
      Lembah Tirtabumi 10 100 14
      Lembah Tirtagama 5 50 15

      Saya belum sempat mengoreksi naskah modul. Saya sedang berada di kawasan Kepri dan tidak membawa file naskah modul.

      Wassalamu’alaikum ww

  184. adhystira says:

    selamat pagi pak

    sebelumnya maaf jika terus merepotkan bapak, semoga bapak terus diberi kesehatan dan kemudahan untuk terus berbagi dan berkarya

    saya ingin mendiskusikan permasalahan ketidakstabilan sungai dan perbedaan aliran steady dengan unsteady
    saya sedang berusaha memodelkan sungai dengan kondisi geometri eksisting yang buruk ( permukaan dasar sungai naik dan turun secara ekstrim). kondisi sungai saya tidak stabil ketika di run dengan aliran unsteady, walaupun bisa di run tapi hasilnya tidak masuk akal. ternyata ketika saya mencari tahu bahwa permodelan eksisting saya tidak memenuhi salah satu hukum matematika permodelan yaitu “Courant–Friedrichs–Lewy condition” https://en.wikipedia.org/wiki/Courant–Friedrichs–Lewy_condition
    saya telah berusaha menstabilkannya dengan interpolasi dan memperpendek waktu komputasi. tapi tetap tidak stabil

    akhirnya saya mencoba dengan perhitungan steady analysis .
    namun permasalahannya adalah menurut saya hasil perhitungan steady analysis saya kurang akurat. (tinggi muka air lebih rendah dari kondisi seharusnya, informasi narasumber)
    jadi pertanyaan saya pak bagaimana cara menimalisir ketidak akuratan aliran steady?
    apakah aliran steady lebih rendah(hasil muka airnya) daripada unsteady?

    mohon maaf pak jika merepotkan
    terimakasih banyak pak

    salam

    • istiarto says:

      Ya benar, aspek penting dalam penyelesaian persamaan hasil diskritisasi persamaan kontinuiti dan momentum adalah kestabilan numeris dan akurasi. HEC-RAS, saya kira adalah model yang cukup robust. Dalam kasus Mas Adhystira, permasalahan kesulitan konvergensi rasanya lebih disebabkan oleh geometri sungai. Jika geometri berubah naik turun secara ekstrem, ada kemungkinan terjadi aliran superkritis atau bahkan mungkin terdapat bagian yang kering. Cobalah untuk mengaktifkan opsi “mixed flow” yang ada pada layar editor Plan. Selanjutnya, pastikan bahwa syarat batas tidak menyebabkan ada bagian alur yang kering.

      Steady flow analysis seharusnya memberikan hasil hitungan muka air yang cenderung lebih tinggi daripada seharusnya. Apabila hasil lebih rendah daripada seharusnya, coba cek syarat batas. Pastikan bahwa syarat batas di hulu dan di hilir benar-benar sudah sama dengan data hasil pengukuran pada kasus yang disimulasikan. Pastikan pula bahwa kalibrasi telah dilakukan dan memberikan nilai parameter yang benar.

  185. Natio says:

    Assalamualaikum wr wb

    selamat siang pak

    saya sedang melakukan studi tugas akhir pengendalian banjir dengan kolam retensi
    yang saya ingin tanyakan pak
    konsep lateral weir dalam hec-ras ini sebenarnya bangunan pelimpas atau bendung sehingga muka air naik dan masuk kolam?
    sebenarnya gambar yang keluar dalam lateral structure itu adalah tampak cross section atau potongan memanjang?

    terimakasih pak. mohon maaf jika merepotkan

    • istiarto says:

      Wa’alaikumsalam ww.

      Lateral structure lebih berfungsi sebagai pelimpah samping (side spillway). Pada saat muka air sungai melebihi mercu lateral structure dan lebih tinggi daripada muka air di storage area, maka terjadi aliran keluar sungai melalui lateral structure.

      Gambar yang ditampilkan pada lateral structure adalah gambar potongan memanjang.

      Wassalamu’alaikum ww.

  186. Andre says:

    Assalamuallaikum wr wb bapak istiarto

    Saya mau tanya kalau kita sudah menormalisasi sungai bagaimana cara mengetahui di HEC-RAS volume galian dan timbunan yg kita perbandingan antara bentuk asli dan perencanaan,,

    Terima kasih bapak semoga diberikan kesehatan dan kesejahteraan bagi bapak Aamiin
    Waallaikumsallam Wr Wb